.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Daun-daun Berserakan di Halaman Kos Saya

Kos Baru saya halamannya lumayan luas. Ada pohon besar di depannya, membuat hawa terasa lebih sejuk di ketika siang hari. Seringkali menjadi tempat meneduhkan motor, meski sebenarnya itu bukan tempat parker. Pohon besar itu daunnya banyak, kecil-kecil, dan selalu saja menjadi sampah yang berserakan. Persis seperti halaman rumah saya dulu waktu saya kecil.

Dulu ketika saya masih SD hingga SMA, menjadi tugas harian saya setiap pagi menyapu halaman, setelah sebelumnya mencuci piring di dapur sambil ngobrol sama ibu yang memasak, kadang juga dengan Bapak yang tak jarang membantu memarut kelapa dan memeras santannya. Saya menyapu halaman rumah dengan senang hati. Ketika melihat halaman rumah menjadi bersih dari daun, ada kepuasan tersendiri.

Hingga saat ini, setiap saya pulang ke rumah, tiap kali motor memasuki halaman rumah dan melihat ada daun berserakan di halaman saya merasa senang. Saya akan menyapunya dan mendapati halaman itu bersih. Di situ letak kesenangan yang luar biasa. Terkadang saya kecewa, karena ketika saya keluar ternyata sudah keduluan Bapak saya. Oh, selama saya di Jogja ternyata tugas rutin saya itu dikerjakan oleh Bapak saya.

Kembali ke kos saya..

Melihat daun-daun yang berserakan di halaman kos, saya merasa gatel dan bernafsu untuk membersihkannya. Aha ! Saya merasa senang ketika mendapati ada sapu lidi di pojok sana. Saya mengambil air bekas cucian di ember untuk membasahi tanah yang tak berpaving itu. Kalau tidak disiram air terlebih dahulu, debu-debu akan beterbangan. Setelah itu saya menyapunya. Tentunya: Dengan senang hati.

Saya melakukannya di pagi hari, ketika penghuni kos sedang sibuk di kamarnya. Entah sedang belajar, internetan, nonton tivi, atau mungkin tidur. Siapa tahu, mereka ikut senang ketika keluar nanti melihat halaman menjadi lebih bersih dari biasanya.

Sewaktu di asrama saya juga sering melakukan hal yang sama. Kebetulan ada pohon jambu yang daunnya berserakan. Saya yang menyapunya, tak peduli hari itu piket siapa. Terkadang ada kawan yang tergerak untuk membantu. Terkadang ada pula yang cuek lewat begitu saja tapi itu tidak masalah bagi saya. Lagi-lagi saya melakukannya dengan senang hati.

Pagi ini, setelah mandi saya melihat daun-daun sudah mulai banyak yang berserakan. Maka saya tergerak untuk menyapunya. Saya basahi tanah dengan air bekas cucian dan saya mulai menyapunya. Siapa tahu bisa terhitung sebagai shadaqah di hari Jumat. Bukankah shodaqoh tidak harus selalu dengan uang?

Hampir setengah halaman mulai tersapu tiba-tiba mas Yudhi keluar kamar sambil agak berteriak.

“Sini saya saja yang nyapu. Kamu sudah mandi entar kotor lagi lho. Akhwat-akhwat pada pergi nanti malahan.” Pintanya sambil bercanda.

“Haha, ga papa mas. Daya tarik saya bukan pada mandinya saya mas!” Saya menolak sambil berkelakar.

“Sudah sini, saya dari kemarin juga pengin nyapu. Cuma belum sempat saja”

Mas Yudhi memaksa, apa boleh buat. Saya berikan sapunya. Pahala juga harus dibagi-bagi dong. Ketika melihat pertama kali saya menyapu halaman beberapa hari yang lalu, Mas Yudhi bilang “maaf ya, saya belum bisa bantu”. Mungkin pagi ini dia mau memenuhi ucapannya.

Pagi ini, daun-daun yang berserakan di halaman kos saya ini membuat saya jadi lebih akrab dengan mas Yudhi. Sebagai penghuni baru, ini hal baik. Menyapu daun-daun yang berserakan ini membuat saya bernostalgia, teringat saat dulu saya melakukan tugas rutin harian di rumah. Seakan sedang menyapu halaman rumah bersama Bapak saya yang memotong tanaman pagar menjadi lebih rapi.

Terimakasih daun pohon yg berserakan!

 

Jumat 6 Juli 2012, 06.30
Setengah bulan menuju Ramadhan
Kos Baru, setelah menyapu halaman.

//

//

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 6 Juli 2012 by in hikmah, sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: