.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Firasat Ibu Saya

Kamu pasti pernah menonton adegan ini di film yang pernah kau tonton. Si tokoh sedang memegang gelas, tiba-tiba gelas itu terjatuh. Ceritanya, itu merupakan firasat kalau ada apa-apa pada seseorang yang ia cintai.

Namun, lebih sering adegan itu adalah : ada foto yang terjatuh sehingga bingkainya pecah. Saat itu si tokoh berkata, kadang diucapkan, kadang dalam hati (kita sebagai penonton tetap bisa kata hatinya) : “Ada apa dengan anakku”, atau, “apa yang terjadi pada kekasihku”

Dalam jalan cerita itu kekhawatirannya memang benar. Pihak terkhawatirkan (anakknya atau kekasihnya itu) memang dalam keadaan bahaya dan memang pantas dikhawatirkan. Biasanya backsoundnya membuat penonton ikut deg-degan.

Ah, itu hanya film. Mengada-ada. Kalaupun benar-benar terjadi seperti itu, pasti itu hanya kebetulan semata. Yang namanya firasat itu hanya kebetulan saja. Itu yang selama ini saya percaya.

Hingga suatu sore, ketika saya di rumah, ibu saya mengajak saya untuk nengok Uki, adik saya yang di pesantren. Ibu merasa ada sesuatu, seakan ada perintah dalam hatinya untuk menengok Uki.

“Ibu sudah sering begini, Wan. Biasanya pas banget ternyata Uki sedang pengin ditengok. Pernah malah ketika Bapak dan ibu berangkat pas sampai Kebumen, Uki nanyain titipannya. Jadi, ceritanya Uki sms (pinjam hape pengurus) minta ditengok ketika Ibu dalam perjalanan ke kebumen”

Saya kaget. Beneran tuh? Kalau hanya sekali sih masih bisa dibilang kebetulan. Lha ini sering terjadi. Berarti itu bukan kebetulan. Akhirnya, saya berkemas siap-siap ke Kebumen nganter Ibu nengok Uki.

Nah, pas mau berangkat, tiba-tiba hape Ibu berdering. Ada sms masuk.

“Tuuh kan. Benar. Nih, Uki sms, minta dibawain sarung”

Wow, saya benar-benar terkejut. Ini benar-benar terjadi di depan saya. Ternyata ibu saya memiliki firasat yang tajam terhadap anaknya. Akhirnya sore itu saya berangkat nengok Uki di Kebumen. Sepanjang perjalanan (naek motor) kami bercerita banyak hal.

Uki pun juga terkejut:

“Mas, pernah kan mas, Uki baru mencari pengurus mau pinjam hape buat sms Ibu. Eh, Bapak Ibu sudah sampai pondok pesantren. Uki seneng banget. Kok bisa pas banget ya mas?”

Saya penasaran. Pernahkah ibu saya memiliki firasat tentang diri saya. Atau jangan-jangan itu Cuma berlaku pada adik saya saja.

“Kamu kan tidak perlu dikhawatirkan ketika pisah dari Ibu. Sudah gedhe. Sudah bisa dipercaya”

Iya juga ya. Saya beda dengan Uki. Saya pisah dengan rumah setelah lulus SMA, sedangkan Uki setelah lulus SD. Kekhawatiran pada Uki lebih besar dibanding saya. Wajar saja lah.

Jadi ternyata Ibu belum pernah berfirasat tentang saya sebagaimana beliau berfirasat tentang adik saya.

Eh, saya jadi teringat sesuatu. Pernah suatu ketika Ibu saya begitu mengkhawatirkan saya sampai sms teman-teman dekat saya yang ibu saya tahu nomer hapenya. Saya lupa persisnya seperti apa kejadian waktu itu. Sebenarnya kondisi saya waktu itu baik-baik saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Dengan kata lain, firasat Ibu saya salah. Boleh salah dong. Itu kan hanya firasat.

Namun, saya bersyukur. Saya jadi tahu bahwa ibu saya pernah sekhawatir itu tentang saya. Ketika ada yg mengkhawatirkanmu, berati dia sayang padamu.
Syukurilah itu!

Jadi, apa kesimpulan dari tulisan ini? Ah, pasti kamu bisa menari kesimpulan sendiri. Kok tahu? Karena saya punya firasat seperti itu. Hehe

ibu nengok uki

Perpus UGM, 19 Nov 2012

2 comments on “Firasat Ibu Saya

  1. mbaksay
    19 November 2012

    Jadi ingat beberapa waktu yang lalu sempat berfirasat feeling-feeling ada yang bakal ketiduran kebablasan nabrak shalat maghrib sama isya’. Bingung sampai berusaha nyari nomor hape teman sekosannya. Begitu dikabarin, ternyata bener juga feeling-feelingnya. MasyaALlah🙂

  2. Suantari Desi
    21 November 2012

    Jadi, apa kesimpulan dari tulisan ini? Ah, pasti kamu bisa menari kesimpulan sendiri. Kok tahu? Karena saya punya firasat seperti itu. Hehe😄

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 19 November 2012 by in sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: