.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Seperempat Abad

Seperempat abad yang lalu. Ah, Ternyata sudah begitu lama. Meski seakan terasa seperti baru kemarin saja. Masih teringat jelas bagaimana peristiwa itu terjadi. Belum genap satu tahun pernikahan kami, bayi yang kukandung selama sembilan bulan ini sudah saatnya melihat dunia. Aku melahirkan untuk kali pertama.

Waktu ketika aku benar-benar bahagia, menjadi wanita yang sesungguhnya : menjadi serorang ibu. Waktu yang ditunggu suamiku karena ia menjadi ayah. Semua menanti kedatangan anak pertamaku ini. Terutama kedua orang tuaku yang menantikan cucu pertamanya. Tidak hanya itu, anak pertamaku ini bahkan merupakan cicit pertama kakeku dari pihak ibu.

Dulu, tiap 30 September selalu tayang film G 30 S PKI. Begitu juga malam itu, ketika sedang menonton tiba-tiba saja perut terasa bereaksi. Oh, sudah tiba saatnya ternyata. Tanggal 1 Oktober, yang merupakan hari kesaktian Pancasila itu, menjadi begitu spesial. Anak pertama kami lahir dengan normal. Peristiwa yang tak akan pernah bisa kulupakan. Waktu itu, usiaku masih 20 tahun.

Bayi mungil itu memiliki berat 2,5 kg. Cukup mengkhawatirkan karena beratnya yang ringan. Tapi kekhawatiran itu hilang. Putri pertamaku ini sehat.

Putriku kecilku ini begitu lincah. Banyak gerak. Selalu ceria. Dengan siapa saja mau. Itu yang membuat semua orang suka menggendongnya. Beda sekali dengan anak keduaku yang lahir 3 tahun berikutnya. Saking begitu banyak geraknya, sampai-sampai pernah jatuh hingga pelipisnya harus dijahit.

Mendidik anak pertama harus cermat. Bukan berarti anak kedua dan berikutnya tidak perlu cermat. Namun, anak pertama ini yang kelak akan menjadi contoh bagi adik-adiknya. Harus benar-benar diperhatikan. Alhamdulillah, sampai saat ini dia bisa menjadi kakak yang bai k bagi adik-adiknya.

Suatu malam, ketika kuajari hafalan surat Al Fatihah sebelum tidur dia memberi kejutan. Tiba-tiba hafal tanpa salah sedikitpun. Padahal malam-malam sebelumnya tidak selancar itu. Mungkin karena sering mendengarkan ketika Ayahnya mengimami shalat.

Alhamdulillah, Allah mengaruniakan kecerdasan pada putriku. Kelas 2 SD sudah khatam Al Quran. Bahkan ia ikut khataman (tradisi di tempat tinggalku) pawai naik kuda. Menjadi peserta paling kecil. Kelas 2 SD.

Setelah lulus SD, putriku melanjutkan ke SMP N 3 Purworejo kemudian ke SMA N 2 Purworejo. Kesemuanya ada di Kutoarjo. Selama itu pula ia berangkat sekolah naik sepeda. Hingga kemudian ia memilih kuliah di UNY mengambil Teknik Tata Busana. Kuliah D3 & S1 ia habiskan di sana.

Seperempat abad yang lalu  aku melahirkannya, kini ia telah berkeluarga. Tanggung jawabnya yang ada pada suamiku telah diambil alih oleh suaminya belum genap setahun yang lalu.

Beberapa bulan lagi, Insya Allah dia juga akan menjadi wanita yang sesungguhnya : menjadi serorang ibu. Waktu yang ditunggu suaminya karena ia menjadi ayah. Semua menanti kedatangan anak pertamanya itu. Terutama aku dan suamiku yang juga menantikan cucu pertama kami . Tidak hanya itu, anak pertamanya ini bahkan merupakan cicit pertama dari orang tuaku. Kini kutahu bagaiman perasaan ibuku dulu ketika menantikan kehadirannya. Persis sebagaimana aku menantikan kehadiran cucuku.

***

Wahai putriku yang paling cantik, semoga kau selalu disayang Allah,. Semoga kau bisa menjadi isteri bagi suamimu sekaligus ibu bagi anak-anakmu, yang dibanggakan oleh Rasulullah SAW. Sebagaimana doa yang selalu ibu dan ayahmu panjatkan setiap usai shalat.

Dan hari ini, 1 Oktober kembali menjadi begitu spesial, bukan karena hari kesaktian Pancasila, tapi karena hari ini Allah masih memberi kesempatan bagi kita untuk bisa saling berkomunikasi. Kita masih diberi kesehatan, dikaruniai nikmat iman dan islam.

Selamat ulang tahun ke-25, Dewi Puspitasari. Putri kebanggaan kami.

 

 

—-

1 Oktober 2012

Perpustakaan JTMI UGM

.: Met Ultah mbak. Aku juga menanti kelahiran keponakanku.

🙂

Iklan

One comment on “Seperempat Abad

  1. Little Light
    3 Oktober 2012

    waaahh, mbak dewi udah hamil? selamaat 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 1 Oktober 2012 by in sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: