.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Leba(y)ran

Orang-orang menyebut Idul Fitri dengan Lebaran. Mungkin karena lebih hemat satu suku kata. Apalagi jika nanti kemudian dibandingkan dengan kata halal bi halal, kata lebaran lebih hemat dua sukukata. Kok jadi mbahas suku kata ya?

Langsung saja pada inti dari tulisan ini : Banyak orang-orang menyibukkan diri secara lebay untuk menyambut datangnya lebaran. Itu !

Jika ibarat balapan lari, semakin mendekati garis finish pelari akan semakin cepat berlarinya. Yang ada adalah percepatan, bukan perlambatan. Maka mustinya juga begitu, semakin ramadhan hampir habis, harusnya ibadanya makin kenceng.

Mungkin karena itu, Allah menurunkan malam 1000 bulan di sepuluh hari terakhir. Rasulullah i’tikaf di 10 hari terakhir. Agar kita lebih bersemangat untuk beribadah. Sayangnya, banyak orang yang lebih tertarik ke pasar daripada ke masjid. Mereka sibuk untuk menyambut lebaran, katanya. Jadilah yang didapat bukan Lailatul Qadar, tapi Lailatul Bazar.

Dalam suatu hadits, bulan ramadhan itu dibagi menjadi 3 sesi. Sepuluh hari pertama sesi Rahmat (kasih sayang), sepuluh hari berikutnya sesi Maghfiroh (pengampunan dosa), dan sepuluh hari terakhir adalah sesi pembebasan dari api neraka. Siapa yang ingin terbebas dari api neraka? Bahkan di doa sapu jagad juga ada kalimat “waqina ‘adzabannar”.

Cobalah lihat shaff di masjid. Bandingkan dengan ketika hari pertama ramadhan . Pasti mengalami kemajuan. Kemajuan shaff maksudnya. Jika hari pertama ramadhan jamaah membludak, kini tinggal setengahnya mungkin, sisanya telah tereliminasi. Semoga kita termasuk yang istiqomah..

Perayaan Idul Fitri itu hanya satu hari. Beda dengan Idul Adha yang 4 hari (ditambah 3 hari tasyrik) sampai-sampai haram berpuasa karena selama 4 hari itu kita disuruh untuk merayakannya. Namun coba lihat hingar bingarnya sangat tidak seimbang. Untuk Idul Fitri, satu keluarga bisa habis hingga 5 juta mungkin sementara untuk idul Adha menyembilh satu kambing 1,5 juta saja keberatan.

Lima juta dari mana? Coba deh dihitung, untuk membeli baju baru berapa, untuk membeli snack + makanan lebaran berapa, untuk ngecat rumah, untuk mudik, untuk pertemuan keluarga, untuk reuni SMA, reuni SMP, reuni SD, reuni PAUD, wah tidak akan ada habisnya.

Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Jangan lebay, please. Ada porsinya sendiri-sendiri. Juga pandai-pandailah menentukan prioritas.

Ah, saya bingung mau nulis apa lagi. Saya gembira sebentar lagi akan Idul Fitri. Namun rasa sedih saya lebih terasa. Sedih akan ditinggal oleh bulan Ramadhan sementara belum bisa mengoptimalkannya.

Sudah ah, byee.

Semoga kita termasuk orang yang beruntung, bukan merugi

 


15 Ags 12, 01:12

Masjid Istiqomah

Karanggayam,Yogya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 15 Agustus 2012 by in hikmah.
%d blogger menyukai ini: