.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Nekad Menjadi Pembicara

Mendadak diminta ngasih sambutan

Suatu ketika, saya ditelpon diminta menjadi pembicara dimana audiens-nya adalah guru-guru PAUD/TK se-kecamatan. Jelas, tema yang musti saya sampaikan agak begitu kurang nyambung dengan kompetensi saya. Saya yang mahasiswa Teknik Mesin ini diminta memberi materi tentang “Membentuk Karakter Peserta Didik”. Jaka sembung naik ojek, ga nyambung Jek ! Teman saya bahkan sampai ngakak-ngakak ketika saya cerita dengannya.

Waktu itu saya tidak sempat berfikir panjang untuk meng-iyakan. Pertama, karena yang menelpon saya meminta jawaban sesegera mungkin dan mengharap saya memberi jawaban “iya”. Kedua, penelpon itu adalah Bunda Wiwin, Bu lurah Paitan-tempat saya KKN dulu-. Keluarga Pak Lurah sudah saya anggap keluarga saya sendiri. Selain rasa hormat saya, saya yakin Bunda Wiwin memiliki alasan tersendiri mengapa saya yang diminta menjadi pembicara.

Bagaimana bisa undangan ini bisa terjadi? Jangan heran, di negeri ini banyak pengundang yang salah memilih pembicara untuk memberi materi. Itu pertama. Yang kedua, di negeri ini banyak pembicara yang tetap saja menyanggupi jadi permbicara walau jauh dari otoritasnya. Untungnya saya adalah rakyat negeri ini, jadi saya tenang saja menikmatinya.

Nekat ngisi training

Wow, ternyata nekad tidak hanya cocok untuk mencuri atau bunuh diri. Nekad bisa juga bisa dimanfaatkan untuk kebaikan, selama bisa mengelola dengan baik. Setiap kali ada pembicara yang luar biasa penyampaiannya atau materinya, saya tidak hanya menikmatinya sebagai pendengar tetapi juga menjadi pengamat. Mengamati apa yang bisa dicuri, siapa tahu bisa menjadi modal untuk meningkatkan kapasitas saya agar tidak lagi terlalu kelihatan kalau sedang nekad.

Dengan persiapan seadanya, kemarin saya ke desa Paitan dengan hati gembira. Malam sebelumnya saya baru pulang dari Jakarta dan buru-buru ke warnet mencari amunisi. Pagi-paginya setelah subuh baru saya membuat slide. Meski seadanya, saya buat sedemikian rupa agar tidak terlihat kalau itu seadanya. Toh, kalau terlalu bagus malah nanti audien tidak memperhatikan saya gara-gara slide saya lebih menarik dari saya.

Merupakan kebahagiaan tersendiri ketika kita bisa berbagi dengan orang lain. Belum lagi jika diberi kehormatan sebagai pembicara yang mana semua mata akan tertuju pada kita. Ketika melewati SD Paitan, beberapa siswa yang menyadari keberadaan saya sempat berteriak. “Hei, itu kan mas Ridwan !”. Mendengarnya saja sudah menjadi semakin gembira. Saya yakin mereka juga bahagia, seperti fans ketemu idolanya. Tadinya saya hanya menarisisi diri sendiri. Namun terbukti, ketika jam istirahat beberapa dari mereka datang ke balai desa, hanya untuk melihat saya dari luar jendela.

Agak sedikit kikuk ketika saya menyampaikan materi yang isinya adalah melulu teorinya orang lain. Jadi mirip kuliah. Saya saja agak bosan, apalagi yang mendengarkan. Maka beberapa kali saya membuat teori sendiri, mencoba mencari amunisi yang saya siapkan malam sebelumnya atau menggali berbagai stock yang telah saya curi tiap kali saya menjadi pendengar. Selain itu juga bercerita tentang pengalaman yang pernah saya lakukan, mendongeng, ngajar SMC, ngajar TPA. Meski hanya sedikit ternyata cukup membantu.

Semua perhatian kembali tertuju pada saya, termasuk panitia yang di luar ruang. Saya tidak lagi terlalu peduli kalau ternyata materi yang saya sampaikan mungkin kurang begitu sesuai dengan permintaan panitia. Yang penting forumnya hidup, lebih-lebih ada yang bertanya dan menanggapi ocehan saya.

Nekad di depan guru PAUD/TK

Seusai acara, sebelum saya berangan-angan kalau para audiens sebenarnya muak dan bosan dengan penyampaian saya, saya buru-buru memberi pujian pada diri sendiri untuk membesarkan hati saya. Kalau menunggu pujian dari orang lain belum tentu ada. Mending yang sudah pasti saja.

Jadi saya sarankan, Anda untuk mencoba nekad untuk kebaikan. Kelola kenekadan itu dengan baik. Nekad menjadi pembicara, tak apalah, sambil belajar. Boleh juga kalau mau nekad mengundang pembicara yang nekad !!

Kutoarjo,  18 Juli 2012

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 18 Juli 2012 by in sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: