.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Mbah Darmo & Archimedes

Nama aslinya Bayu Fandidarma (TE’08), saya kenal dia ketika ospek dulu, kami satu kelompok. Asalnya dari kota gadis : Madiun. Kami juga pernah sama-sama menjadi pengurus harian KMT (Keluarga Muslim Teknik). Dia jadi kabid Pelayanan Umat, saya kabid Media Opini.

peha kmt

Pengurus Harian KMT

Namun saya memanggilnya Mbah Darmo. Dia tak keberatan. Berawal dari saya yang memulai, beberapa kawan juga memanggilnya begitu. Jika kau ketemu dia, kau akan susah melupakannya. Karena ada yang unik dari dirinya.

Orangnya buesar. Volume tubuhnya juga besar. Beratnya 130 kg. Dulu waktu ospek saja 120 kg. Rekor paling ringan 110 kg, itu waktu dia menjadi ketua panitia Ramadhan di Teknik, karena dia harus bolak-balik ke dekanat yang di lantai 3 KPFT dengan menaiki tangga.

Saat ini dia sedang berusaha untuk mengurangi berat badan. Lebih rajin olah raga. Sehingga, ketika saya mengajaknya renang di mata air Pajangan, dia sangat antusias dan berkali-kali menagih : Kapan renang?

Akhirnya, kemarin saya menunaikan janji saya. Saya mengajaknya berenang di mata air itu. Lumayan dalam karena sedang musim hujan, air yang keluar dari mata air lebih banyak sepertinya. Kedalaman rata-rata nya sekitar 1,5 meter.

Mbah Darmo ini belum bisa berenang. Saya tahu itu, makanya saya sekalian ingin mengajarinya berenang.

“Tenang saja, mbah. Insya Allah aman. Kalo di dalam air, aku kuat nggendong kamu. Suer!” saya menenangkannya.

Mbah Darmo mengumpulkan keberanian.

“Langkah pertama, kamu belajar ngambang dulu. Begini caranya, bla bla bla” Saya menjelaskan sambil memperagakan. Menjelaskanya pun menggunakan teori anak teknik, untung saya paham hukum archimedes.

Mbah Darmo mencoba. Kepalanya masuk ke air, badannya yang besar itu mulai diangkat ke permukaan air, juga kakinya. Sempurna! Dia bisa mengambang. Hanya saja nafasnya terlalu pendek, karena kurang begitu tenang

C

Kolam renang mata air Pajangan (itu yang terjun saya lho)

“Langkah berikutnya, gerakkan kaki biar bisa jalan. Gaya dorong ini akan lebih besar dari pada gaya ke bawah. Seperti naik sepeda miring ga jatuh karena gaya ke depan lebih kuat daripada gaya miringnya” Menjelaskan sesuatu pada anak teknik, harus tau bahasanya. Logika.

Mbah Darmo kembali mencoba. Saya mewanti-wanti agar tenang. Setelah berhasil mengambang, kakinya digerakkan. Eureka !! Berhasil maju. Tapi beberapa detik kemudian, terjadilah sesuatu.

Mbah Darmo memberi kode kalau tidak kuat. Agak panik. Saya segera mendekatinya. Menyelam dan menggendongnya. Kini dia berbaring dengan tangan saya menahan punggungnya di bawah. Mirip adegan di tivi-tivi yang mana ada lelaki menggendong kekasihnya yang terluka. Bedanya ini yang saya gendong ini manusia 130kg dan di dalam air.

Seperti yang sudah saya perhitungkan, saya kuat mengendong mbah Darmo. Gaya yang saya perlukan untuk menahan berat mbah darmo kecil. Karena yang lainnya sudah ditahan oleh air itu sendiri.

Mbah Darmo yang volume tubuhnya besar itu ketika masuk ke dalam air, air akan memberi gaya ke atas sebesar dari berat air yang volumenya sama dengan volume mbah Darmo yang tenggelam di air.

Mbah Darmo masih berbaring di atas air. Kepala dan sebagian kakinya muncil di permukaan air.

“Ayo mbah berdiri, ini sudah ga dalam”

“Sebentar wan, kakiku ga bisa masuk ke air. Aku susah berdiri ini”

Wow !! Saya kaget. Ini baru pertama kali saya temui. Bahkan kaki saja susah masuk ke dalam air, saking besarnya gaya yang mengenainya. Mengapa gaya air itu besar? Karena volume kaki mbah Darmo begitu besar.

Saya menekan kedua kaki mbah Darmo ke dalam air dan menarik badannya agar bisa berdiri. Menekannya agak berat, tapi akhirnya berhasil juga memberdirikan mbah darmo yang tadi terjebak dalam posisi berbaring diatas air.

gendong mbah darmo

Gendong di air kuat, di darat??

Hukum archimedes itu semacam hukum aksi reaksi (hukum Newton 3). Bedanya, kalau Kalau hukum aksi-reaksi : gaya dibalas gaya. Contonya : kalau kau memukul tembok dengan gaya 1 kg (sebenarnya satuannya N bukan kg, tapi biar mudah membayangkan saja) maka tangan kamu akan mengalami gaya sebesar 1 kg juga dari tembok itu.

Nah kalau hukum archimedes bukan gaya dibalas gaya. Tapi volume dibalas gaya. Semakin besar volume yang masuk ke fluida (berat atau ringan tidak berpengaruh), semakin besar pula gaya yang diperolehnya. Gaya itu berbanding lurus dengan volume benda yg masuk ke fluida.

Bingung ya?

Intinya begini, tidak selamanya hukum aksi reaksi itu berupa hukum Newton, tapi bisa juga hukum Archimedes:  Bahwa tak selamanya balasan yang diberikan kepadamu selalu sama dengan apa yang kau berikan. Terkadang besar kecilnya pemberianmu tidak berpengaruh pada balasan yang kau terima, tapi variabel yang mempengaruhi adalah volume ketulusanmu, volume keikhlasanmu.

Masih bingung juga?

Bagi yang masih bingung, mungkin karena bukan anak teknik, saya beri kesimpulan sederhana : Menurut insting saya, badannya Archimedes tidak segedhe Mbah Darmo !!

 

24 Januari 2013 / 12 Rabiul Awal 1434
Hari ulang tahun Nabi Muhammad SAW

Iklan

3 comments on “Mbah Darmo & Archimedes

  1. agus suroso
    24 Januari 2013

    gak kuat bacanya kang, ngakak

  2. pramudyaarif
    24 Januari 2013

    seperti hukum Ohm boi. V=I*R.kalau bebannya besar,tegangan yang dihasilkan juga harusnya besar.wkkwkkwkk

    • kangridwan
      5 Februari 2013

      Ini bukan tentang tegangan Pram, tapi tentang Volume tubuh. hihi 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 24 Januari 2013 by in sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: