.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

“Merdeka !”, Aku Berteriak dan Setan Mengikutinya

Hari ini, di negeri kita ada kata yang paling banyak dipekikkan oleh orang-orang : “Merdeka!”. Pekikan itu bisa dalam bentuk teriakan lantang, bisa juga dalam bentuk huruf-huruf yang tersusun menjadi kata , terkadang ditambah tanda seru.

Ada yang benar-benar memahami makna kata itu, ada yang sebatas asal berteriak mengikuti orang-orang persis seperti burung beo. Tak ada yang salah, yang penting hari ini ramai dengan kata Merdeka! Karena hari ini adalah hari ke-merdeka-an negeri kita.

Merdeka itu kurang lebih artinya bebas. Merdeka dari penjajahan maksudnya bebas dari penjajahan. Merdeka dari perbudakan maksudnya bebas dari perbudakan.

Seperti halnya setan yang dibelenggu selama bulan Ramadhan, ketika Ramadhan usai berarti dia bebas dari belenggu. Jika hari ini kita berteriak Merdeka ! maka besok sore ketika bulan Ramadhan usai, saatnya Setan juga meneriakkan kata yang sama : Merdeka!.

Manusia ataupun setan boleh saja meneriakkan kata apa saja, terserah mereka. Bahkan dalam kondisi belum merdeka pun, para pejuang kemerdekaan dulu juga sering meneriakkan kata merdeka. Sekarang juga boleh saja kalau mau meneriakkan kata merdeka, meski pada kenyataannya kita juga belum yakin apakah negeri ini sudah benar-benar merdeka seutuhnya.

Masih ingat slogan penjajah zaman dulu? Itu loh, 3G : Gold, Glory, Gospel. Jika dulu bentuknya adalah VOC, kini malah penjajah itu menjelma dalam berbagai rupa. Gold, bisa kita lihat dengan jelas berapa banyak perusahaan asing yang mengeruk kekayaan alam bahkan ada juga yang bentuknya benar-benar Gold : Emas. Glory berbentuk pengakuan, atau juga bisa kita lihat intervensi yang bisa mereka lakukan pada negeri ini. Gospel, yang jelas adalah agama bernama demokrasi.

Ah, saya yakin Anda bisa menghitung-hitung sendiri kebelummerdekaan kita, dalam berbagai bidang tentunya. Sangatlah tepat jika kemudian dalam pembukaan UUD 1945 alenia ke-2 tertulis : “… mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia..”. Jadi kemerdekaan yang sebenarnya masih dalam konfirmasi. Harus diperjuangkan. Proklamasi waktu itu baru mengantar kita di pintu gerbang.

Merdeka adalah sebuah tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan yg telah dimulai oleh para pahlawan

Jadi, mari kita ikuti jejak para pejuang kemerdekaan yang tetap meneriakkan kata Merdeka meski belum kondisinya belum merdeka. Setidaknya kita jadi sadar kalau memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan yang belum selesai. Berjuang untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan bermartabat serta memperoleh kebaikan dari Allah, tuhan pencipta semesta.

Jangan mau kalah dengan Setan yang tak pernah lelah dengan perjuangannya menggoda manusia. Jangan kalah dengan setan yang meski dibelenggu sebulan tetap bersemangat mencari kawan ke neraka. Jika setan  berteriak, mari kita juga jangan kalah berteriak :

MERDEKA!!

 

Kutoarjo
Jumat, 17 Agustus 2012
Malam terakhir Ramadhan

 

*Kata Merdeka terulang 23 x dalam tulisan ini loh

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 17 Agustus 2012 by in opini.
%d blogger menyukai ini: