.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Diplomasi Gunting Sisir dan Regantengisasi

gunting sisirTerhitung 4 orang, yang hari ini kepalanya saya potong (rambutnya)

Total korban menjadi 11 orang. Yang mengantri untuk dipotong sudah terdaftar sekitar 5 orang, itu baru jumlah sementara.

 

Saya memang bisa mencukur rambut. Bisa dikatakan hobi (hobi yg aneh). Sejak SMP hingga kuliah, kawan-kawan sudah saya cukur rambutnya. Bapak saya bahkan tidak pernah lagi ke tukang cukur sejak saya SMP, karena saya yang mengambil tugas memegang-megang kepala bapak saya (sambil dipegang, dipotong rambutnya).

Adik saya baru setelah SMP mulai cukur di tukang cukur. Sebelumnya selalu saya. Pernah juga suatu ketika saya cukur di salah satu tukang cukur di jogja, lalu saya cerita kalau saya bisa nyukur, eh saya malah ditawari untuk part time di situ.

Di sini, saya nyaris bisa dibilang profesional, kalau saja ditambah menggunakan kain penutup. Ini pasien saya saya persilahkan menggunakan baju, atau melepasnya. Resikonya tetap saja rambut yang terpotong menempel di sekitaran leher ke bawah.

“Justru ini kelebihan potong rambut dengan saya, Bro. Jika biasanya malas-malasan mandi, setelah cukur saya jamin pasti bakal mandi” seloroh saya.

Tiap kali melihat teman saya yang rambutnya tidak rapi, rasa-rasanya tangan ini gatal pengin motong rambutnya, merapikannya. Wal hasil, tiap kali melihat rambut para korban yang rambutnya sudah rapi, saya merasa puas. Wajah mereka tampak menjadi lebih ganteng dan saya berperan dalam proses regantengisasi ini.

Saya punya kesempatan untuk ngobrol 4 mata, meskipun matanya tidak saling bertatap. Di manapun, si tukang cukur dan yang dicukur biasanya asik ngobrol, terutama jika tukang cukurnya bisa memulai obrolan. Begitu pula saya, Saya jadi punya kesempatan untuk ngobrol eksklusif dengan kawan saya satu persatu.

Saya jadi tau, kalau ternyata si A itu orang tuanya kerja di PLN, kalau ternyata si B itu ternyata angkatan tua meski kelihatannya masih muda, kalau ternyata si C pernah bekerja di sana dan disitu, kalau ternyata si C, si D, si E begini dan begitu.

Nanda & Adit

Ini bayarnya gimana, Wan? Berapa?

“Ga usah, Bro. Sepuluh menit bisa ngobrol eksklusif dengan kamu sudah merupakan sesuatu yang berharga bagi aku. Aku yang berterima kasih” begitu kataku.

Itu saya katakan dengan ikhlas, bukan sok-sokan. Karena saya ingin eksis. Maksud saya, saya ingin eksis dalam kebaikan. Setidaknya ada hal baik yang bakal diinget teman2 saya. Tidak hanya Ridwan yg suka tidur di kelas, atau Ridwan yang suka mengacaukan lagu barisan. Tapi juga Ridwan yang membuat rambut jadi rapi dan wajah tampak lebih ganteng.

Dengan gunting dan sisir, saya mencoba memudahkan teman2 saya mengingat saya. Jika Pak SBY melakukan diplomasi yang halus dengan dan bermain gitar sambil menyanyikan Happy Birthday kepada Vladimir Putin, maka saya juga sedang melakukan diplomasi pada teman-teman saya. Saya sebut sebagai diplomasi gunting sisir.

Suralaya,15 Oktober 2013

**

Data korban sementara : saipul, sigit, nanda, kharisma, wicak, yoga, harley, ramos, maicol, agus, adit.

Yang terdaftar ngantri : rumajung, bertu, iskandar, roni, haris,

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 16 Oktober 2013 by in sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: