.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Halal-Balalan

Sudah menjadi tradisi di kampung saya (juga mungkin kampung Anda) ada acara khas lebaran. Biasanya dikenal dengan istilah Halal Bihalal, kalau lidah jawa menyebutnya Balalan. Acaranya keliling ke satu persatu rumah tetangga sekitar. Bersilaturahim, begitu kira-kiranya.

Yang muda mengunjungi yang tua, atau yang dituakan. Dan dalam hari-hari lebaran ini, seakan sudah ada peraturan tidak tertulis bahwa di meja ruang tamu harus ada berbagai toples dengan ragam makanannya. Di ruang makan juga terdapat menu yang beda dari biasanya.

Paling bahagia adalah anak-anak kecil karena mereka akan mengelilingi seisi kampung, memasuki semua rumah. Tak peduli ia tau tidak siapa sebenarnya pemilik rumah. Visi utamanya adalah mengumpulkan uang saku sebanyak-banyakya, bahasa gaulnya salam tempel. Dulu, waktu saya masih kecil kalau mau dibelikan celana panjang oleh ibu yang saya pilih adalah yang paling banyak sakunya. Untuk mengantisipasi berbagai hal.

Semua orang gembira, dengan berbagai alasannya sendiri-sendiri. Urusan hutang di”amnesia”kan sementara. Urusan skripsi dikunci rapat-rapat dulu. Yang penting gembira. Urusan setelah selesai lebaran itu belakangan.

Namun, tetap saja ada pihak-pihak yang merasakan sedikit ketidaknyamanan. Ternyata bertemu dengan handai tolan, bertemu dengan tetangga-tangga itu juga menimbulkan resiko tersendiri. Mau tidak mau akan ada obrolan yang harus diobrolkan, untuk sekedar basa-basi mungkin. Dan biasanya muncul pertanyaan yang tidak diharapkan. Itu yang membuat ketidaknyamanan. Di antara mereka adalah para bujang / bujangwati, skripsiwan skripsiwati. Kapan nikahnya? Kapan lulusnya?

Tenang saja, itu hanya sedikit ketidaknyamanan. Masih terlalu banyak alasan untuk bergembira. Jadi, tidak jadi masalah dengan pertanyaan tak diharapkan itu. Jawab saja dengan senyum, atau dengan kelakar, toh itu biasanya hanya pertanyaan basa-basi. Haha.

Ada lagi fenomena lain. Para perantau yang mudik biasanya akan menunjukkan kesuksesannya. Ini loh, gue !! Udah jadi orang nih!. Mereka tampil sedemikian rupa sehingga para tetangga akan menyematkan predikat orang sukses padanya. Hapenya yang model canggih, bahasanya terkadang membuat orang bingung tapi disitu yang membuat orang berdecak, motornya keluaran terbaru meski menjadi rahasia umum kalau itu kredit 2 tahun. Apapun itu, semua bergembira.

Belakangan ini saya curiga, bahwa maksud sebenarnya ber-balalan itu bukan untuk saling meminta maaf. Maksud sebenarnya adalah yang disebut pertama kali :”Maksud kedatangan saya, yang pertama adalah silaturahim dan mengucapkan met Idul Fitri”. Nah, itu. Untuk hal meminta maaf, menurut saya itu hanya sebagai pelengkap, pemanis, penambah suasana bergembira. Iya, itu juga termasuk dalam misi, tapi bukan yang utama.

Coba deh, mereka mudik dari kota ke kampung. Eh, minta maafnya sama tetanggai kampung. Padahal berbuat dosanya di kota, yang biasanya digosipin juga tetangga-tetangga di sana. Lha ini minta maafnya sama tetangga-tetangga. Bahkan terakhit berkunjung ya lebaran tahun lalu. Kira-kiranya masih bersihlah dosanya. Tidak ada yang salah, yang penting bergembiralah.

Sebagai tambahan dari saya, setelah kembali dari kampung halaman ke tempat hidup – entah itu kota, atau kampus, atau mana aja deh- jangan lupa untuk ber-balalan pada mereka yang sering kita ganggu. Tetangga kamar, ibu kos, pak takmir masjid, ibu yang jualan makanan, teteh & aa’ Burjo, teman-teman yang biasanya rapat bareng, dan semuaaanya. Kalau perlu kasih mereka hadiah satu-persatu. Kalau pun tidak, ya kedatanganmu itu anggap saja hadiah. Bawa kegembiraan balalan pada kehidupan kita yang sebenarnya.

Sebagai penutup, mari kita bergembira di hari raya Idul Fitiri. Bergembira tetap dalam batas tidak berlebihan.

 

Saya mengucapkan : Selamat Idul Fitri 1433 Hijriyah. Semoga kita kembali suci dan bisa menjaga kesucian itu. Salam “muaah” dari saya.

 

2 Syawal 1433 H

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 20 Agustus 2012 by in hikmah.
%d blogger menyukai ini: