.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Pengusaha, Pegawai Negeri, Pegawai Swasta

 Tiga orang kawanku berbincang-bincang denganku tentang rencana mereka setelah lulus kuliah.

“Aku memilih menjadi pengusaha. Ngapain kuliah lama, kerja susah-susah kalo ternyata bikin kaya orang lain. Aku ingin memperkaya diriku dan orang lain. Indonesia itu butuh banyak pengusaha. Menjadi pengusaha itu merdeka, tidak terikat aturan-aturan yang membosankan” kata Paijo berapi-api

Aku mengangguk-angguk.

“Kalau aku mau jadi pegawai swasta saja. Sudah terjamin, gajinya besar dan tidak bingung lagi untuk urusan keuangan. Jenjang karirnya juga jelas. Uangnya juga jelas, tidak ada uang subhat. Beda kalau jadi pegawai negeri atau BUMN, banyak uang-uang panas. Nah kalau sudah mapan secara ekonomi aku bisa melakukan banyak hal. Menikah, naik haji, membahagiakan orang tua, dll” kata Paidi tidak kalah semangat.

Aku mengangguk-angguk.

“Kalau mau memperbaiki sistem mau tidak mau harus masuk ke dalam sistem itu. Aku memilih menjadi pegawai negeri atau pegawai BUMN saja. Masuk dalam lingkaran birokrasi. Aku tidak mau sekedar mengkritik dan menjelek-jelekkan lalu menghindar begitu saja. Aku tau resikonya. Tapi inilah yang namanya perjuangan. Aku tidak hanya ingin mencari uang, tapi juga ingin ikut berjuang mengabdi pada negara.” Paimin mengucapkannya dengan penuh keyakinan.

Aku mengangguk-angguk.

“Menurutmu bagaimana?” Hampir bersamaan mereka mengatakannya.

“Aku menghargai pendapat kalian dan keputusan kalian. Pesanku satu. Apapun pilihan kalian, jadi pengusaha, pegawai negeri, atau pegawai swasta, bekerjalah dengan cara yang benar !”

Paaijo, Paidi, Paimin mengangguk-angguk.

//

6 comments on “Pengusaha, Pegawai Negeri, Pegawai Swasta

  1. Dhian Nurma
    3 Juli 2012

    rabbi anta masqhudi wa ridhaKa mathlubi🙂

    • kangridwan
      10 Juli 2012

      amin..

  2. Siti Lutfiyah Azizah
    6 Juli 2012

    kalo ibu rumah tangga masuknya kategori apa Rid? *mesem-mesem*

    • kangridwan
      10 Juli 2012

      ibu rumah tangga itu bisa: istrinya pengusaha, istrinya pegawai negeri, atau istrinya pegawai swasta.😛

  3. Muhammad Amin
    9 Juli 2012

    “Aku menghargai pendapat kalian dan keputusan kalian. Pesanku satu. Apapun pilihan kalian, jadi pengusaha, pegawai negeri, atau pegawai swasta, bekerjalah dengan cara yang benar !”

    Like this Kang. Kisera sera, jadi apa pun juga tetap sempurnaaa…. #nyanyi

    Karena tiap orang memiliki peran masing-masing, jadi, mari “ber-acting” dengan baik agar dapet “Piala Oscar” dari Allah,😀

    • kangridwan
      10 Juli 2012

      Sip !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 3 Juli 2012 by in opini.
%d blogger menyukai ini: