.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Wew !

Jadi begini ceritanya, Saya diundang oleh suatu kepanitiaan (semacam OSPEK) untuk sharing dengan mahasiswa baru. Karena acaranya besar, di kampus yang besar, -dan butuh duit yg besar pula mungkin-, panitia juga besar. Saya dan sekian banyak kawan saya yg disebut oleh panitia sebagai aktivis kampus, aktivis pergerakan, diundang untuk di-brifing oleh panitia mengenai teknis dan macam-macamnya. Runtut, rapi. TOR juga kemudian dikirim ke email.

Nah, pas hari H begini kejadiannya. Tempat yg tertera di TOR ternyata diubah karena ada kondisi tak terduga. Waktu mulainya molor hingga satu jam. Jatah waktu untuk saya yang seharusnya 20 menit menjadi 5 menit. Yang mengagetkan lagi, tema yang didiskusikan tidak seperti yang ada di TOR. Komplet sudah.

Eits itu belum selesai, moderator yang seharusnya memperkenalkan singkat tentang saya terlebih dahulu (seperti yang dijelaskan ketika brifing) justru begini.

“Yak, kita kedatangan fasilitator yang akan membersamai kita. (sambil menunjuk saya). Mas siapa namanya mas?”, “Dari mana mas?”

Saya jawab seperlunya, sambil tersenyum tentunya “Ridwan, teknik mesin”

Saya sendiri kemudian bingung, apa yang mau saya sampaikan. Belum lagi moderator / panitia nya berkali-kali ngasih tahu kalau waktu hampir habis. Padahal baru mulai. Makin kacau pikiran saya. Namun saya tetap bersikap santai, seperti normal apa adanya. Urusan hati, saya dan Tuhan yang tahu.

##

Saya banyak belajar dari pengalaman hari ini. Suer! Saya tidak menyalahkan moderator dan panitia itu, meski sebenarnya memang salah. Mereka yang di lapangan –yg menemani saya- kebanyakan masih tahun pertama, atau tahun kedua. Saya justru bercermin dari mereka:

Wow, jangan-jangan saya dulu pernah seperti mereka atau justru lebih parah.

Saya jadi tahu bagaimana rasanya menjadi orang yang diundang. Diundang itu berarti menjadi tamu. Tamu, meski dia raja, ya tetap ikut tuan rumah. Yang berkuasa tetaplah tuan rumah, ya sudah ngikut saja. Tidak selamanya nyaman atau mengenakkan. Saya juga menjadi tahu bagaimana ternyata mereka para pembicara itu juga pandai menyembunyikan kedongkolan untuk menghargai kerja keras panitia. Wajahnya tetap senyum tapi urusan hati hanya dia dan Tuhannya yang tahu.

Mereka tetap bersemangat datang. Undangan jam setengah empat sore, pembicara datang lebih awal, eh peserta masih sedikit. Itu masih mending, pernah pula panitia malah belum beres. Itu dulu, ketika saya menjadi panitia. Dan mas pembicara itu begitu ramah. Sambil tersenyum : santai saja dek.

Pernah juga saya menangkap kedongkolan seorang pembicara ketika menyerahkan 1 bukunya kepada panitia sebagai doorprize untuk dibagikan kepada peserta tapi si panitia meminta pembicara untuk memilih siapa peserta yang beruntung.

Dengan santun pembicara itu mengatakan sambil tersenyum, “Sudahlah dibagi terserah masnya saja. Saya sudah ngasih buku kok masih juga disuruh milih”

Pelajaran berikutnya adalah serapi apapun rencana, harus ada kejelasan mengenai rencana itu kepada semua pihak terkait, juga kedisiplinan harus ditegakkan. Karena dampaknya bisa sistematis, kadang juga seperti efek domino. Jadilah rencana indah, jadwal yang rapi, hanya sebuah rencana yang tak terlaksana. Rencana rapi harus diiringi dengan eksekusi yang rapi.

Masih ada lagi. Banyak hal yang tak terduga bisa terjadi padamu kapan saja. Maka bersiap siagalah menghadapi kejutan-kejutan. Perlu diingat juga kalau kejutan tidak selalu menyenangkan, ada juga yang sebaliknya. Keduanya perlu diwaspadai.

Kalo panitianya minta maaf, akan kujawab dengan jawaban pembicara yg dulu pernah kuperlakukan seperti itu : Santai saja, saya juga pernah seperti kalian. Jadi, bisa merasakan bagaimana susahnya menyelenggarakan acara seperti ini.

Wew !

Itu duluah cerita saya sore ini. Mungkin ga penting, mungkin agak penting.

Salam heuheu!

Jogja, 30 Ags 2012

5 comments on “Wew !

  1. Umarat
    2 September 2012

    Salam kenal KangRidwan. Nice blog!

  2. Nunik
    5 September 2012

    kondisi yang sama dialami oleh rekan- rekan yang diundang jadi pembicara juga saat itu. Berfikir positif saja, mungkin kondisinya sangat diluar kontrol, mereka masih belajar jadi panitia.🙂

    • kangridwan
      1 Oktober 2012

      Yoyoy, secara gitu loh.

      Dulu aja pas masih aku kayak mereka, pembicaranya sabaaaar banget og. hehe

  3. aerodest
    6 September 2012

    hahahay.. okaiokai..
    acara apa mas?

    • kangridwan
      1 Oktober 2012

      PALAPA, ospek Univ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 30 Agustus 2012 by in hikmah.
%d blogger menyukai ini: