.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Paijo, Dokter Pedro, dan Segelas Teh

 #di Klinik Pedro

“Bagaimana keluhannya, mas Paijo?” tanya dokter Pedro.

“Jadi begini, Dok. Setiap kali saya minum es teh entah itu di angkringan, di warung burjo, bahkan di kos sendiri, rasa itu kok mata saya kayak ditusuk-tusuk?”

Akhirnya Paijo dapet giliran juga, setelah menunggu antrian yang cukup panjang bersama pasien lainnya. Klinik dokter Pedro memang ramai, lumayan terkenal, meski masih kalah jauh terkenal dibanding klinik Tongfang yang fenomenal itu.

“Lha kok bisa Begitu?” Dokter Pedro terheran-heran dengan keluhan pasien yang satu ini.

“Lha, mana saya tahu. Kalau saya tahu saya ga berobat kesini, Dok.”

“Hmm, bagaimana kalau minum kopi? Apakah matanya juga terasa kayak ditusuk-tusuk?”

“Iya Dok”

“Sebentar ya. Saya keluar dulu.”

Dokter Pedro keluar dari ruang periksa sejenak, kemudian masuk lagi. Diaduknya segelas teh hangat dengan sendok teh, dihidangkan ke Paijo. Paijo kegirangan bukan main. Teh aroma melati merupakan kesukaannya. Tau saja, si dokter.

“Silakan diminum, mas Pai”

Sruuup…

“Mata saya rasanya ketusuk-tusuk, Dok”

Dokter Pedro tersenyum sejenak. Kemudian diambilnya sendok pengaduk yang masih ada di gelas.

“Nah, sekarang coba diminum lagi”

Sruuuup…

“Hebat Dok! Luar Biasa! Mata saya sudah ga kerasa ketusuk-tusuk lagi! Makasih dok, Dokter memang keren”

***

Gimana ceritanya? Lucu? Garing? Biasa saja? Atau malah bikin nangis terharu? Atau jangan-jangan kamu belum juga paham? Kalau belum paham, silakan dibaca lagi.

Kita bisa mengambil banyak pelajaran dari kisah Paijo di atas. Makin banyak sudut pandang yang kita pakai, makin banyak pula pelajaran yang bisa kita ambil. Yah, sudut pandang. Bagi Paijo, permasalahannya itu begitu serius. Tapi bagi dokter Pedro, itu hal sepele. Ternyata yang menusuk-nusuk mata itu gelas pengaduk teh yang masih di gelas.

Dokter Pedro tidak perlu membuat resep, menyuntik bokong Paijo, memeriksa tensi darah, dll. Dia hanya men-simulasi-kan bagaimana Paijo minum, kemudian mengambil “sumber masalah”nya, yaitu sendok. Hanya begitu saja. Dia dibilang hebat dan keren oleh Paijo.

Masalah sepele bisa dianggap serius oleh orang lain. Begitu juga sebaliknya, masalah serius ternyata bisa menjadi begitu sepele bagi orang lain. Terkadang untuk menyelesaikan masalah, tidak membutuhkan kemampuan ekspert. Yang dibutuhkan adalah melihat dengan sudut pandang yang berbeda. Di poin ini, kita harus mau mikir.

Dokter Pedro bahkan tidak menggunakan ilmu kedokterannya untuk mengatasi keluhan Paijo. Paijo sendiri sebenarnya tidak perlu datang ke klinik Pedro, kalau dia mau mikir. Pikirannya terlalu sempit, bahwa kalau sakit ya harus ke dokter. Pikiran yang sempit ini lah yang seringkali disamakan dengan bodoh.

Ke”oon”an Paijo juga jangan disalahkan. Dia mengakui bahwa dia tidak tahu, makanya mau bertanya. Karena ada banyak orang yang sudah tidak tahu, tapi sok tahu dan tidak mau bertanya. Akhirnya dia menderita sendiri. Mengakui kalau tidak tahu itu terkadang sulit dilakukan. Gengsi gitu! Gara-gara gengsi, dia tidak mau belajar, tidak mau memperbaiki diri. Jadilah dia menyesal belakangan.

Nah, itu baru sedikit pelajaran dari cerita Paijo dan dokter Pedro. Karena masih ada banyak pelajaran lain kalau kamu mau mencarinya. Ya… Setidaknya, sekarang kamu jadi tahu bagaimana cara minum es teh agar tidak membuat mata terasa tertusuk-tusuk.

🙂

Yogya, 11 Oktober 2012 

Iklan

One comment on “Paijo, Dokter Pedro, dan Segelas Teh

  1. perindumalam
    1 Desember 2012

    analogi aneh yg asyik dibaca

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 11 Oktober 2012 by in Cerita Fiksi, hikmah.
%d blogger menyukai ini: