.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Hape Sabar


Aku terkejut ketika mendengar apa yang dikatakannya ketika ia menyadari bahwa hapenya hilang.

“Alhamdulillah”

Padahal aku tahu kalau hape itu masih baru. Belum ada tiga minggu ia memakainya. Hasil ia mengumpulkan uang sakunya selama ini. Mungkin memang belum rejekinya.

“Kok malah alhamdulillah sih?” Aku masih penasaran.

“Iya, Alhamdulillah yang hilang hape, bukan dompet yang isinya cuma ATM itu. Alhamdulillah yang jatuh di jalan hape, bukan laptop yang isinya data skripsi ku. “ Toni masih terlihat tersenyum, meski terlihat tidak se manis biasanya.

“Trus, sudah usaha apa? Masak diikhlasin begitu saja ?”

“Tadi aku sudah miskol ternyata tidak aktif, ya gimana lagi tidak bisa dilacak. Semua yang kita miliki ini sebenarnya punya Allah, kita Cuma dititipin. Jadi jangan marah kalau yang punya mengambilnya. Kapan saja dan dimana saja”

“Kamu tidak sedih? Nomer-nomer hape teman-teman kamu gimana? “

“ya gimana lagi? Tapi Alhamdulillah aku pernah menyalin nomer-nomer yang di hapeku itu”

Jarang-jarang aku melihat orang setabah Toni. Namun kalau Toni yang seperti ini aku tidak kaget. Ustadz Toni,  biasanya anak-anak kosan memanggilnya begitu. Selalu ngajakin ke masjid kalau terdengar adzan. Selalu nggedor-gedor pintu membangunkan sholat subuh.

“Gini Jo, aku lagi diingetin sama Allah” Om Ustadz kayaknya akan memulai tausiahnya nih.

“Maksud kamu?” Aku sengaja memancing, agar segera dimulai pencerahannya.

“Sepertinya selama ini aku terlalu mencintai Hape, mengalahkan ibadahku pada Allah. Jadi inget, seringkali aku setelah selesai shalat, seusai salam, bukanya berdzikir tapi langsung buka Hape. Bahkan ketika shalat kemudian hapenya getar, jadi merusak kekhusuan. Gara-gara hape juga, banyak waktuku yang terbuang sia-sia. Hape sekarang canggih, banyak hiburannya. Ngenet, Fban, Twitteran, ngeGame. Hape sepertinya berhasil memperbudakku. Makanya, Allah mengingatkanku.”

Aku merasa MJJ (mak jleb-jleb). Sepertinya si Toni menusukku, sindirannya sangat mengena ke aku banget. Hadew. Astaghfirulloh.

“Trus gimana dong sikapmu sekarang?”

“Dapet musibah bersabar, masih punya nikmat lain bersyukur, sama semua ketentuan Allah : Ikhlas

“Super sekali, ustad Toni !”

perpus jtmi 300312
#stlah kehilangan hape

Iklan

One comment on “Hape Sabar

  1. MAJID MUJAHID
    2 April 2012

    tepat hari itu juga allah mengambil titipannya dariku bang.
    semoga diberikan yang terbaik.amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 1 April 2012 by in hikmah, sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: