.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Harga – BBM

sumber : FB nya Mice Cartoon

Ada yang mencaci pemerintah dengan rencana untuk menaikkan harga BBM. Yang perlu di garis bawahi, dibold, dan italic adalah kata rencana. Mereka meluapkan ekspresi kekecewaan terhadap pemerintah dengan membakar mobil berplat merah, ada yang membakar foto pak Presiden, yang membuat saya beristighfar dan mengelus dada adalah ketika melihat poster bertuliskan : SBY laknatullah. Bukannya mendoakan kebaikan terhadap pemimpin negara ini, malah mendoakan keburukan.

Pemimpin itu mencerminkan juga yang dipimpin. Pemerintah mencerminkan rakyat. Jika banyak yang mencaci atau menghujat pemerintah ada baiknya coba melihat juga tingkah rakyatnya. Jangan-jangan lebih pantas untuk dicaci dan dihujat. Mari instrospeksi.

Bagaimana tidak? Teorinya begini. Jika Harga BBM naik, maka harga kebutuhan pokok juga naik. Itu semacam silogisme hipotetik. Jika premis mayor tidak dipenuhi, maka premis minor tidak dibenarkan. Mudahnya begini. Jika Harga BBM tidak naik, maka harga kebutuhan pokok tidak naik.

Apa yang terjadi di negara tercinta ini?

Rencana kenaikan harga BBM masih rencana, belum diketok palu. Namun harga kebutuhan pokok sudah pada naik. Kalau ternyata harga BBM tidak jadi naik, atau ditunda apakah harga kebutuhan pokok akan turun kembali seperti semula? Oke, anggap saja harga menjadi turun. Rakyat tetap saja sudah terlanjur merasakan naikknya harga kebutuhan pokok meski belum merasakan naikknya harga BBM. Ibarat akan olahraga, sudah pemanasan dulu.

Sepertinya kurang tepat jika disebut menaikkan harga BBM, tapi mencabut subsidi BBM. Subsidi BBM dicabut untuk dialihkan ke yang lain. Jadi tetap ada subsidi, hanya saja beda wujudnya. Bagi rakyat yang kurang mampu seharusnya tidak perlu khawatir.

Jangan-jangan yang menolak kenaikan harga BBM itu adalah orang mampu yang selama ini menikmati subsidi BBM. Padahal sebenarnya dia tidak diperbolehkan menikmatinya. Lebih banyak yang memilih premium daripada pertamax meski sebenarnya dia bukan orang yang berhak menikmati premium. “Habisnya lebih murah sih”. Diam-diam mereka khawatir, barang selama ini dinikmatinya, yang bukan haknya itu, dicabut. Demo, mengatasnamakan rakyat kecil.

Kenaikan BBM ditunda. Artinya belum diketok palu. Sekarang siapa yang bertanggung jawab atas kenaikan harga-harga bahan pokok? Siapa yang mau ganti rugi atas penjarahan warung makan ketika demonstrasi kemarin? Siapa yang menanggung biaya perusakan fasilitas umum, atau mobil berplat merah yang dihancurkan itu? 

Pemerintah lagi? Pakai uang rakyat lagi dong? Hadew

One comment on “Harga – BBM

  1. Siti Lutfiyah Azizah
    2 April 2012

    dan siapa yg mau bertanggungjawab atas terbakarnya sekolah oleh para demonstran itu? siapa yg bertanggungjawab atas isu-isu lain yang langsung teralihkan padahal sama besarnya bahkan bisa jadi jauh lebih besar akibat negatifnya saat terabaikan? Naik atau tidak naik lagi-lagi rakyat yang merugi. Mereka yg heboh dan cuma bisa mencaci maki satu sama lain, apa actionnya? mana? cuma bisa diskusi hingga dini hari, demo anarkis dengan pendapatnya, tapi no solution. buat apa? dasar manusia…

    *menjadi pemimpin itu sulit, mengurus negara itu lebih sulit lagi, jadi jangan hanya bisa mengkritik kalau tidak memiliki solusi*

    Btw, ini tidak menggeneralisir atas semua aksi. cuma suara prihatin karena banyak kerugian yg negara kita tanggung karena aksi yg ANARKIS..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 31 Maret 2012 by in opini.
%d blogger menyukai ini: