.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Wisuda, Bahagia saja lah

bapak ibuk

Wajah Bahagia Bapak Ibu dan wisudawan 🙂

Bila #wisuda dimaknai hanya tentang Toga betapa malangnya. Toganya saja ini dipenjemin kampus. -.-

Bila #wisuda dimaknai hanya tentang poto pake Toga, itu bisa dilakukan dari dulu. Bisa pinjem toga temen yg mau wisuda, trus poto2. -.-

(@kangridwan19)

 

Di tulisan ini saya tidak akan bilang : “Wisuda itu bukan akhir, tapi justru itu awal pembuktian”. (tapi kok bilang ya?). Kata-kata itu sudah biasa. Saya menyadari hal itu sepenuhnya. Bahwa wisuda, atau kelulusan itu bukan segala-galanya. Bahwa setelah lulus disitulah dunia nyata sebenarnya.

Untuk sementara, saya lupakan dulu hal itu : jalan di depan masih panjang, dan bercabang.

Saya tidak ingin membuat hari wisuda itu berkurang kebahagiaannya gara-gara kepikiran kekhawatiran masa depan, ataupun penyesalan masa lalu. Kekhawatiran masa depan, maksudnya : Habis ini mau ngapain?. Penyesalan masa lalau maksudnya : Kenapa selama jadi mahasiswa capaiannya Cuma segitu aja? Banyak peluang yang terlewatkan, prestasinya apa yang dibanggakan?

Maka saya katakan kepada (lagi-lagi) si Aep, yang wajahnya sepertinya agak murung memikirkan sesuatu:

“Sudahlah, Ep. Nikmati hari ini sebagai hari bahagiamu. Sementara, lupakan dulu mengenai urusan masa depan. Ayo bergembira! Nanti kalau udah selesai, baru kalau mau berpusing2 lagi, hehe”

Aep tersenyum, lalu kami melanjutkan poto-poto. Entah itu kamera siapa, yang penting ketika ada yang membidik, langsung saja numpang nampang.

Yang tengah itu Senior

Saya, pak Pram (ketua KMT 12), Aep

Sebenarnya saya menganggap hari ini hari biasa-biasa saja. Bahkan awalnya saya berencana tidak pengin wisuda saja. Yang penting lulus, ya sudah. Itu sudah menjadi kebahagiaan yang amat sangat. Kelegaan yang teramat melegakan. Tuntas amanah belajar di kampus. Bahasa kasarnya : keluar dari “penjara”. Bahasa agak halus : Keluar dari laboratorium kehidupan. Bahasa kerennya : Jadi Alumni UGM.

Saya jadi teringat kata-kata seorang dosen : Sejelek-jeleknya lulusan UGM, tetep saja lulusan UGM. Benar juga ya. Satu sisi merasa senang. Tapi di sisi lain itu jadi beban. Orang luar (bisa masyarakat atau perusahaan) memberikan ekspektasi pada si alumni UGM ini. Disitu bebannya. Bahasa kerennya : Disitu Tantangannya.

Ketika Jokowi yang alumni UGM itu diidolakan banyak orang : Dia alumni UGM lho. Ketika Andi Malarangeng ditetapkan jadi tersangka oleh KPK : Dia alumni UGM lho. Nah lo.

Namun, rencana untuk tidak ikut wisuda itu saya batalkan. Karena ternyata, hari itulah hari yang ditunggu orang tua saya. Sponsor utama saya sehingga bisa menyelesaikan kuliah di Gadja Mada ini. Nah, agar kebahagiaan mereka semakin komplit maka hari itu pun yang tadinya saya anggap biasa saja, saya jadikan hari bahagia. Biar ga kebanyakan kata2, mending saya kasih liat poto2nya deh. Biar poto2nya yang bercerita. 🙂

Mengenai rencana ke depan saya mau ngapain, besok saja deh saya kasih tau kalau sudah terlaksana rencana2 itu. Biar jadi kejutan. Kok bisa? Lha tidak diduga sebelumnya. Kalau saya beritahu rencana sebelumnya nanti kalian tidak jadi terkejut dong. Hehe

 

Yogya, 20 Feb 13

Hari pertama resmi jadi Pengangguran

Anak-anak Teknik Mesin '08

Anak-anak Teknik Mesin ’08

Sempet poto eksklusif bareng pak Rektor UGM

Sempet poto eksklusif bareng pak Rektor UGM

 

Duo Ganteng, @kangridwan19 & @maspram_blora

Duo Ganteng, @kangridwan19 & @maspram_blora

 

Poto dengan kawan2 Asrama PPSDMS

Poto dengan kawan2 Asrama PPSDMS

 

Yang tengah itu Prof Jamasri (Kajur) & Prof Harwin (Kaprodi)

Yang tengah itu Prof Jamasri (Kajur) & Prof Harwin (Kaprodi)

 

Diarak rame2 sama adik2 angkatan. M Poreper !!

Diarak rame2 sama adik2 angkatan. M Poreper !!

Iklan

7 comments on “Wisuda, Bahagia saja lah

  1. Little Light
    21 Februari 2013

    cciieee, selamat yaaa ridwan 😀
    enggak pengangguran ah, nulis juga kerjaan, hhe 🙂

  2. izzatyzone
    21 Februari 2013

    untung arak2an nya ga bentrok sm jurusan ku?

    • kangridwan
      22 Februari 2013

      ga sempet kepikir bentrok, bukan anak teknik yg dilirik waktu itu, tapi anak2 kedokteran, psikologi, dan “sejenisnya”
      🙂

      • izzatyzone
        26 Februari 2013

        oalah maas mas -____-‘

  3. Mang Aep
    22 Februari 2013

    Keliatan murung? Wajah alaminya mungkin emang kayak gt 😀
    Mungkin Aep sdg merenungkan pertanyaan berikut: kenapa kalo wisuda itu harus pake toga ya? dikalungin logam tipis pula (ntah apa itu namanya..).
    kenapa ga pake sarung aja gitu, sama songkok sekalian.. biar kayak mau sunatan masal..

  4. dwgwisnu
    22 Februari 2013

    selamat ya kakak.. akhirnya sudah wisuda juga… akhirnya ga jadi mahasiswa lagi…

  5. Muhammad Amin
    25 Februari 2013

    barokallah Wan, semoga ilmunya berkah bagi semua..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 21 Februari 2013 by in sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: