.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Kualitas dan Kuantitas, bukan Kuitansi

Jadi begini ceritanya…

Ada dua serigala dan satu domba sedang melakukan perjalanan bersama. Ditengah perjalanan ketiganya merasa kelaparan sementara bekal mereka habis. Serigala menginginkan makanan berupa daging segar yang kaya protein sementara itu domba yang merupakan vegetarian sejati butuh rumput segar.

Di perjalanan itu mereka bertiga susah mendapatkannya. Akhirnya terjadilah musyawarah. Cukup Alot. Dan akhirnya diambil keputusan untuk voting !!

Tidak perlu lah saya melanjutkan cerita berikutnya. Sudah pasti Anda tahu siapa yang pemenang voting itu dan bagaimana nasib si domba.

**

Kualitas memanglah penting. Itu yang utama!! Bahkan satu kesatria di film Redcliff bisa mengalahkan puluhan pasukan kroco. Sejarahpun juga mencatat banyak kejadian diamana pasukan kecil yang berkualitas bisa mengalahkan pasukkan besar yang kalah kualitas. Tak perlu saya ceritakan satu persatu. Begitupula dalam hal lainnya. Makan tidak perlu banyak-banyak, yang penting bergizi. Tidur tidak perlu banyak-banyak, yang penting berkualitas. Artinya kita sepakat kalau kualitas itu penting, mengalahkan kuantitas.

Kualitas memanglah penting. Namun jangan kesampingkan kuantitas. Ketika ditanya mana yang penting, maka jawabannya adalah keduanya penting. Dalam skala prioritas, kualitas berada di atas kuantitas. Namun bukan berarti kuantitas tidak penting, tidak perlu diperhatikan.

Pasukan yang berjumlah banyak setidaknya bisa membuat lebih Pede, bisa menggentarkan musuh. Meski makan bergizi tapi jika hanya sekali dalam sehari sama saja tidak baik. Bukankah kita diperintahkan untuk berdakwah? Menyeru pada kebenaran? Mengajak pada kebaikan? Bukankah itu berarti agar kuantitas orang yang berkualitas menjadi lebih besar. Orang shaleh sendirian masih kurang cukup. Agar bisa berjamaah butuh orang banyak.

Lebih-lebih di zaman demokrasi seperti ini, kuantitas memang sangat diperhitungkan. Kemenangan bukan di tangan yang benar, tapi di tangan yang kuat. Siapa yang kuat? Adalah ia yang jumlahnya banyak. Yang akan menjadi pemimpin di daerah Garong ya Garong. Yang menjadi pemimpin di daerah yang orang-orangnya shaleh insya Allah juga shaleh.

Jadi intinya begini. Kualitas dan kuantitas sama-sama pentingnya. Ingat ya, sama-sama penting. Keduanya musti beriringan. Namun kalau ditanya mana yang lebih penting, jawabannya adalah kualitas.

**

Voting itu gagal, si Domba ternyata tidak sebodoh yang dikira. Dia memilih kabur, Istilah kerennya Walk out. Ia berlari mencari gerombolan domba lainnya. Ingin mengajak mereka untuk bersatu. Namun ternyata kondisi tidak semudah yang ia kira. Dalam grombolan itu ternyata ada banyak serigala berbulu domba !!

 

 

Yogya, 4 April 2012

6 comments on “Kualitas dan Kuantitas, bukan Kuitansi

  1. Siti Lutfiyah Azizah
    5 April 2012

    Haha, sumpah, aku ketawa banget sama kalimat terakhir: ‘Dalam grombolan itu ternyata ada banyak serigala berbulu domba !!’ karena ada beberapa karakter orang kayak gini zaman sekarang🙂

    • kangridwan
      20 April 2012

      wakakaka

  2. yusmarni ayu
    6 April 2012

    kirain tadi apaan tu

  3. Legend Wannabe
    6 April 2012

    berkualitas super itu layaknya Iko Uwais yang bisa mengalahkan puluhan penjahat sendirian dalam The Raid😀

  4. Ahmad Helmy Waliyullah
    20 April 2012

    jadi bingung, sebenarnya ini tulisan renungan atau humor.

    hahahah

    • kangridwan
      20 April 2012

      Ga usah dibikin bingung. Yang penting nikmatin aja bacanya.

      Dibilang renungan monggo, dibilang humor juga ga ada yang ngelarang.
      🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 4 April 2012 by in Cerita Fiksi, opini.
%d blogger menyukai ini: