.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Es Teh & Jeruk Hangat

#Cuma cerita Fiksi

Akhirnya kita mendapatkan tempat duduk yang nyaman untuk makan sekaligus ngobrol di warung makan ini. Warung makan ini memang nyaman untuk ngobrol, bahkan bisa jadi urusan makan adalah urusan kesekian. Yang pertama dan paling utama adalah ketemu & ngobrol, apapun yang diobroloin. Meski ada dua variabel utamanya: apa yang diobrolkan dan ngobrol dengan siapa. Dua variabel itu yang akan membuat pertemuan terasa lama atau sebentar, asyik atau membosankan, bahkan membuat makanan terasa enak atau membuat mual.

Bagiku kali ini, selain 2 variabel itu ada faktor lain yang membuatku antusias makan di warung ini dengan kamu. Pertama, sekarang adalah giliran kamu mentraktirku. Kedua, aku memang begitu lapar. Biar lebih cepat, kita samakan menu : nasi goreng. Siang-siang kok nasi goreng. Itu tidak masalah ketika dihadapkan dengan 2 variabel + 2 faktor lain yang aku sebutkan tadi. Bedanya di minuman. Aku pesan jeruk hangat, kamu es teh.

“Kenapa selalu saja Mas memesan jeruk hangat?” Tanyamu membuka basa-basi. Basa-basi kok dibuka.

“Karena… setahuku kalau makan kemudian minumnya es teh itu …”

“Aku tahu !” Kau memotong penjelasanku.

“Gimana coba?”

“Kalau minum jeruk hangat itu bagus untuk pencernaan. Nah kalau es teh itu malah ga baik untuk pencernaan. Gitu kan?” Kau begitu bersemangat.

“Tepat sekali”

“Trus, kenapa tadi aku tidak dikasih tau? Atau dianjurin pake jeruk hangat saja! ” Kau agak kesal.

“Lha, tadi kamu memotong penjelasanku. Aku belum selesai ngomong lho.”

“Oh, maaf Mas”

“Ada yang bilang jeruk hangat itu lebih baik dibanding es teh. Namun ada juga mazhab lain yang bilang kalau teh itu lebih baik daripada jeruk. Jadi, ketika kau memilih teh bisa jadi kau penganut mazhab kedua. Nah, saat ini aku lebih yakin dengan mazhab pertama. Bisa jadi suatu saat ketika ada yang bisa menjelaskan dengan ilmiah kalau teh itu lebih baik dari jeruk, aku akan pindah mazhab. Pilihanku saat ini tergantung sudut pandang & kefahamanku tentang hal yang kupilih ini.”

***

Seperti yang kuduga sebelumnya, berdasar 2 variabel & 2 faktor lain itu, makan siangku ini terasa begitu nikmat, terasa lama, dan tidak membosankan. Kita mendiskusikan tentang masa depan. Tentang pilihan yang akan diambil setelah selesai mengenyam bangku kuliah. Pilihan yang cukup berat bagi mahasiswa.

Ingin berwirausaha, tapi miskin pengalaman, takut rugi, baru membayangkan sudah ketakutan dengan resiko. Mau menjadi akademisi, tapi selama kuliah kurang bisa menangkap ilmu, IP saja pas-pasan. Mau menjadi profesional, tapi tidak mau dibilang sebagai kuli berdasi. Maunya mandiri, tapi tidak punya nyali. Belum lagi bagi seorang mahasiswi yang berkeinian totalitas menjadi istri & ibu di rumah tangganya, ilmu di bangku kuliah seakan-akan sia-sia.

Bagaimana lagi? Hidup adalah pilihan. Mau tidak mau harus memilih. Setiap pilihan ada resikonya. Ada sisi positif ada sisi negatif yang mau tidak mau harus dijalani. Agar tidak salah mengambil pilihan harus ada persiapan. Persiapan itu sendiri harus dillakukan dari sekarang. Sebagaimana mau pilih surga atau neraka?

“Aku bingung mas, mau jadi apa besok setelah lulus. Buka Usaha, akademisi, profesional, atau yang lainnya?”

“Jangan dibikin pusing. Ga ada yang salah dengan dengan pilihan yang akan kau ambil. Sebagaimana memilih es teh atau jeruk hangat

“Adakah alternatif lain selain es teh & jeruk hangat? Yang bisa mewakili keduanya?”

Aku berfikir sejenak..

“Ada”

“Apa itu? Sepertinya aku tertarik”

“Lemon tea”

Yogya, 120612

One comment on “Es Teh & Jeruk Hangat

  1. akhbirni 'anil ihsan
    12 Juni 2012

    sudah beberapa bulan ini saya beralih ke lemon tea, es teh kampul tepatnya, untuk teman minum makan siang.

    #tapi belum tertarik untuk ganti alamat blog jadi eslemonteaforthesoul😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 12 Juni 2012 by in Cerita Fiksi, hikmah, sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: