.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Kebelet Ee’ dan Hamil

Aku yakin ketika kau kebelet ee’ pasti apapun akan kau lakukan. Apalagi kalau sudah ga tahan. Semisal baru sampai rumah, belum sempat kau parkir motor dengar benar langsung berlari bak orang kesurupan ke toilet. Kalau di dalam toliet ada orang dijamin dia tidak bisa nyaman melakukan hajatnya karena pasti kau gedor-gedor itu pintu toilet, kalau perlu sampai jebol tu pintu. Hehe

Seperti itulah SKRIPSI. Harus segera dituntaskan. Kalau terlalu lama menunda-nunda semakin tidak nyaman. Kadang juga bisa jadi penyakit. Yang jelas harus segera selesai agar bisa tenang. Rasanya pasti sangat plong, sangat lega luar biasa, setelah hajat itu terlaksana.

Kok dianalogikan sama kebelet Ee’ ? Njijiki ah !

Oke, kalau mau agak mutu bagaimana kalau kita ganti dengan menganalogikannya dengan hamil. Sama-sama plongnya kalau sudah keluar. Orang hamil akan mempersiapkan keluarnya cabang bayi sebaik mungkin. Kalau sudah keluar pasti akan dirawat sebaik mungkin, tidak seperti ee’ yang ditinggal dan dilupakan.

Mau milih kebelet ee’ atau hamil, terserah Anda. Aku tak ingin mengatakan yang satu lebih baik dari yang lain. Yang jelas, keduanya merupakan nikmat yang musti disyukuri. Boleh saja, kau mengkonotasikan kebelet ee’ dengan konotasi negatif. Masak sih, skripsi disamain dengan ee’ ?. Bukan begitu maksudku. Tapi prosesnya. Perjuangan untuk menyelesaikan hajat itu. Kamu pengin menyelesaikan skripsi selama 9 bulan 10 hari? Itu juga tidak salah.

Menimang-nimang bayi skripsi, membesarkannya jadi thesis atau disertasi itu bagus. Namun melupakan dan tidak mengutek-utek lagi skripsi yang sudah selesai juga tidak salah. Karena banyak hal yang musti diselesaikan dalam hidup. Tidak melulu skripsi terus. Ya kan?

Kalau pengin protes, monggo.

Aku sarankan, apapun analogi yang kau pilih, kau musti memperbaiki niat SKRIPSI mu. Bolehlah kau niatkan skripsimu agar segera lulus, agar segera kerja, agar segera nikah, agar membahagiakan orang tua, agar-agar yang lainnya. Namun jangan lupa untuk meniatkan karena Allah, diniatkan untuk ibadah. Niat-niat turunan yang lainnya terserah lah.

Toh, BAB ataupun melahirkan juga bisa jadi ibadah kalau niatnya benar.
🙂

Langkah awal Skripsi
Yogya 13/3/12

 

Iklan

5 comments on “Kebelet Ee’ dan Hamil

  1. nuniQ
    13 Maret 2012

    ga trimaaa melahirkan dimasakan sama ee…:(

    gayaaa…mulai skripsi..hhahaha

  2. Ulfa
    14 Maret 2012

    iyoo ki tho
    yang mau skripsi, semangat wan . sukses

  3. Louisa Veronica Hartono
    21 Maret 2012

    aku ngakak huahahahhaa. bagus!!

    • kangridwan
      21 Maret 2012

      Ahahahay…

      Spesial buat yang lagi mengalami fase SKRIP**

  4. Ping-balik: Desakralisasi Ujian Skripsi | .: Petualang Kehidupan :.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 13 Maret 2012 by in opini, sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: