.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Rumus : Menunda dan Membatasi

Saya mendapatkan rumus baru. Rumus ini bukan saya dapatkan seperti Archimedes yang saking senangnya sampai lari dari kamar mandi tanpa pakaian. Atau seperti Newton yang mendapatkan rumus gara-gara duduk santai di bawah pohon Apel. Ga perlu pula otak saya diteliti seperti Einstein gara-gara menemukan rumus FisikaKuantum itu.

Ini rumus sederhana tentang bagaimana bisa menikmati apa yang kita miliki. Rumusnya adalah : menunda dan membatasi.

Mengapa buka puasa terasa nikmat? Karena makannya ditunda. Dengan ditunda, kenikmatan itu berlipat karena keinginan semakin kuat. Namun jika waktu buka puasa makannya tidak dibatasi, pasti kenikmatan itu akan hilang lagi.

Rumus makan terasa nikmat itu : menunda makan dan membatasi jenis makanan. Orang yang sering makan dan makannya tidak terbatas jelas tidak nikmat.

Waktu jadi anak kos dulu, makan ayam itu jarang-jarang. Ayam itu menjadi makanan spesial. Makan ayam terasa nikmat sekali. Nah, ketika mengikuti diklat di sini,setiap hari makan ayam terus. Lama-lama bosan juga. Ayam menjadi tidak sepesial lagi.

Mengapa banyak yang suka makan sego/nasi kucing ? Karena nasinya sedikit. Makan satu bungkus terasa enak, nambah lagi. Lauknya tempe ambil satu, enak nambah lagi. Eh, pas mau bayar ternyata habis banyak seperti makan nasi padang.

Rumus menunda dan membatasi ini tidak hanya berlaku untuk urusan makanan saja. Tapi juga untuk banyak hal lainnya.

Lalu apakah berlaku untuk hal rutin yang wajib dilakukan? Misalnya mau menikmati sholat, perlukah menunda dan membatasi sholat? Tentu tidak begitu. Untuk urusan solat ini tidak berlaku. Tapi pakaian untuk solat, ini berlaku. Jangan pakai sarung itu melulu, atau baju itu melulu, atau peci itu melulu. Jalan ke masjid sesekali lewat rute yang berbeda. Parfum berbeda.

Menunda dan membatasi ini tidak berlaku untuk urusan yang tidak boleh ditunda dan dibatasi. Makan sudah sangat lapar, ya jangan ditunda. Bernafas ya oksigennya jangan dibatasi.

Orang desa, ke kota akan merasa seperti rekreasi. Melihat gedung-gedung tinggi seperti yang ada di televisi. Bagi orang kota, ini tidak berlaku. Lha tiap hari ketemunya seperti itu.

Orang kota akan merasa tentram ketika ke desa. Melihat sawah dan sungai yang masihalami belum terkontaminasi, itu rekreasinya orang kota. Bagi orang desa, ini juga tidak berlaku. Lha tiap hari ketemunya seperti itu.

Namun orang desa yang kelamaan di kota, atau orang kota yang kelamaan di desa pasti akan rindu ke asalnya. Dan ketika kembali ke asalnya, pasti rasanya akan berbeda. Orang kota akan menikmati kota, orang desa akan menikmati desa.

Ketika sepasang kekasih berpisah lama misalnya. Seperti lagunya Rhoma irama : Malam Terakhir. Ada lirik yang asyik : “Semakin lama kita berpisah, semakin mesrasaat berjumpa”. Lirik ini juga merupakan turunan dari rumus menunda dan membatasi.

Jadi,rumus menunda dan membatasi bisa kau turunkan menjadi rumus lain. Mirip seperti hukum Newton yang bisa diturunkan menjadi banyak rumus.

Bagi mereka yang sedang berpisah orang-orang yang dicintainya, karena sedang bekerja atau tugas belajar di tempat jauh, atau lainnya,  rumus menunda dan membatasi bisa diturunkan menjadi berikut:

 “Diciptakan jarak agar muncul rasa rindu. Diciptakan rindu agar semakin kuat rasa cinta”

 

Selamat mempraktekkan rumus ini, juga turunan-turunannya.

 

🙂

 

 

Suralaya, 6 November 2013
Twitter : @kangridwan19

3 comments on “Rumus : Menunda dan Membatasi

  1. Yura permata sari
    6 November 2013

    dibungkoss deh..resepnya kang..hehe

  2. indah Wati Dewi
    6 November 2013

    kerennn

  3. Legend Wannabe
    13 Maret 2016

    kalau nikah gimana? ditunda apa gak? :v

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 6 November 2013 by in sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: