.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Menunggang Kuda

Menunggang Kuda

Menunggang Kuda

Rasulullah bersabda, ”Lemparkanlah (panah) dan tunggangilah (kuda).”(HR Muslim)

 #sepotong episode

Aku suka film kolosal. Film perang-perang dengan latar zaman masih menggunakan kuda. Aku membayangkan menjadi Saladin dalam Kingdom of Heaven, menjadi Achiless dalam film Troy, menjadi Wiliam Wallace dalam Breavehart, Guan Yu dalam Red Cliff. Mereka sama-sama jago menunggang kuda.

Khalid bin Walid, panglima perang yang keren itu juga jago menunggang kuda. Rasulullah SAW idolaku juga sejak kecil jago menunggang kuda. Menunggang kuda bahkan satu dari beberapa olahraga yang direkomendasikan dalam hadits, selain berenang, berlari, dan memanah. Olahraga yang juga berpahala, Insya Allah.

Maka dari itu, sejak dulu aku berkeinginan menunggang kuda, bukan sekedar naik kuda. Aku mengartikan menunggang kuda ya menaikinya, kudanya jalan, dan mengendarai sendiri. Bukan sekedar naik, atau kudanya jalan tapi masih dituntun oleh si empunya. Ga asyik.

Ketika ke Parangtritis pernah naik kuda, sekedar naik untuk difoto. Nawar 10 ribu, untuk gantian ber 5 foto di atas  kuda. Numpang poto gitu. Ketika adikku kataman, aku coba nunggang kuda tapi masih dituntun. Itupun kudanya kayaknya kecapekan, kasihan. Ketika ke Sarangan ga jadi naik kuda, selain bayarnya 25 ribu Cuma beberapa ratus meter juga sama saja masih dituntun si empunya. Lagi-lagi ga asyik.

Mona dan Dona

“Kalo pengin naik kuda, maen aja ke Lab ku”

Setelah sekian bulan, hampir setahun mungkin. Akhirnya kesampaian juga. Kebetulan Peternakan UGM kerjasama dengan Unit Berkuda UGM membentuk GMEC (Gadjah Mada Equestrian Club). Olahraga berkuda memang untuk orang berduit. Beruntunglah aku, bisa belajar menunggang kuda di sini dengan modal pertemanan. Pertemanan memang tak bisa dibeli dengan uang.

Sore ini (13.4.12) menjadi kursus singkat belajar menunggang kuda. Banyak ilmu-ilmu baru tentang perkudaan yang aku dapat dari Mona.

Pertama diajari berintraksi dengan kuda. Bahwa kuda itu merupakan hewan yang cerdas. Ketika mendekati jangan dari arah belakang, tapi dari samping. Pastikan si Kuda tahu kalau kamu datang. Tandanya adalah, mata dan telinganya melihat ke arahmu. Kalo perlu ditepuk-tepuk, atau dielus-elus. Kuda itu suka digituin.

Nyikatin si Dona

Berkeliling-keliling lapangan entah berapa kali. Menunggang kuda betina bernama Dona itu. Sampai puas. Komentar Mona, sang guru, “cukup hebat untuk pemula :-)”

Sungguh mengasyikkan. Meski perutku agak sedikit sengkil. Pantatku sedikit tepos. Pahaku keder. Terlebih ketika berlari. Menunggang kuda jelas beda dengan naik motor. Tidak ada shock braker di sini. Tidak ada sistem suspensi di ketika naik kuda. Jadilah berkali-kali pental dari ketinggian 5 cm di atas pelana kuda. Achiless kok betah ya?

Yang jelas pengalaman ini unforgotable. Semoga jadi pahala tersendiri. Nyunnah.

“Besok kalau pengin nunggang kuda lagi, hubungi aku aja”

Makasih Mona, Makasih Dona

🙂


 

Yogya 14 April 2012

Naik kuda beneran

5 comments on “Menunggang Kuda

  1. Little Light
    14 April 2012

    Waaa, aku mau juga nunggang kuda. >_<
    *Udah pernah, tapi cuma di mimpi, hehe.
    Mona di sini tu Islamona teman kita bukan wan?

  2. andre
    5 Mei 2012

    kok megang tali lis nya gitu,.lom ada pelatihnya yah? mau donk jd pelatih hehehhe,..sayang jauh jogja,.

    • kangridwan
      6 Mei 2012

      maklum bang andre, namanya juga amatiran. baru pertama naik trus dikasih tali. yang penting bisa jalan kudanya & bisa berhenti. bisa belok kanan & kiri. Itu udah lebih dari cukup.🙂

  3. oemar bk
    25 Oktober 2012

    ingin punya kuda..😀
    sementara hanya bisa browsing sana sini cari info…
    akhirnya ketemu tulisan ini.. salam kenal..

  4. nurcahyo
    20 Desember 2012

    Ini di UB-UGM? Sekarang lapangannya bagaimana?

    Salam kami, Nurcahyo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 14 April 2012 by in sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: