.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Kalau Dikasih Uang 30 juta

Kalau kau dikasih uang 30 juta, akan kau gunakan untuk apa uang itu?

Saya ingin mendaftar haji sekarang !!

Masa tunggu makin lama semakin lama. Bingung? Maksudnya begini, jika mendaftar haji dua tahun yang lalu masa tunggunya 4 tahun, tahun kemarin tidak lagi 4 tahun tapi semakin lama yaitu menjadi 8 tahun. Dalam bahasa fisika : Percepatannya minus. Atau terjadi perlambatan.

Dari kabar yang saya dapatkan, masa tunggu untuk daerah saya tahun ini adalah 13 tahun. Artinya jika saya mendaftar sekarang, perangkatnya tahun 2025. Jika saya mentargetkan ingin menyempurnakan rukun islam pada usia 35 tahun, ya harus mendaftar sekarang. Kalau diundur, akan semakin mundur. Malaysia saja masa tunggunya 33 tahun. Gila lu Ndro?

Orang Indonesia memang memiliki semangat luar biasa dalam beribadah haji. Terlebih Indonesia merupakan negeri dengan penduduk muslim terbesar. Bahkan ibadah haji yang hanya wajib sekali saja  itu, beberapa orang melaksanakannya beberapa kali. Motifnya bermacam-macam. Ada yang karena menjadi pendamping jamaah haji. Ada yang ketagihan nikmatnya ibadah haji. Ada juga yang ingin disebut haji dua kali (kayak di tivi itu loh).

Biaya haji yang dari tahun ke tahun naik itu ternyata tidak menyurutkan antusias umat islam untuk berbondong-bondong mendaftar haji. Ini membuktikan bahwa ekonomi rakyat Indonesia juga memiliki trend yang meningkat.

Kakek dari ayah saya namanya mbah Abdullah. Jadi Nama saya jika diberi nasab jadinya : Ridwan Kharis bin Suhadak bin Ikhsan bin Abdullah. Nah, mbah Abdullah ini dulu di desanya (Tulusrejo, Grabag) merupakan satu dari 2 haji yang ada. Hanya ada 2 haji di desanya. Satunya lagi adalah mbah Kyai Abdul Aziz, Bapaknya Mbah Nawawi (Pengasuh pesantren An Nur, Bantul)

Berangkat haji harus naik kapal. Perjalanan dalam hitungan bulan, bukan hari atau jam. Hanya orang yang benar-benar kaya yang bisa berangkat. Jika dikonversi dengan saat ini, biayanya haji waktu itu 6 kali lebih mahal. Meninggalkan kampung halaman sekitar setengah tahun. Itu pun tidak akses komunikasi yang bisa mengkabarkan bagaimana kondisi calon haji. Beda dengan sekarang yang bahkan haji bisa sambil telpon keluarga di rumah.

Serius, saya ingin naek haji. Saya niatkan dari sekarang untuk berangkat haji. Jika sampai meninggal belum sempat berangakat haji, setidaknya sudah ada niat di hati. Bukan karena ingin kemudian diberi gelar Haji. Bukan itu. Saya bahkan berencana tidak akan mencantumkan gelar haji jika kelak berkesempatan berangkat haji. Persis, sependapat dengan ayah saya (ortu saya sedang dalam masa tunggu, mohon doanya)

Ngomong-ngomong tentang gelar haji, itu ada sejarahnya. Dulu, setiap orang pulang dari haji selalu saja memberi perubahan di masyarakat. Istilah kerennya ia melakukan transformasi sosial. Seperti Hasyim Asyari atau Ahmad Dahlan, NU dan Muhammadiyah itu. Jelas itu menjadi ancaman bagi penjajah. Makanya, orang-orang yang pulang menunaikan ibadah haji harus diberi pengawasan khusus. Dibuatlah aturan orang yang pulang haji musti diberi gelar haji, biar mudah diawasi.

Gelar haji itu sebenarnya warisan zaman kolonial dulu. Seharusnya orang-orang yang memakai gelar haji itu bisa melakukan transformasi sosial. Bukan hanya ingin dibilang keren, apalagi jika motifnya untuk menarik masa untuk pilkada. Coblos nomor sekian, Haji Blablabla.

Ah Maaf, tulisan saya jadi mulai melebar, memanjang, dan akhirnya meluas deh.

Langsung saja ke kesimpulan :

Jadi, ada yang mau ngasih saya uang 30 juta tidak?

 🙂

 

Yogya, 4 Oktober 2012

Sehari sebelum pemberangkatan haji mbah Putri

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 4 Oktober 2012 by in opini.
%d blogger menyukai ini: