.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Memilih dan Dipilih Al Quran

quranUntuk ketiga kalinya saya bercerita tentang Aep, teman saya yang dalam banyak hal senasib dengan saya itu. Aep itu kalau baca Al Quran suaranya enaak banget didengerin. Saya akui, saya kalah jauh. Selain itu, dia juga rajin membaca Al Quran. Rutin. Istiqomah. Kalau saya ke masjid Nurul Barokah setelah maghrib biasanya mendapatinya sedang tilawah. Oya, Aep tuh memang tinggal di kompleks masjid Nurul Barokah, jadi pengurus masjid (baca: Marbot).

Mushaf Al Quran selalu ia bawa kemana ia pergi. Kebiasaan ini sama dengan saya. Namun, Aep rajin membacanya, tidak seperti saya yang sering kali cuma sekedar membawa. Target sehari satu juz bagi saya juga tercapai hanya ketika sempat. Lebih tepatnya menyempatkan. Hafalan saya juga lebih sering hilang pergi. Susah merawatnya: tidak rajin menjaganya.

Oke, kita alihkan pembicaraan kita dari Aep ke interaksi kita dengan Al Quran.

Dalam sebuah kesempatan, kawan dekat saya bilang ke saya, “Mas, ternyata tidak semua orang tergerakkan untuk rajin membaca Al Quran. Meski dia termasuk orang yang agamanya baik sekalipun. Rasanya kok, seakan-akan Al Quran memilih orang-orang tertentu yang mau membacanya.”

Saya jadi berpikir, ada benarnya juga perkataan kawan dekat saya ini. Bahkan dia sendiri mengaku bisa membaca novel tebal sampai selesai hanya dalam satu atau dua hari. Namun, ketika saya tanya bagaimana dengan membaca Al Quran, dia mengaku butuh hitungan bulan untuk mengkhatamkan membaca Al Qur’an. Padahal kawan dekat saya ini juga memiliki kebiasaan membawa mushaf Al Quran kemana pun ia pergi.

Ada lagi kawan saya, sebut saja Yanto. Yanto ini kutu buku, konsumsi bukunya entah berapa buku perbulan, yang ia baca juga yang ia beli. Dia juga termasuk orang yang tahu keutamaan membaca Al Quran, tapi saya jarang melihatnya membaca Al Quran. Kalaupun membaca Al Quran, hanya sebentar dan bacaannya juga masih perlu banyak diperbaiki. Semangat membaca, mempelajari, dan menghafal Al Qurannya masih kalah jauh dengan semangatnya membaca buku fiksi atau nonfiksi kesukaannya.

Yang lainnya lagi, panggil saja Alif. Teman saya waktu SMA. Dia pandai sekali menyanyi, suaranya teramat bagus berbagai macam lagu cukup dengan sepintas mendengar saja dia mudah sekali menghafalnya. Seusai lulus kuliah, dia menyesal dan merasa bersalah karena selama kuliah tidak pernah membaca Al Quran. Padahal banyak lagu bisa dia hafalkan dan nyanyikan dengan sangat merdu.

Keutamaan membaca Al Quran, setiap hurufnya mendapatkan pahala kebaikan. Hitungannya per huruf, bukan per kata atau per ayat. Ini ada haditsnya. Selain pahala, al Quran juga bisa menentramkan hati. Hanya dengan membaca Al Quran, hati menjadi tenang (ada ayatnya). Al Quran juga bisa sebagai obat/penyembuh (Asy Syifa). Dan seterusnya dan seterusnya. Keutamaannya banyak sekali.

Khoirukum man ta’allamal Qurana wa ‘alamahu. Sebaik-baik manusia adalah yang mau mempelajari Al Quran dan mengamalkan / mengajarkan nya. Saya hafal hadits ini sejak SD. Ketika pelajaran agama di SMP ataupun SMA, juga berkali-kali diulangi. Jadi, bisa saya katakana hampir semua orang tahu tentang hal ini. Namun, kebanyakan baru sampai tingkatan mengetahui, sekedar tahu.

Dalam khotbah Jumat kemarin di maskam UGM, ustadz Yusuf Mansur menyampaikan materi yang menarik. Bahwa ada hubungan antara kesuksesan / kekayaan/ kebahagiaan/ dengan membaca / mempelajari/ menghafal Al Quran. Titik temunya dimana? Ada pada Doa.

Ada ayat (saya ga hafal ayatnya) yang intinya berisi bahwa jika ingin berdoa kepada Allah, lakukanlah amal sholeh. Sedangkan sebaik-baik amal sholeh adalah membaca / mempelajari/ menghafal Al Quran. Di situ titik temunya, kata ustadz Yusuf Mansur.

Kita tidak harus menunggu dipilih oleh Al Quran terlebih dahulu untuk bersemangat membaca Al Quran. Tapi kita bisa memilih untuk memiliki interaksi yang dekat dengan Al Quran.

“Menghafal Al Quran itu bukan untuk prestasi, tapi itu kebutuhan hati ente sendiri” kata ustadz YM.

 

Kutoarjo, 20 Maret 2013

6 comments on “Memilih dan Dipilih Al Quran

  1. jaraway
    20 Maret 2013

    Khoirukum man ta’allamal Qurana wa ‘alamahu, ridwan.. hadits jangan salah tulis ah.hehe

    • kangridwan
      21 Maret 2013

      makasi koreksinya mbak, udah ane perbaikin.🙂

      *udah lapa ngapalinnya, jd agak lupa.

  2. Muhammad Amin
    21 Maret 2013

    mengingatkan diri sendiri, jazakallah Wan!

    • kangridwan
      29 April 2013

      Saling mengingatkan, Bro.

  3. Ahmad Tohani
    28 April 2013

    makasih ridwan, sudah mengingatkan #malu pada diri sendiri😦

    • kangridwan
      29 April 2013

      masama Toh. Saling mengingatkan.🙂
      Ingetin aku juga yah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 20 Maret 2013 by in ngaji yuk, sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: