.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Buka Bersama jangan Terlena Bersama

Biasanya nih, bagi anak muda ada banyak jadwal ketika ramadhan. Satu di antaranya adalah acara Buber. Entah itu singkatan dari Buka Bersama, atau buka bareng. Yang jelas inti acara itu adalah adanya berbuka bareng-bareng.

Bagi yang ikut organisasi, atau komunitas, atau kelompok, atau apapun namanya, biasanya kelompoknya itu akan mengadakan Buka Bareng. Ngumpul-ngumpul, ngobrol-ngobrol, menjelang buka puasa dan akhirnya buka bareng-bareng. Nikmat memang, apapun makanannya akan terasa lebih enak karena ngumpul-ngumpulnya.

Nah, terlebih mendekati lebaran. Ketika kawan-kawan sudah pada mudik, biasanya juga pada ngajakin buber sekalian reunian. Entah itu kawan sekelas, kawan se SMA, kawan SMP, kawan SD, kawan TK, dll. Tidak jarang sampai terjadwal. Sore ini disini, besok disana, lusa disitu. Demi Buber dengan kawan-kawan. Sekalian silaturahim, begitu istilah kerennya.

Namun sayangnya, seringkali acara yang tujuannya baik yaitu untuk mempererat keakraban, menyambung silaturahim, dan berbagi pengalaman itu membuat lalai pelakunya. Saking asyiknya ngobrol sampai-sampai shalat magrib terlupakan, disepelekan atau bahkan dilalaikan. Na’udzubillah banget. Lho, tapi itu seringkali terjadi !

Atau, kalaupun kemudian shalat maghrib, setelah itu dilanjutkan ngobrol-ngobrolnya. Eh, gantian shalat isya’nya yang terlalaikan. Biasanya di masjid dan tarawih, ini masih saja di warung makan nongkrong bareng kawan-kawan. Tadinya alesannya sih : entar aja deh, shalat isya’ & tarawihnya di rumah. Giliran sudah pulang, kekenyangan, kecapekan, ngantuk, tidur, bangun-bangun pas jam sahur deh.

Jadi, saran saya jika mau ikut buka bareng, musti diperhitungkan waktunya. Direncanakan sebaik mungkin agar yang wajib tidak terlalaikan oleh yang sunah. Agar acara berbuka menjadi berkah. Apa itu berkah? Berkah itu maknanya ziadatul khoir, bertambah kebaikan. Kalau dengan berbuka bareng-bareng malah menghasilkan terlena bareng-bareng itu berarti tidak berkah dong.

Kalau memang acaranya padat, ya di agendakan sekalian di rangkaian acara buka bareng : shalat magrhib berjamaah, syukur-syukur sekalian shalat isya dan tarawihnya. Atau terserah bagaimana merangkai acaranya biar tetep berkah.

Jangan sampai di bulan yang pahala dilipatgandakan ini, kita tidak bisa memanfaatkannya sebaik mungkin gara-gara terlena dengan hura-hura berkedok buka bersama. Terlebih jika sudah masuk 10 hari terakhir ramadhan, jangan sampai ketiduran karena kecapekan atau kekenyangan sampai-sampai tidak menghidupkan malam-malamnya yang bisa jadi adalah malam 1000 bulan.

Sekian tausiah dari saya. Ah, terlalu lebay jika disebut tausiah. Ini sebenarnya nasehat untuk diri saya sendiri. Karena menasehati orang lain adalah cara efektif menasehati diri sendiri.

Yogya, 15 Ags 2012
Habis terlalaikan gara2 Buka Bareng

Orang yang ngasih tau, ” Ati-ati, lantainya licin!” Bisa jadi adalah orang yang baru aja kepleset. Itu adalah orang kepleset yang baik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 15 Agustus 2012 by in hikmah, ngaji yuk.
%d blogger menyukai ini: