.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Surat untuk Pak Presiden

Materi SMC hari ini adalah membuat surat untuk Pak Presiden. Berikut saya tuliskan tulisan yang dibuat oleh salah satu peserta SMC, Fadhila Zahra, siswa Kelas 5B SD Muhammadiyah Demangan.

***

Jogjakarta, 3 Mei 2012

Kepada Presiden RI

Di Istana Negara

Assalamualaikum wr wb

Bagaimana kabar Pak Presiden ?

Saya doakan tidak lelah dan stres mengurusi Republik Indonesia ini ya Pak. Pak SBY yang terhormat, Perkenalkan, saya Dilla. Saya pelajar kelas 5 SD di Jogjakarta

Bapak, saya ingin bercerita tentang kekesalan saya terhadap anggota DPR. Saya lihat di televisi kalau rapat pasti hanya sedikit yang datang. Malah, gedung DPR mau diperbagus lagi denga biaya melebih 10 Miliyar , ya Pak ?

Saya juga kesal terhadap anggota DPR yang plesiran memakai uang rakyat. Malahan ke Jerman bersama keluarga. Atau saat rapat ada yang tidur ya pak ??? Anggota DPR macam apa itu ?

O iya, pak SBY saya mohon agar BBM jangan dinaikkan ya Pak. Nanti rakyat miskin yang makan hanya dua haris sekali jadi tiga hari sekali, pak. Kasihan. Barang-barang juga pada naik harganya. Kalaupun BBM harusn naik, coba pikrikan lagi dampaknya. Jangan-jangan malah dibuat plesiran Anggota DPR atau dibuat beli mobil ferari sama Melinda dee, dibuat beli rumah untuk Gayus, nazaruddin dan pejabat negara lain?

Sekian dulu surat dari saya pak. Apabila ada kata yang kurang berkenan mohon dimaafkan.

 

Wassalam, Fadilla

***

Aku tidak menyangka sebelumnya, kalau tulisan anak-anak usia kelas 4 /5 SD sekritis itu. Sementara itu, tulisan teman-temannya yang lain tidak kalah menarik. Ada yang ngomongin pengemis, pengangguran, pendidikan, pertamaks, hingga toilet umum.

Tidak mungkin mereka menulis seperti itu tanpa memiliki banyak informasi mengenai permasalahan negeri ini.

“Kalian pada suka nonton berita Televisi ya?” Selidikku.

“Ga juga Kak. Kan bisa baca koran!”

“Dengerin Radio  !“

“Online !”

Ah, anak-anak emang lebih suka mengatakan tidak lalu berkreatifitas mencari alasan. Mereka pengin ngecengin aku.

Setidaknya, meski surat untuk Pak Presiden yang mereka tulis tidak dikirim ke istana negara, toh kalaupu dikirim belum tentu sampai di tangan Pak Presiden terlebih dibaca beliau, tulisan itu memantik kepedulian anak-anak untuk memperhatikan permasalahan negara ini. Menyadarkan juga bahwa mereka memiliki pemimpin negara ini, pak Presiden.

“Kalo kesulitan membuat surat buat Pak Presiden, bayangkan yang di hadapanmu ini –aku maksudnya- adalah pak Presiden” aku menawarkan diri ke mereka

“Wah, malah ga bisa nulis kak!” Difa yang pake kacamata itu

“Haha, jauh banget kak Ridwan sama pak SBY !” Fitri pake jilbab merah itu

“Kalau kak Ridwan yang jadi presiden, kacau negaranya !” Aji yang lama banget nulisnya

Asemik, diledekin ama adik-adik.

-.-“

Yogya, 12 Mei 2012

Iklan

3 comments on “Surat untuk Pak Presiden

  1. mulki
    13 Mei 2012

    jahahaaa kocak bagian akhirnya

  2. Siti Lutfiyah Azizah
    13 Mei 2012

    aku suka bagian akhir 🙂

  3. Ulfa
    14 Mei 2012

    keren, jangan sampai kalah sama adik2.
    ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 12 Mei 2012 by in sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: