.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Arisan Nikah

Ada banyak cara untuk menjaga silaturahim dalam suatu komunitas. Lebih-lebih lagi ketika masa bekerjasama dalam komunitas itu telah usai. Tak ada lagi pertemuan rutin atau intens sebagaimana sebelum purna.

Misalnya teman-teman SMA kita, atau teman seorganisasi ketika di kampus, atau teman seasrama dulu, atau yang lainnya. Kita tak lagi bersama-sama dan bekerja sama dengan mereka. Saat ini terpisahkan oleh ruang dan waktu. Namun kita perlu merawat hubungan kita dengan mereka, mereka adalah aset jaringan yang berharga.

Cara sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan membuat grup di media sosial. Bisa facebook, BBM, atau WhatsApp. Apa yang dibicarakan terserah, tidak harus selalu nyambung dengan tema ketika bersama-sama dulu. Sesekali kopdar, meski sangat sulit untuk bisa berkumpul utuh sebagaimana zaman ketika dulu.

Ada lagi yang popular bagi anak-anak muda, yaitu membuat piala nikah bergilir (yang bergilir pialanya, bukan nikahnya). Dengan adanya piala nikah, bisa “memaksa” untuk datang ke acara tersebut yang otomatis bisa kopdar. Piala nikah ini pun bisa menjadi bahan perbincangan di grup media sosial.

Kelemahannya, semangatnya biasanya hanya di awal. Bagi yang belakangan menikah, teman-teman yang datang tidak sebanyak yang pertama-tama menikah. Tidak jarang malah pialanya sudah patah, atau kusut. Itu masih mending, malah ada yang hilang.

Ada lagi alternatif lain untuk menjaga silaturahim di komunitas kawan lama : Arisan Nikah.

arisanSaya bersama kawan-kawan kelas Enjiner Pembangkit (Prajabatan angkatan 36 PLN) melakukan hal ini. Cukup asyik, seru, menarik, membantu dan sangat bermanfaat. Mungkin lebih bermanfaat dari Piala Nikah. Jika pada piala nikah dimensinya adalah dimensi pertemanan, maka pada arisan nikah tidak hanya dimensi pertemanan, ada dimensi uang disitu. Urusan uang memang selalu menarik.

Kami sekelas ada 31 orang. Ketika ada yang menikah, masing-masing iuran minimal 300ribu rupiah kecuali yang akan menikah, ia tak perlu melakukan iuran. Maka diperoleh uang 30x300ribu, yaitu 9 juta rupiah. Jumlah tersebut bagi beberapa orang mungkin tidak besar, tapi menurut saya jumlah tersebut tidak juga bisa disebut kecil. Lumayan membantu bagi yang akan menikah.

Iurannya boleh lebih dari 300ribu. Jika lebih dari 300ribu maka dihitung uang kondangan. Saat ini adalah kali ketiga dari iuran untuk arisan nikah yang kami lakukan. Kali ini saya tidak ikut iuran. Kawan-kawan saya pada kreatif, ada yang membayar 300009, lebih 9 rupiah. Ada juga yang nomer cantik 345678. Jika mengumumkannya mempertimbangkan timing yang tepat (misal setelah gajian), ada yang iuran sampai 400ribu.

anak2 EP 36

 

Meski posisi kami sudah tersebar di seluruh Indonesia, keakrabannya masih terasa sebagaimana selama 2 bulan kami belajar bersama di Suralaya dan di Bogor. Suasana grup WhatsApp kami ramai tidak hanya saling bertanya tentang batubara, generator, mesin diesel, pompa rusak, dan yang berhubungan dengan pembangkit listrik. Tetapi terjadi kehebohan ketika ada yang mengumumkan pernikahan. Heboh karena musti iuran arisan nikah.

Tertarik?

 

Medan, 4 Mei 2014

Iklan

7 comments on “Arisan Nikah

  1. Little Light
    4 Mei 2014

    “kali ini tidak ikutan”? Waa, berarti ridwan yang udah mau nikah yaa? Barakallah…:D

  2. pramudyaarif
    5 Mei 2014

    “Kali ini saya tidak ikut iuran” :v
    #IfYouKnowWhatIMean

  3. izzatyzone
    5 Mei 2014

    Ngga ikut krn yg mau nikah? 😀

  4. Sonia Atika
    6 Mei 2014

    Ooh.. jd tanggal berapa nih? Ditunggu undangannya eeaa… 😀

  5. eciyee ciyeee XD

  6. adhitya pratama EP 36
    6 Mei 2014

    Walah.. Mantap bro. Hehe
    Bukan persoalan nominal,bukan pula persoalan silaturahmi tp lebh kepada bgmana kita “dipaksa” untuk saling mengingat, juga dengan sengaja menjebakkan diri untk terlena oleh kenangan dan romantisme sejarah.
    Nikmatnya sejarah hanya untuk diingat. Thanks aa’ ridwan.
    Btw, ane belum nyetor iuran pak. Sabar yah.. Haha
    Selamat menempuh hdup baru.

  7. Faz
    10 November 2014

    Tulisannya bagus dan bermanfaat 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 4 Mei 2014 by in opini, sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: