.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Noteku

Ada banyak ide yang ingin kutulis. Ketika di jalan menuju kampus, ketika pulang dari masjid, ketika nunggu antrian bayar angkringan, ketika jadi panitia atau tamu undangan pernikahan, ketika di dalam prameks, ketika melihat wisudaan, ketika hujan turun deras, ketika nongkrong di kamar mandi, seusai membaca bacaan (koran-fb-twitter-majalah,dll), ketika mendapat sms dari seseorang, saking keterlaluan juga kadang ketika sedang sholat, ide itu muncul begitu saja, kapan saja.

Mulai dari yang penting sampai yang tidak penting, dari yang mutu hingga tidak mutu, dari yang serius hingga banyak ketawanya, dari yang bikin tersenyum hingga bikin nangis, dari yang pengalaman sendiri hingga pengalaman orang lain, dari yang pantas ditulis hingga yang tidak pantas ditulis, dari yang dipikirkan orang banyak hingga yang hanya dipikirkan oleh orang-orang autis.

Kadang begitu antusias ku menuliskannya, mencuri waktuku yang seharusnya kugunakan untuk tidur, ngaji, bersih-bersih kamar, nyuci baju, hingga mengerjakan skripsi (seperti saat ini). Kadang pula aku malas betul menulisnya meski banyak yang sayang jika tidak ditulis, meski ada targetan sehari musti menulis satu note -entah dipublish atau tidak-, meski kemudian kecewa karena ketika ide bagus yg ditunda utuk dituliskan tiba2 susah diingat, lupa.

Ada yang peduli.

Ada yang tak peduli.

Terimakasih pada kalian yang peduli dengan note-ku yang masih terlalu dangkal, bahkan bagi penulis amatiran seperti aku ini. Terimakasih banyak telah membacanya. Meski aku tak menandaimu. Aku tahu, ada satu dua yang selalu membaca noteku, sejelek apapun. Terimakasih kritikannya, masukannya.

Terimakasih pula pada yg telah memberiku energi utk menulis

“Sehat kan? Kok ga pernah nge-note ?”

“Aku selalu membaca note mu, kang! Selalu”

“Sederhana, bahasanya ringan”

“Uki pengin bisa menulis kayak Mas ! Bikinin FB mas! Bikinin Blog mas!”

Hingga suatu ketika aku menceritakan ulang tentang tulisanku pada ayahku -yang tak punya FB dan susah ketika diajari main internet-. Tiba-tiba beliau mengagetkanku “Paijooo!!”. Ternyata ayahku pun membaca noteku, via laptop ibuku.

Sekali lagi, terimakasih ku ucapkan..

Jika ada hal baik yang bisa diambil, ambillah! Bagikan pada orang lain.

Aku tunggu tulisanmu, akan kubaca juga.

 

Sudah dulu, ya..

Perpus hampir tutup. Jurnal yang kubuka justru belum kubaca. 

 

 

Perpus JTMI

10.9.2012, 15:34 

3 comments on “Noteku

  1. aerodest
    13 Oktober 2012

    yaaay!! I always read your posts, brother. tetep nuliis🙂

    • kangridwan
      15 Oktober 2012

      Tararengkyu, mbaknya

  2. Ulfa
    15 Oktober 2012

    wah, aku kayak tersentil ki Wan, jarang buat note.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 12 Oktober 2012 by in sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: