.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Akad Nikah

Pas lagi buka2 file back up –an, eh menemukan catatan ngaji 2 tahon yang lalu. 

Sebelum ilang, saya share. Semoga bermanfaat. Catatan Sepulang Ngaji di Darusshalihat bersama  Ustd Syatori Abdul Rouf, Kamis, 8 Juli 2010

====================================

 

Ketika akad nikah, apa yg dirasa oleh sang mempelai Pria? Begitu pula bagaimana perasaan sang mempelai wanita. Bahkan beberapa waktu yang lalu, ketika menghadiri pernikahan seorang teman, saya sampai menitikkan air mata, ketika diucapkan “Qobiltu nikahaha….. Haalan”. Sah. Mata ini terasa ada yang menggenanginya. Saya lihat orang-orang yang menghadirinya seperti saya.

Orang-orang mengatakan Akad nikah merupakan momen yang sangatlah sakral, suci. Saking sakralnya, jika ada sedikit kesalahan akad akan diulang. Jangankan kesalahan, si mempelai putra kurang mantab mengucapkannya saja akan diulang. Pernah saya menghadiri pernikahan (lagi-lagi teman saya), diulang hingga lebih dar 4 kali gara-gara ketika mengucapkan “Qobiltu nikahaha / saya terima nikhanya…. “ sedikit macet.

***

 Beberapa waktu yg lalu, ketika ngaji di ustad syatori beliau mengatakan kalau Tauhid merupakan akadantara kita dengan Alloh. Ikrar antara kita dengan Alloh. Coba kita bandingkan antara Akad dengan Alloh dg Akad dengan manusia. “La ilaha illalloh”, kalimat tahlil adalah akad kita dengan Alloh. Ada 5 makna dari Akad:

Pertama, Akad berarti Mengambil dengan tanggung jawab. Seorang mempelai putra ketika mengucapkan akad nikah dengan wali nikah, ketika itu pula ia mengambil tanggung jawab dari sang wali atas anak perempuannya. Tanggung jawab seorang suami tidak hanya memenuhi kebutuhan hidup istri, tanggung jawab terbesar seorang suami adalah, bagaimana ia bisa mengantar istri sampai surga.

Ketika seorang mengucap “La ilaha illalloh” berarti ia telah mengambil tanggung jawab sebagai seorang muslim. Ia akan membela habis-habisan kalimat ”La ilaha illalloh” dan berusaha menegakkannya di muka bumi ini dengan segenap kemampuannya.

Pernahkah mendapatkan sms yg berisi “ya Rohman ya Rohim …” tapi pada akhir sms tersebut “sebarkan sms  ini ke 9 orang maka kamu akan mendapatkan rejeki yg tak diduga-duga”, lebih parahnya lagi “Jika tidak disebarkan, Demi Alloh, akan ada musibah yang akan menimpamu dlm kurun 3 hari”.  Seorang muslim yang bertanggung jawab tidak akan menyebarkan sms seperti itu. Justru dengan menyebarkan sms sejenis itulah musibah akan menimpa. Na’udzubillah.

Kedua, akad berart i Menerima dengan Cinta. Ketika mengucapkan akad nikah, seorang mempelai putra menerima mempelai putri sebagai isterinya dengan penuh Cinta. Rasa cinta itulah yang akan mengiringi kehidupan rumah tangganya kelak. Seorang yang mengucapkan La ilaha illalloh akan menerima semua perintah Alloh dengan penuh cinta. Ia akan mencintai Alloh dan apa saja yang dicintai Alloh. Alloh cinta sholat berjamaah di masjid, kita juga cinta sholat berjamaah di masjid. Pernah saya melihat stiker yang isinya bagus  : Cinta Alloh = Cinta Syari’at Alloh. 

Ketiga, akad berarti Merubah status diri. Sebelum mengucapkan akad nikah, mempelai pria berstatus bujangan. Namun setelah mengucapakan akad nikah ia berubah status. Statusnya : Menikah. Ia telah menjadi seorang suami yang memiliki istri.  Seoranga suami yang bertanggung jawab akan mengatakan: tidak ada satupun wanita yang menarik bagi saya kecuali istri saya. Dengan mengucapkan kalimat “La ilaha illalloh” berarti ia telah mengubah status menjadi seorang ‘abdu, hamba Alloh. Tidak ada yang ia takuti dan ia taati kecuali hanya pada Alloh semata.

Keempat, akad berarti Membuktikan dengan segenap rasa, karsa dan karya. Akad membuktikan rasa cinta seorang pria pada calonnya. Setelah menjadi suami istri, ia akan terus membuktikan dengan rasa karsa dan karya untuk isteri tercinta. Berakad kepada Alloh berarti Ia akan menjadi penolong tegaknya kalimat Alloh di muka bumi ini.

……

 

Ternyata catatan saya ini belum selesai. Masih kurang satu poin lagi. Pantas saja masih jadi tulisan laci. Tapi tak apalah. Semoga kapan2 bisa saya lengkapi. Atau barangkali kamu tau poin yang kelima ??

 

 

Yogya, 5 Okt 2012

23 : 54

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 6 Oktober 2012 by in hikmah, ngaji yuk.
%d blogger menyukai ini: