.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Cermin

Setiap hari aku, bercermin. Aku yakin kau juga melakukannya. Entah apa yang kau lakukan di depan cermin. Mulai dari menyisir rambut, memakai bedak, sampai mencetin jerawat. Tanpa cermin bisa jadi kau salah pencet, atau tidak nyadar kalau rambutnya ternyata belum rapi separuhnya.

Kenapa musti cermin? Memangnya apa kelebihannya cermin?

Ternyata e ternyata, cermin itu tidak pernah bohong. Ketika mata kirimu ada belek segede sebutir nasi kuning, cermin akan mengatakannya apa adanya. Tidak mungkin ketika kau bercermin tiba-tiba yang muncul adalah wajah Sule Prikitiw. Pasti kau akan terkejut dan beristighfar. Begitu pula ketika Sule sedang bercermin tiba-tiba yang muncul adalah wajahmu, dia pasti akan terkejut dan beristighfar.

Cermin mengingatkan kita akan nikmat luar biasa dari Allah. Wajah yang sempurna. Kau pasti tak mau jika wajahmu jika ditukar dengan wajah orang lain. Pantaslah jika doa bercermin artinya : “ya Allah, sempurnakanlah akhlakku sebagaimana kau menyempurnakan wajahku”

Tak ada gunanya protes pada cermin. Karena apa yang ada di cermin itulah sesunggnya diri kita. Ketika kau menjelek-jelekkan orang di cermin itu, sama saja menjelek-jelekkan diri sendiri. Ketika kau memaki, menghina, mengutuk orang yang ada di cermin itu akan kembali to yourself.

Sekali lagi, tak ada gunanya. Jika memang cermin menunjukkan orang yang wajahnya kusut, segeralah mencuci mukamu, lalu rapikanlah. Maka wajah di cermin itu akan menjadi cakep dan enak dipandang.

Berbicara tentang cermin, aku menemukan hadits yang membuatku merenung :

Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin yang lain. (HR Ath Thabrani dari Anas RA)

Ketika ada saudara kita yang bermasalah, akhlaknya, kebiasaannya, keimanannya, dan seterusnya, maka sesungguhnya itu mencerminkan diri kita sendiri. Itu berarti kita sebenarnya sedang bermasalah persis dengan masalah yang ada pada cermin itu.

Saya cukupkan tulisan ini, mari kita merenungkan hadits tersebut. Silahkan periksa lagi seperti apa orang-orang di sekitarmu, karena sesungguhnya mereka mencerminkan dirimu, tak peduli jika engkau merasa menjadi orang yang paling beriman sekalipun.

 

Masjid Hidayatul Islam,
Ba’da Dhuhur
15.5.12

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 15 Mei 2012 by in hikmah, opini.
%d blogger menyukai ini: