.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Dilatih Baret Merah

baret merahSudah lama saya kagum dengan Kopassus. Pasukan elite yang dimiliki oleh Indonesia ini merupakan pasukan khusus peringkat 3 dunia. Kopassus memiliki kemampuan tempur yang handal di darat, laut dan udara. Jika di film-film hollywood kau melihat pasukan yang keren, kopassus ini nyata, Indonesia memilikinya. Patutlah kau ikut berbangga.

Adalah bukan sebuah kebetulan, melainkan sudah menjadi kehendak Tuhan, bahwa saya berkesempatan dilatih oleh korps Baret Merah (istilah lain Kopassus) di pusdikpasus, tempat dimana tentara pilihan dididik menjadi pasukan khusus. Di sini, saya dilatih bukan untuk menjadi tentara, tetapi dilatih kedisiplinan ala tentara. Saya juga bisa melihat pasukan pilihan ini berlatih. Ini kesempatan jarang, karena tidak semua orang diperbolehkan masuk ke lokasi ini.

Perusahaan tempat saya (akan) bekerja ini menginginkan karyawan yang memiliki disiplin tinggi dan mental yang kuat. Maka dari itu musti dibina dan perusahaan saya ini memilih Pusdikpasus merupakan institusi yang paling tepat.

Nah, saya akan sedikit berbagi cerita pengalaman di sini. Jika kau berkenan membaca, semoga bermanfaat.

Anda Ragu, Pulang Sekarang Juga

Upacara Pembukaan Pendidikan dan Pelatihan, Inspektur Upacara memeriksa barisan

Upacara Pembukaan Pendidikan dan Pelatihan, Inspektur Upacara memeriksa barisan

Lokasi Pusdikpassus berada di Batujajar, Bandung Barat. Dari Jogja, kami berangkat jam 7 malam, sampai lokasi jam 6 pagi. Satu bus berisi manusia-manusia gundul, termasuk saya. Begitu aturan rambut bagi peserta yang laki-laki. Memasuki Pusdikpassus, terpampang tulisan berukuran besar : ”Anda Ragu, Pulang Sekarang Juga”. Sangaaaar.

“Pulang aja yuk! Yaah, tapi udah kadung sampai sini. Pasrah deh ” entah siapa yang bilang.

Patung seorang prajurit berpakaian & bersenjata lengkap, gagah berdiri tegak, tangannya menunjuk ke sebuah arah (yg ternyata itu arah koperasi, hehe). Berikutnya seorang prajurit kopassus beneran yang bukan patung terlihat gagah berjaga di pintu masuk.

Tidak semua tentara bisa masuk ke Pusdikpassus. Mereka hanya tentara pilihan dari seluruh Indonesia yang kuotanya juga terbatas dan tidak semua dari mereka berhasil mendapatkan baret merah, tidak semua bisa lulus. Masyarakat umum pun dilarang memasuki area ini, kecuali mereka yang memiliki izin.

Memasuki pintu gerbang, berbagai tulisan penyemangat mulai banyak kami baca. “Bekerja dengan Kehormatan Sebagai Dasar”, “Lebih Baik Pulang Nama daripada Gagal Menjalankan Tugas”, “Benar, Berani, Berhasil”. Namun yang paling membuat kami mikir-mikir adalah tulisan itu, tulisan bagi para calon anggota kopassus yang juga berlaku bagi kami : Anda Ragu, Pulang Sekarang Juga !! . Sangar bro.

 

Barak

Di sini, kami hidupnya ala militer. Tinggal di Barak, tempat para pasukan tinggal. Satu ruangan berisi tempat tidur berderet-deret, satu tempat tidur ditempati dua orang, kasur atas dan kasur bawah. Satu lemari dipakai juga untuk berdua. Meletakkan pakaian dalam lemari pun juga ada aturannya, harus bersih dan rapi. Meninggalkan tempat tidur harus dalam kondisi rapi spreinya, tanpa lipatan sedikitpun, harus mulus.

 

Kondisi Barak, Ini baru aja dateng, belum disuruh merapikan barang2

Kondisi Barak, Ini baru aja dateng, belum disuruh merapikan barang2

Jam 4 pagi harus sudah bangun untuk mandi pagi. Mandinya ngantri meskipun kamar mandinya banyak. Pagi itu pula musti diusahakan untuk buang air besar. Setelah itu, kami beraktivitas seharian dan baru bisa menikmat barak kembali sekitar jam 10 malam. Menikmatinya untuk mandi, mencuci baju, sholat, dan untuk tidur melepas lelah. Kami tidak sempat bermain hape, selain karena sangat lelah, hape memang disita selama pendidikan di sini.

Makan

 

Makan pun, ada aturannya.

Makan pun, ada aturannya.

Makan ala militer pun juga kami lakukan selama di sini. Awalnya lumayan ribet, tetapi lama kelamaan saya merasa sangat efisien. Ruang makan bernama Griya Satria. Satu meja terdapat 9 kursi. Pada tiap meja sudah terdapat nasi, sayur, lauk, dan ompreng (semacam nampan lebar berfungsi sebagai piring).

Kami berbaris rapi menuju Griya Satria sambil membawa Sendok Garpu dan Mug (tempat minum) yang telah dibagi di awal. Kami mengambil air minum sebelum memasuki ruangan dan untuk memasukinya pun ada caranya : harus hormat bendera merah putih dulu sambil berteriak nama perusahaan saya ini.

Kami menunggu semua peserta masuk terlebih dahulu, baru duduk lalu berdoa. Duduk dan berdoa pun ada aba-abanya. Waktu untuk makan hanya 5 menit. Makanan harus habis. Pernah saya dimarahi gara-gara makan daging ayam tidak habis, trus saya tutup dengan kulit jeruk. Haha

Nutrisi yang terkandung dalam makan kami sudah terukur. Tidak ada sambal, karena katanya membuat energi cepat habis. Menunya itu-itu saja. Sebenarnya bosan, tapi anehnya selalu saja enak, salah seorang teman bahkan malah jadi naik nafsu makannya. Menurut perkiraan saya, itu karena kami fisiknya benar-benar terkuras sehingga makan terasa sangat nikmat.

 

Bukan Kostum Hansip

Ngarepnya sih pakai seragam loreng, sekalian bawa senjata latihan nembak dan terjun payung. Tapi berhubung kami bukan militer, sergam kami bukan seragam loreng. Namanya pakaian PDL, entah apa itu kepanjangan dari PDL.

hansip

Agak mirip Hansip, kan? hehe

Untuk mengilustrasikan, bayangkan seragam hansip yang sering jaga keamanan ketika tetanggamu menggelar acara nikahan itu. Persis seperti itu.

Sepatu PDL yang berat dan menutup mata kaki (cara menali sepatu juga ada aturannya, loh), kaos kaki, karet kaos kaki, celana panjang, kaos dalam, baju PDL, ikat pinggang, Kopel (ini semacam ikat pinggang yang kelihatan dari luar), buku lapangan yang nyantol di ikat pinggang, dan terakhir topi yang bertuliskan nomor siswa.

 

Berbaris dan Bernyanyi

 Tiap melakukan mobilisasi dari satu tempat ke tempat lain, kami harus berbaris sambil bernyanyi. Bernyanyinya berisi penyemangat, meskipun kami terkadang menyanyikan lagu penyemangat itu dengan tidak bersemangat karena kelelahan.

Yang dibariskan tidak hanya orang, tas juga sering dibariskan. Begitu pula sepatu, ketika solat di musola, sepatu diparkir dengan berbaris rapi. Agar tidak tertukar, atasnya diberi topi. Nomor siswa yang tertera di topi itu sangat membantu, menandai identitas peserta.

Kopassus yang sedang berlatih pun juga seperti itu. Mereka berjalan maupun berlari dengan berbaris rapi dan bernyanyi. Ada pasukan yang sambil membawa tas berat dan memikul senjata, ada pula pasukan yang bertelanjang dada di siang hari, bahkan dini hari sekitar jam 3 pagi sudah terdengar suara prajurit sedang berbaris rapi sambil bernyanyi. Bedanya dengan kami,  barisan mereka selalu rapi dan teriakan nyanyian mereka selalu lantang dan bersemangat.

Demonstrasi PBB

Demonstrasi PBB

Dilatih Baret Merah

Selain penanaman nilai disiplin pada setiap aktivitas kami, ada berbagai materi yang diajarkan kepada kami. PBB sudah pasti, ilmu medan juga diajarkan kepada kami. Materi tentang , disiplin, motivasi, wawasan kebangsaan diajarkan kepada kami.

Ada juga materi semacam outbond : turun dari papan tower menggunakan tali atau yang sering disebut snaplin, terjun dari ketinggian semacam flying fox, meniti tali, merayap satu tali, melewati jaring pendarat, semua kami lakukan.

Di akhir penutupan, selain demo PBB juga ada demo snapling. Saya kebetulan terpilih dalam tim snapling yg ikut demo. Turun dari papan tower setinggi 15 meter menggunakan tali dengan 3 kali lompatan. Seru !!

 

Turun dari 15 Meter (maaf, agak narsis )

Turun dari 15 Meter (maaf, agak narsis )

 

Situlembang

Situlembang merupakan hutan tempat dimana Kopassus latihan tempur medan gunung dan rawa. Kawasan ini ditutup untuk umum, tidak semua bisa memasukinya. Terdapat danau yang membuat panorama di situlembang semakin indah. Indah tapi sangar.

Dari 10 hari dilatih Kopassus (26 Ags – 4 Sept), 2 hari di antaranya lokasinya di tempat ini. Dari Batujajar menuju Situlembang, 221 peserta ini diangkut menggunakan 5 truk militer yang bebas hambatan karena dikawal voorijder.

 

Segeeer

Segeeer

Baru tiba di situlembang, kami disambut dengan suara bom, lalu disuruh tiarap dan merayap di rumput basah. Jadilah kami berkotor-kotor. Berikutnya lebih seru lagi, kami ramai-ramai harus berendam di salah satu kolam hingga meneneggelamkan diri. Dengan demikian, kami dinyatakan sebagai warga kehormatan Situlembang.

Kondisi Batujajar yang sering membuat kami mengeluh ternyata kondisinya masih jauh lebih baik daripada di Situlembang. Di sini lebih dingin, tidur di barak tanpa kasur, dan kondisi kamar mandi yang lebih terbatas dan kurang nyaman.

Malam hari kami melakukan acara caraka malam, berjalan di tengah hutan gelap hanya dengan berpegangan satu tali, komplet dengan halangan dan rintangannya. Di sini, kami juga diajari materi survival/bertahan hidup. Kopassus sengaja membawa ular, lalu mengajari cara menghadapinya, hingga memakannya.

Cerita di Situlembang bisa menjadi satu judul tersendiri, seru abis!!

 8. Survival

Siap Mengabdi Demi Merah Putih

Sepuluh hari berakhir begitu cepat, itu terasa ketika hari terakhir. Saking begitu padatnya agenda, seakan-akan waktu berajalan begitu cepat. Baru saja bangun tidur kok rasa-rasanya sudah mau tidur saja. Baru saja pembukaan pelatihan kok rasa-rasanya sudah mau penutupan saja.

Banyak pelajaran yang saya dapatkan disini, terutama tentang kedisiplinan, tentang mengambil keputusan. Menurut kopassus, setiap langkah adalah pertaruhan. Lalu saya mencoba-coba mencari kesamaan antara Instansi saya dengan Kopassus. Ternyata kami memiliki kesamaan : sama-sama siap ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia, ada unsur pengabdian bagi negara.

Diam-diam saya merasa terharu sendiri, ada gemuruh dalam hati saya, ketika di puncak acara penutupan, kami membentangkan sepanduk dan serentak dengan lantang bersama-sama membaca tulisan di spanduk itu : KAMI SIAP MENGABDI DEMI MERAH PUTIH !!

KAMI SIAP MENGABDI DEMI MERAH PUTIH !!

 

Siap Mengabdi demi Merah Putih

Siap Mengabdi demi Merah Putih

 

Bogor, 16 September 2013

Nyambi bikin tugas resume, 23:24

Iklan

10 comments on “Dilatih Baret Merah

  1. rizal_p
    17 September 2013

    sangarrrr… macho tenan ahh (y)

    • kangridwan
      17 September 2013

      Machoo L
      😀

  2. aghie.yoedha
    17 September 2013

    Selamat menerangi Indonesia mas! demi Indonesia yang lebih baik dan bermartabat 🙂

    *PDL= Pakaian DInas Lapangan

    • kangridwan
      17 September 2013

      Makasih, Can!!
      *aku kok katrok banget ya?

  3. Ulfa
    17 September 2013

    wah, joss. Tinggal nunggu penempatan iki? semoga dapat kantor yang kondusif 🙂

    • kangridwan
      17 September 2013

      Amiiiiin…
      😀

  4. hidatte
    17 September 2013

    woowww…kopassus meeen…
    aku milih dilatih kopaskhas wae lah 😀

  5. Yume Lee
    20 September 2013

    ga sengaja lagi nyari foto2 angkatan 36 nemu di blog wkwkkw
    kenal ama mas nanda ga bang?ada fotonya ga wkwkwk

  6. Dari cerita di atas bisa mejadi motivasi juga buat saya…
    hha..kopassus batujajara…siap lah untuk aku bisa masuk kesana sprti kalian. (y)
    itu juga daerah ku… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 16 September 2013 by in sepotong episode and tagged , , .
%d blogger menyukai ini: