.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Pemuda Loyo & Pemudi Loyo

 “Saya melihat pemuda-pemuda di hadapan saya ini loyo! Tidak terlihat semangat Pemudanya!” Kata seorang pembicara dengan nada tinggi.

Seperti tertampar, iya juga ya.

Aku melirik ke baris sebelah kiri saya yang kebanyakan diisi oleh para pemudi. Seakan-akan mereka senang melihat kami dikatai begitu oleh sang pembicara. Puas. Senyum mereka seakan- akan berkata, “Dengarkan tuh! Para pemuda! Makanya, jangan jadi pemuda yang loyo!”. Aku menunduk sambil meresapi tamparan itu.

“Tapi..” lanjut sang pembicara, “Saya melihat pemudi-pemudi di sini lebih loyo!”

Tiba-tiba saya terbelalak. Kembali menatap tajam wajah pembicara.

“Di balik lelaki hebat, selalu ada wanita yang tidak kalah hebat. Maka, di balik pemuda loyo pasti ada pemudi yang lebih loyo !!”

Keadaan berbalik. Wajah para pemudi di barisan kiri saya berubah drastis. Gantian. Senyum itu berpindah ke barisan sebelah kanan. “Dengar tuh wahai para pemudi!”

##

Silogismenya kan memang begitu. Jika x=y, maka –x = -y dong.

Jika ada seorang lelaki hebat, dipastikan di balik hebatnya lelaki itu ada wanita yang hebat.  Wanita itu adalah ibunya dan istrinya. Ibunya membentuk berbagai karakter mulai dari lahir hingga benar-benar dewasa. Lalu istrinya yang menjadi wanita terdekat berikutnya yang memberi motivasi, dan berbagai masukan sebagai pertimbangan ketika si lelaki mengambil keputusan.

Jangan remehkan wanita. Pasukan hebat & persenjataan tangguh masih kalah dibanding “senjata” yang dimiliki perempuan. Bisa kita lihat di film Red Cliff. Bagaimana Cau Cau dengan pasukan armada darat dan laut yang luar biasa dibanding lawannya, kemenangan yang sudah di depan mata menjadi berbalik keadaannya. Xiao Qiao, istri Zhou Yu, lah yang mampu memperdaya Cau Cau hingga lengah hanya dengan mengajak minum teh. Luar biasa perempuan ini.

Kalau bingung, jangan dibikin pusing. Kita bisa lihat kisah Habibie & Ainun yang ditulis oleh pak Habibie. Betapa luar biasa pengaruh Bu Ainun sampai-sampai pak Habibie mengalami shock berat ketika Bu Ainun tiada. Buku itu sendiri ditulis oleh Pak Habibie sebagai sarana terapi. Dengar-dengar, Jatuhnya Pak Harto tahun 1998 juga ada pengaruh karena meninggalnya Bu Tien.

Rasulullah SAW mampu menjalankan tugas dakwahnya juga karena mendapat dukungan penuh dari istrinya, Siti Khadijah. Saya yakin, istri Abu Bakar, Umar, Usman, Ali, juga wanita yang hebat.

Coba lihat nih hadits :

“Barangsiapa yang mengasuh dua orang anak perempuannya hingga dewasa, maka dia dan aku akan datang bersamaan pada hari kiamat kelak.” Beliau jari-jemarinya.” (HR. Muslim no. 2631)

Menyadari nilai strategis wanita, tidak heran jika kemudian PPSDMS membuka untuk peserta putri. Setelah saya selidiki ternyata kurikulumnya berbeda dengan peserta putra. Ya memang begitulah, tidak akan pernah bisa disamakan antara pria dan wanita karena sejatinya keduanya saling melengkapi.

Saya tutup tulisan ini kata-kata bijak :

Mendidik seorang pria adalah mendidik satu orang, tetapi mendidik perempuan adalah mendidik bangsa.

Jangan ada lagi pemudi loyo! Insya Allah pemudanya juga tidak akan loyo.

Brantas Keloyoan !!

🙂

 

Kutoarjo, 26 -7 2012
Setelah tadi pagi sahur bareng Bapak Ibu

One comment on “Pemuda Loyo & Pemudi Loyo

  1. hamid
    26 Juli 2012

    SubhanAllah🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 26 Juli 2012 by in opini, sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: