.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Ustadz Paijo

Paijo kaget melihat peserta pengajian di hadapannya. Tidak kebayang sebelumnya. Panitia tidak memberi tahu kondisi ini sebelumnya. Remaja masjid mengadakan pengajian untuk para remaja. Sebelumnya, paijo benar-benar tidak mau ketika ia diminta menjadi ustadz tiga hari yang lalu.

“Lucu ah, masak namanya ustadz Paijo”

“Ya pake nama Abu siapa gitu. Biar lebih kelihatan pantes jadi nama ustadz gitu”

“Bukan itu sebenarnya masalahnya. Lha aku spesialisasinya ngajar TPA. Bukan ngisi pengajian remaja. Ga lucu kan kalau mereka aku suruh tepuk anak sholeh. Kalau simbah-simbah masih mending, ga banyak protes. Kalo bosan paling juga mereka tidur. Lha ini remaja je. Bisa-bisa aku dibuly entar”

“Nah. Justru ini tantangan buatmu Jo, Oke?”

Nah malam ini Paijo sudah sampai di masjid tempat pengajian. Seharian penuh latihan berceramah. Mencari jawaban dari pertanyaan yang kemungkinan akan muncul. Tapi sesampai masjid, Paijo resah. Melihat peserta pengajian di hadapannya yang menjadi tantangan tak terduga sebelumnya. Rasanya Paijo ingin pulang saja. Atau pura-pura mati aja deh.

Bagaimana tidak? Remaja di hadapannya itu habis pada mabok. Hidung Paijo mencium bau alkohol, sangat terasa  baunya. Mereka duduk menjadi beberapa kelompok yang menggerombol. Tidak malu sambil klepas-klepus, ngrokok. Suasana super tidak kondusif sudah terasa sebelum saatnya Paijo ngomong. MC baru bicara saja sudah dikomentari. Komentar klompok sini dikomentari kelompok sana. Kacau.

Benar saja. Baru saja MC memperkenalkan nama Paijo suasana sudah ramai.

“Ustadz Paijo? Hahaha. Kayak yang Bakul Pitik (jual ayam)!”

“Ngawur ! Paijo tuh Satpam di sekolahku”

“Salah ! Bakul Cilok tau!”

“Woi, jangan macem-macem kamu! Bapakku namanya juga Paijo yo!!”

“Paijo yang mana? Bakul pitik, satpam, apa bakul cilok?”

“Hahaha!”

Paijo berpikir keras bagaimana bisa menjinakkan manusia-manusia di depannya ini. Strategi apa, bagaimana biar bisa terlepas dari ancaman bully, jadi pembicara malah jadi objek baha tertawaan. Paijo berpikir keras, berpikir keras, dan berpikir keras. Ahaa!

“Monggo ustadz” kata MC sambil menyerahkan mic.

Bismillah, batin Paijo.

Paijo berdehem sekali, lalu memandangi semua peserta dengan tatapan tajam.

“Yang duduk di sebelah kanan saya”, jeda sejenak,”pasti mati !” sambil menunjuk sebelah kanan.

“Yang duduk di sebelah kiri saya, pasti mati” Suaranya makin lantang

“Yang duduk di depan saya,”

“.. Pasti matii !” jawab beberapa remaja bersamaan.

“Nah, yang pada ngerokok ini..”

“.. Pasti matii !” makin kompak suaranya.

“Setiap kita yang di sini ..”

Pasti Matiii..!

Suasana menjadi hening. Sengaja suasana diiamkan sejenak. Yes, batin Paijo. Berdasarkan teori komunikasi yang telah dibacanya, ketika audien sudah bisa masuk dalam percakapan itu pertanda baik.

“Kata Rosulullah, orang yang cerdas adalah orang yang banyak mengingat kematian”

Paijo memberikan materi bukan yang telah disiapkan sebelumnya. Tema pengajian ia ubah dengan sepihak menjadi : kabar-kabar akhirat. Tentang betapa menakutkannya neraka, mengerikannya azab dan siksa. Kemudian juga nikmatnya surga. Cukup efektif ternyata. Mengajak manusia berpikir tentang masa depan. Jauh lebih visioner : tentang kehidupan setelah kematian.

Sementara itu peserta masih terbengong. Sepertinya sedang membayangkan diri mereka disiksa di neraka. Paijo segera menutup pengajiannya, timing yang tepat.

“Sekian, Wassalamualaikum”

Paijo langsung pulang.

 

30.9.12

Iklan

2 comments on “Ustadz Paijo

  1. ELy Prasetyani Wulandari
    13 Oktober 2012

    ini gak salah ketik nama ustadznya kan, mas? he..

    • kangridwan
      15 Oktober 2012

      Ntar coba saya cek lagi, kalo2 ada yg salah ketik 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 30 September 2012 by in Cerita Fiksi.
%d blogger menyukai ini: