.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Topeng

Topeng itu dipasang di wajah. Tidak salah. Karena topeng memang dipakai untuk menutupi wajah. Terus, mengapa harus ditutupi wajahnya? Agar orang tidak tahu wajah sebenarnya, dan yang terlihat adalah wajah topeng itu.

Orang akan melihat topeng itu selalu tersenyum meski sebenarnya wajah sebenarnya sedang menangis. Orang akan melihat topeng itu giginya selalu terlihat meski sebenarnya pemakai topeng itu giginya ompong. Orang akan melihat mata topeng itu berbinar meski sebenarnya mata pemakai topeng itu berlinangan air mata.

Intinya, orang tidak akan tahu apa yang sebenarnya di balik topeng karena yang dilihat adalah wajah topeng. Topeng itu ada yang berwajah bagus rupa ada juga yang buruk rupa menyerupai setan. Maka, bisa jadi wajah yang berada di balik topeng itu lebih baik dari wajah topeng. Sebaliknya, bisa juga wajah di balik topeng itu lebih buruk. Ada dua faktor : topeng dan wajah aseli.

Topeng berkembang dan terus berkembang. Kini muncul topeng yang tidak berwujud fisik. Namun pada intinya sama, menutupi wajah asli di balik topeng dan membuat orang mengira topeng itu adalah wajah asli si pemakai topeng. Topeng yang tidak terlihat secara kasat mata itu bisa berupa kewibawaan, kepintaran, keshalihan, kekayaan, dan lainnya.

Orang-orang tidak menyadari bahwa wajah yang ia lihat sebanarnya hanya topeng. Kewibawaan yang disangka orang itu hanyalah semu. Kepintaran yang disematkannya hanyalah palsu. Keshalihan yang dilabelkan padanya hanyal tipuan. Yang tahu wajah aslinya adalah ia sendiri dan yang Maha Mengetahui. Selebihnya hanya sedikit orang yang tahu.

Saya punya kawan yang dikenal oleh publik sebagai orang yang keren. Namanya terkenal di seantero kampus. Pemikirannya oke. Tulisannya dimuat di mana-mana. Mengisi semacam seminar atau training sudah menjadi kebiasaannya. Semua orang mengenalnya, kecuali yang tidak kenal.Topeng keren telah melekat pada dirinya.

Kalau tidak salah, untuk mengetahui wajah asli seseorang, Rasulullah memberikan 3 tips : Bermalam bareng, bepergian bareng, ngomongin urusan duit. Jika dari 3 cara itu disimpulkan orang baik, Insya Allah dia memang orang baik. Namun, jika dari salah satu saja ada masalah maka bisa dipastikan yang terlihat selama ini adalah Topeng.

Dari pengamatan saya, kawan saya yang keren ini ternyata pandai menggunakan topeng. Saya tahu betul wajah aselinya setelah menggunakan tips Rasulullah tersebut. Sejak saat itu saya tidak mudah untuk melabelkan topeng keren pada orang lain. Yang saya katakan keren adalah tindakannya, prestasinya, bukan orangnya. Saya baru melabeli seseorang Keren, ketika sudah melewati sertifikasi yang saya lakukan.

Perlu diketahui juga, bahwa tidak semua orang memasangkan topengnya pada dirinya sendiri. Bisa jadi orang lain yang memasangkannya. Bisa jadi orang lain itu adalah kita. Tidak jarang kita dengan mudah memasangkan topeng pada orang lain, hanya dengan melihat dari penampilan. Baru melihat wajah yang mirip artis antagonis di sinetron saja, sudah berasumsi bahwa orang tersebut juga antagonis. Kebanyakan, kita lebih mudah memasangkan topeng yang buruk pada orang lain daripada topeng yang baik.

Lebih baik tidak usah berprasangka. Entah itu prasangka baik maupun prasangka buruk. Prasangka baik itu hanya ditujukan pada Allah. Jadi, mohon jangan terlalu mudah menyimpulkan saya ini orang baik yang pantas dikagumi. Jangan juga terlalu mudah menyimpulkan saya ini orang buruk yang layak dijauhi. Jangan juga sampai salah sangka. Topeng dikira wajah asli, sementara wajah asli dikira topeng.


Saya jadi tahu alasan mengapa si Ariel Piterpan minta request : Buka dulu Topengmu!


Yogya, 29.5.12

One comment on “Topeng

  1. Nindy
    30 Mei 2012

    siapakah kawanmu itu…? hehe *wondering…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 29 Mei 2012 by in opini, sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: