.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Bingung Nulis

bingung nulisSebenarnya saya bingung tentang apa yang akan saya tulis. Bahwa ternyata urusan tulis menulis itu tidak semudah mengedipkan mata atau menjulurkan lidah. Butuh ide dan kemauan yang datangnya entah tak terduga. Keinginan sering muncul tapi tak ada yang bisa ditulis, tidak jadilah tulisan itu.

Ibarat tidak mules tapi ingin memaksa buang air besar, jongkok berlama-lamapun hasilnya nihil. Selain mirip BAB, menulis juga mirip bersin. Ga asal-asalan kalau tidak ada pemicunya. Cobalah kau bersin yang dibuat-buat, pasti hasilnya berbeda dengan sebenar-benarnya bersin.

Atau jangan-jangan karena saya masih penulis kelas amatiran?

Ini hipotesis yang sering saya sampaikan kepada teman-teman saya yang mengadu kesulitan menulis. Karena kurang latihan, itu alasannya. Nulis itu ketrampilan. Ketrampilan itu semakin tajam jika sering dilatih, apapun jenis ketrampilan itu.

Ide sih ada banyak ide. Tiap baca buku bahkan saya mendapatkan banyak ide. Ada yang berasal dari peristiwa yang saya lihat, yang saya dengar dari teman saya, ataupun bahkan yang sempat terlintas di imajinasi saya. Semua itu ide, ide ada banyak sekali. Tapi ya ampun, ternyata untuk merangkai ide-ide itu pun juga membutuhkan ide lagi.

Saya membaca novel, lalu saya terkesan dengan novel itu. Novel itu terdiri dari satu ide besar yang dikembangkan dengan berbagai ide-ide yang terangkai menjadi alur yang apik dan bahasa yang indah. Lalu saya sangat tertarik ingin membuat novel, saya berpikir keras baru ingin mencoba membuat kerangka novel, tetapi selalu saja buntu. Buntu karena mungkin belum mencoba dengan sungguh-sungguh.

Kemudian saya beralih membaca cerpen yang lebih pendek dan tidak terlalu kompleks alurnya. Saya tertarik untuk membuat cerpen saja. Pernah mencoba tetapi baru satu halaman sudah mandeg. Habis ceritanya. Ternyata sama saja tidak mudah. Lagi-lagi mungkin karena belum mencoba belajar dengan sungguh-sungguh.

Saya menjadi kagum dengan Tere Liye, penulis belasan novel yang hampir semuanya best seller. Produktifitasnya luar biasa. Novelnya bervariasi temanya. Tidak monoton. Ia juga setiap hari menulis note –semacam tulisan pendek- di Facebook. Isinya sama seperti novel-novelnya : mencerahkan & menarik dibaca. Produktifitasnya saya kagumi, tetapi yang lebih membuat saya kagumi adalah bahwa menulis baginya bukan profesi utama. Dia bahkan seorang ahli ekonomi -profesional-, yang juga sempat mengajar di kampus ternama.

Mungkin saya membutuhkan waktu khusus untuk bertekad menghasilkan satu novel atau mungkin minimal cepen. Lebih tepatnya menyediakan waktu khusus untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Sehingga jika saya sering berlatih maka tidak lagi aka nada kesulitan untuk menelurkan cerpen atau menghasilkan novel tiap kali ada ide. Tidak lagi kesulitan merangkai-rangkai ide.

“Kalau sudah bisa naik sepeda, kalian tidak perlu bersusah payah belajar sampai terjatuh-jatuh. Begitu pula kalau sudah bisa menulis novel.” Itu kata Tere Liye ketika satu forum dengan saya.

Maka saya simpulkan sendiri kalau saya ini belum bisa naik “sepeda”. Musti sering-sering berlatih dan tidak kapok tiap kali “terjatuh”. Sementara ini saya belajar nulis masih di blog, atau di Facebook, sesekali membuat kultwit di Twitter.

Beberapa kali saya menggunakan metode yang diberikan oleh kawan dekat saya yang juga penulis novel , Kun Geia. Dia memberi metode belajar menulis dengan cara menulis apa saja yang ada dalam pikiran tanpa membiarkan jari berhenti “menari” di atas keyboard laptop. Jangan biarkan berhenti. Biarkan apa yang ada di pikiran –apapun itu- ditulis. Ga peduli itu nyambung atau tidak. Setelah selesai baru dilihat, dibaca lagi, dan dikoreksi –ditambah & dikurangi- jika perlu.

Setidaknya, ibarat mau naik motor, metode ini bisa memanaskan mesin. Ibarat mau olah raga, metode ini seperti peregangan agar tidak kram. Ibarat angkat barbell, metode ini membuat otot semakin kuat. Saya berterimakasih kepada sobat saya ini, yang tidak hanya member tips tapi juga pernah memberikan workshop gratis!

Terakhir, saya akan tunjukkan kepadamu contoh hasil dari metode menulis yang diajarkan Kun Geia ini :

>> ya ini, tulisan yang baru selesai kamu baca ini.

 

 

 

 Pusdizi-Bogor

15 Nov 2013

One comment on “Bingung Nulis

  1. kang Rahmat
    16 November 2013

    saya pun bingung mau komentar apa :))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 16 November 2013 by in sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: