.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Cara Menghargai Pemberian

Jika saya memberi kamu sebuah jaket kemudian kamu menggunakan jaket pemberian saya ini pada suatu forum, tentu saya akan bahagia. Apalagi kalau kemudian kamu berkali-kali kepergok menggunakan pemberian saya itu. Saat kepergok saat itu pula ada kebahagiaan dalam hati saya.

Saya merasa pemberian saya dihargai, merasa pemberian saya itu berarti. Menjadi berarti bagi orang lain tentunya sesuatu yang diharapkan oleh setiap orang. Terlebih jika kita pemberian itu berupa hadiah. Hadiah berbeda dengan sedekah. Hadiah itu bertujuan untuk memuliakan.

“Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian kalian akan mencintai dan akan lenyap rasa permusuhan” (H.R. Malik)

Mendapatkan balasan hadiah itu menyenangkan. Tapi melihat hadiah dari kita berarti, itu lebih menyenangkan. Itu yang saya rasakan. Oleh karena itu, sering kali saya membuat si pemberi hadiah tahu bahwa hadiahnya berarti bagi saya.

Suatu ketika saya diberi hadiah berupa pulpen. Saya suka dengan pulpen itu, saya gunakan, saya pakai kemana-mana. Beberapa kali saya sengaja agar tertangkap kamera dalam kondisi pulpen itu nongol di saku baju saya. Saya yakin, si pemberi pulpen merasa senang ketika mengetahuinya.

Seseorang memberi saya cokelat. Saya membalasnya dengan memakan cokelat itu sebagai makanan berbuka puasa. Cokelat itu menjadi berarti, si pemberi cokelat bahkan mendapatkan pahala puasa saya (tanpa mengurangi pahala saya). Pasti ia sangat bahagia ketika mengetahuinya

Teman-teman CWC (Creative Write Center) pernah menghadiahi saya kaos oblong ketika saya ulang tahun. Saya berusaha menggunakan kaos tiap kali rapat. Kawan-kawan yang melihat pasti senang karena melihat saya senang menggunakan pemberian mereka.

Masih ada banyak kasus lagi, dimana saya berterimakasih dengan menggunakan hadiah pemberian itu, menjadikannya lebih berarti.

Bahkan ada satu barang yang selalu saya gunakan hampir setiap waktu. Ke kampus, ke masjid, ke angkringan, bahkan sampai ketika renang sekalipun itu saya memakainya. Barang itu adalah jam tangan yang selalu melingkar di tangan kiri saya. Saya membuat jam tangan ini menjadi sesuatu yang begitu berarti. Saya berharap, si pemberi jam tangan itu akan bahagia. Saya berharap juga, ia ikut terciprati pahala tiap kali saya melakukan kebaikan. Yang memberi jam tangan saya ini adalah ibu saya.

 

 Perpus JTMI, 4 Des 2012 

 

Iklan

One comment on “Cara Menghargai Pemberian

  1. aan
    13 Januari 2013

    Tulisan ini menjadi sangat berharga karena simple dan jernih,…:) keep writing…!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 4 Desember 2012 by in opini, sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: