.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Buku : Indonesia Mengajar, jadi Guru SD

Judul             :  Indonesia Mengajar, Kisah para Pengajar Muda di Pelosok Negeri
Pengarang   :  Pengajar Muda
Terbit             :  November, 2011
Penerbit        :  Bentang
Halaman       :  322 halaman
Harga            : 45 ribu (sudah diskon di Toga Mas)

Buku ini ditulis oleh Pengajar Muda. Mereka adalah peserta program Indonesia Mengajar yang digagas oleh Anies Baswedan. Selama satu tahun mereka ditempatkan di daerah pelosok untuk mengajar SD. Mereka adalah orang pilihan. Sejak 2010, 11.017 sarjana Indonesia telah mendaftar untuk mengabdi pada negeri dan 170 dari mereka terpilih sebagai Pengajar Muda untuk mengajar 18.003 siswa di 117 desa di 14 kabupaten. Dibagian belakang buku ini terdapat profil mereka. Anda akan tahu bahwa mereka memang bukan orang sembarangan.

Anda bisa bayangkan, mereka meninggalkan kenyamanan yang selama ini mereka nikmati di kota, di kampus, bahkan di tempat kerja. Daerah pelosok tempat mereka mengajar kebanyakan masih tertinggal dalam berbagai hal. Jalan yang rusak, listrik yang terbatas, sinyal Hape maupun internet yang susah dicari, dan sebagainya.

Nah, buku ini berisi kisah-kisah inspiratif dari 51 Pengajar Muda angkatan pertama. Saya yakin jika dikumpulkan semua sebenarnya bisa lebih banyak. Kisah yang unik dan menggelitik. Ada juga yang mengundang keprihatinan yang mendalam bagi pembaca. Ada yang membuat tertawa karena kepolosan anak-anak didik. Dan berbagai kisah lainnya. Namun secara umum, melalui buku ini kita bisa melihat potret pendidikan sebenarnya di Indonesia. Bahwa pendidikan tidak hanya di pulau Jawa saja. Di pelosok sana ada yang masih sangat jauh jika dibanding dengan Jawa.

Membaca buku ini saya seakan bisa merasakan apa yang mereka rasakan. Merasakan kesal menghadapi murid-murid SD. Mungkin mirip ngajar TPA, yang butuh ekstra kesabaran dan strategi jitu “melumpuhkan”nya. Yang paling membuat saya berkesan adalah ketika pengajar muda mengajak anak didik mereka untuk bermimpi, berani bercita-cita. Sebenarnya saya ingin menuliskan beberapa contoh dari kisah mereka yang inspiratif itu. Sayangnya terlalu banyak. Jadi lebih baik Anda membeli sendiri atau pinjam saya saja, J

Menurut saya, guru SD merupakan guru yang paling berpengaruh pada perkembangan mental siswa. Spesial gitu. Usia SD adalah usia emas. Ibarat botol yang masih kosong, bisa diisi. Guru SD lebih ekstra bersabar dalam menjalankan tugasnya. Guru kelas 1 misalnya, tidak jarang muridnya ada yang ee’ (buang air besar) dikelas. Sebagai orang tua di sekolah, dialah yang nyebokin. Mana ada dosen yang mau nyebokin mahasiswanya? Ga mungkin lah ya?

Belum lagi ketika ngajar anak SD suka rewel. Yang ini diam, yang itu rame. Itu dari sisi keramean. Belum memahamkan pelajaran. Diajari perkalian susahnya minta ampun. Kemampuan murid-murid merekapun sangat heterogen. Ibarat menggembala kambing, ada yang bisa jalan cepet, ada yang jalan pelan, ada juga yang musti ditarik dengan sekuat tenaga. Benar-benar melelahkan, tapi menyenangkan. Itu yang saya rasakan ketika ngajar anakanak SD ketika KKN dulu, atau juga ketika ngajar anak TPA yang juga usia SD.

Saya masih ingat betul nama guru-guru SD saya. Bagaimana tidak? Selama setahun diajar oleh orang yang sama. Begitulah guru SD. Wali kelas sekaligus guru semua mata pelajaran kecuali agama & olah raga. Guru yang luar biasa. Dan kualitas merekapun bermacam-macam. Baru setelah saya dewasa, saya bisa menilai mereka, merasakan keberadaan mereka dalam episode kehidupan saya.

Itulah Guru.Tidak hanya mengajar, tapi juga mendidik. Terlebih guru SD. Ah, saya jadi semakin kagum dengan Ibu dan Bapak saya yang juga guru SD itu. Semoga saya bisa menyusul mas Wildan, atau Fahmi ITB untuk menjadi pengajar muda. Kalaupun tidak, semoga bisa mengispirasi seperti orang-orang keren itu.

29 Februari (tanggal yang ada 4 taon sekali
Kamarnya Imam & Topik @ Citepus

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 29 Februari 2012 by in Resensi.
%d blogger menyukai ini: