.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Gerahamnya di Neraka Lebih Besar dari Gunung Uhud

Pada suatu hari, Rasululullah SAW duduk dikelilingi sejumlah kaum muslimin. Di tengah pembicaraan, beliau termanggut-manggut beberapa saat, lalu mengarahkan bicaranya kepada semua yang ada di sekelilingnya.

“Sesungguhnya, di antara kalian ada seseorang laki-laki yang gerahamnya di neraka lebih besar dari gunung Uhud”

Semua yang hadir dalam majelis tersebut selalu diliputi ketakutan melakukan pelanggaran agama. Masing-masing dari mereka takut kalau-kalaulah dirinya yang dimaksud nabi, mendapatkan su’ul khatimah.

Waktu terus berjalan, hingga akhirnya semua yang mendengar pembicaraan Rasulullah tersebut waktu itu telah menemui ajalnya dengan khusnul khatimah. Mereka semua mati sebagai syuhada di medan perang. Yang masih hidup hanyalah Abu Hurairah dan Rajjal bin ‘Unfuwah.

Abu Hurairah menjadi sangat takut. Badannya sering bergetar, matanya sulit dipejamkan, pikirannya tidak bisa diistirahatkan, hingga akhirnya tabir itu terkuak dan jelaslah siapa yang celaka itu. Rajjal keluar dari Islam dan bergabung dengan Musailamah Al-Kadzab dan mengakui kenabian nabi palsu itu.

Sekarang sudah jelas siapa yang dikabarkan Rasul akan mendapat su’ul khatimah.

Ternyata, Rajjal jauh lebih berbahaya daripada Masailamah, karena ia menyalahgunakan keislamannya yang lalu, masa-masa hidupnya bersama Rasul di Madinah, hafalan Al Qurannya yang cukup banyak, dan ditunjuknya ia sebagai utusan Khalifah Abu Bakar. Semua itu disalahgunakan untuk mendukung Musailamah dan mengukuhkan kenabiannya yang palsu.

pejuangJumlah pengikut Musailamah semakin bertambah banyak disebabkan kebohongan-kebohongan Rajjal dan karena penyalahgunaan keislaman serta hubungannya dengan Rasulullah di masa silam. Rajjal bukan hanya murtad, tetapi juga pembohong, munafik dan oportunis. Ia murtad bukan karena meyakini kebenaran Musailamah, melainkan karena kemunafikan yang disembunyikan dan keuntungan yang ingin diraih.

Cerita ini bisa kita temukan di buku “60 Sirah Sahabat Rasulullah SAW”, karya Khalid Muhammad Khalid ketika menceritakan sahabat yang berhasil membunuh Rajjal dan syahid di medan “Perang Murtad” tersebut. Sahabat ini mungkin jarang terdengar di telinga kita. Ia seorang pahlawan kenamaan tapi bekerja secara diam-diam. Ia adalah Zaid bin Khaththab, kakak tertua dari Umar bin Khaththab.

**

Jika ingin cerita lebih lengkapnya, silahkan menikmati buku yang sangat recommended itu. Yang akan saya bahas bukan kisah Zaid bin Khaththab, tapi mencoba menggali hikmah dari Rajjal bin Unfuwah.

Keberadaan orang yang lebih jahat & berbahaya daripada nabi palsu ini sudah ada sejak zaman generasi awal dulu. Bahkan si pelaku itu pernah satu majelis dengan nabi sampai-sampai nabi memberi “bocoran” akan adanya orang yang disebutkan “gerahamnya di neraka lebih besar dari gunung Uhud”.

Ia memiliki “sesuatu” yang membuat umat islam percaya padanya karena dulu ia pernah bersama Rasulullah, hafalan Al Qurannya juga bagus, bahakan menjadi utusan khalifah Abu Bakar. Nah sudah kadung dipercaya umat, malah menyesatkan. Ini yang membuat kerusakan menjadi lebih berlipat.

Ada seorang pengajar di Universitas Islam Negeri, bahkan bergelar Profesor. Ia juga berjilbab. Ia memiliki alasan yang kuat untuk didengarkan, dipercaya kata-katanya. Sudah dosen di Universitas Islam, professor lagi. Lha tapi ternyata yang disampaikan banyak yang melenceng alias menyesatkan. Ia mendukung homoseksual & lesbian, mendukung pernikahan sesame jenis. Parahnya, argumennya juga menggunakan ayat-ayat AlQuran

Ada lagi seorang “Gus” yang secara background dihormati oleh karangan santri, didengar kata-katanya, dinanti nasehatnya, sayangnya ia juga memiliki pemikiran yang ngawur. Jika penasaran, silahkan coba mencari nama mereka dalam deret aktivis JIL juga statement yang sering mereka keluarkan. Saya tidak akan membahasnya satu persatu.

Saya sungguh tidak berani menuduh bahwa mereka ini termasuk mereka yang “gerahamnya di neraka lebih besar dari gunung Uhud”. Hanya saja, orang-orang semacam ini sudah ada sejak zaman generasi awal dahulu. Ia lebih berbahaya dari nabi palsu sekalipun, karena menyesatkan umat bahkan menggunakan ayat Al Quran. Kita musti waspada dengan orang-orang semacam ini.

Kepada mereka yang membuat umat kebingungan ini, saya berdoa semoga mereka mendapatkan hidayah dari Allah. Ini bukan berarti saya juga selalu benar dan tak pernah luput dari kesalahan, karena itu saya juga selalu mohon petunjuk Allah, mau belajar dan menggunakan akal untuk taat pada Nya.

 

Wallahu a’lam,

Allahummahdina fi man hadait

 

Kutoarjo, 16 Juli 2013

Iklan

3 comments on “Gerahamnya di Neraka Lebih Besar dari Gunung Uhud

  1. yossyfransidha
    16 Juli 2013

    naudzubillahi min dzalik

    • kangridwan
      16 Juli 2013

      na’udzubillah..

  2. Rathomy Aulia
    17 Juli 2013

    jaman sekarang sudah banyak ditemui ……. itulah indonesai hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 16 Juli 2013 by in sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: