.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Senyum Keriput

Azan dhuhur berkumandang, aku bergegas menuju masjid Hidayatul Islam yang hanya beberapa ratus meter dari asramaku. Alhamdulillah belum iqamat (nantinya justru aku yang iqomat, hihi).

Kuambil air wudhu di masjid ini. Masjid yang sudah satu bulan tidak kudatangi karena selama satu bulan itu aku lebih sering di masjid-masjid yang ada di Bandung. Tepat sekali, dhuhur ini merupakan shalat pertamaku di Jogja sejak kembali dari Kerja Praktik di PTDI.

Jamaah mulai berdatangan. Beberapa pemuda kebanyakan anak kos, bapak-bapak, dan di barisan wanita hanya berisi orang-orang lansia.

Seorang nenek tua datang memasuki masjid. Ia telah menggunakan mukena putih agak cokelat (alami). Jalannya yang pelan menunjukkan bahwa usianya memang telah senja. Namun semangatnya ke masjid mengalahkan pemuda-pemudi yang saat itu sedang tergoda dengan dunia : TV, Laptop, Hape, dll.

Sang nenek berhenti tepat di pintu masjid. Seperti menunggu sesuatu. Aku yang telah usai wudhu pun mau tidak mau harus mendekati nenek itu untuk masuk ke masjid (tempat wudhu & masjid agak terpisah). Oh, ternyata nenek itu memandang diriku. Ia tersenyum manis. Teramat manis. Bahkan keriput di wajahnya membuatnya terlihat semakin manis. Mungkin itulah senyum manis calon penghuni surga.

Ternyata-eh ternyata, sang nenek memang menunggu seseorang. Menungguku!! Beliau ingin menyapaku. Dengan senyum manisnya itu.

Dangu mboten ketingal mas? (lama ga kelihatan mas?) ” Sapa Nenek itu dengan senyum manisnya.

“Injih mbah, kala wingi sesasi wonten Bandung (Iya Nek, satu bulan kemarin di Bandung” Aku tak yakin beliau paham atau tidak apa yang kukatakan. Yang jelas ku balas juga senyuman nenek itu dengan senyuman manisku. Meski tanpa keriput.

Ah, senangnya ada yang memperhatikan diriku. Seusai shalat, beberapa jamaah juga ada yang menyapa. Semoga saja, malaikat di masjid itu juga menyapa diriku.

Di masjid, hatiku terkait

5Mar2012

Iklan

2 comments on “Senyum Keriput

  1. Ulfa
    6 Maret 2012

    kalau yang menyapa bukan keriput tambah seneng dong wan 😀

    • kangridwan
      6 Maret 2012

      oh, jelas itu.
      😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 5 Maret 2012 by in sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: