.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Kutawarkan Peluang Pahala : Pinjami Aku Uang

serah terima

Aku mau menawarkan peluang pahala untukmu. Aku sedang butuh uang, kau bisa meminjamkan uangmu untukku. Itu kalau kau memang sedang ada uang, kalau tidak pun juga tak apa. Namanya juga tawaran, kau boleh menerimanya, kau boleh pula menolaknya.

Mengapa aku memilih memberikan tawaran ini padamu? Karena bagiku, kau bukan sekedar sahabat, tapi sudah seperti saudara. Kau tahu banyak tentang aku, aku pun juga tahu banyak tentang kamu. Aku tahu kau begitu berhati-hati dalam mencari uang. Aku yakin, uangmu halal. Aku tak ingin meminjam uang yang tidak jelas, apalagi haram.

Aku sedang perlu untuk membeli barang itu. Perlu, bukan sekedar ingin. Jika aku mau, aku sebenarnya bisa membelinya dengan kredit. Itu bukan hal yang berat. Namun, aku takut dengan riba yang dilarang agama. Lebih baik berhutang, daripada bermain riba. Berhutang halal, riba haram.

Mungkin ada yang menganggap berhutang itu semacam aib, tapi menurutku berhutang itu lebih mulia daripada ikut bermain riba. Bisa kau bayangkan, yang dilaknat Rasulullah tidak hanya pemakan riba, atau penyetor riba, bahkan pencatatnya ataupun sksinya pun sama dalam dosa. Ngeri bukan? Ah, kau tentu tahu tentang itu. Makanya aku memilih berhutang saja. Dan hutang itu padamu, bukan yang lain.

Kata Nabi : “Jika seorang musim memiliki hutang dan Allah mengetahui bahwa dia berniat ingin melunasi hutang tersebut, maka Allah akan memudahkan bagina untuk melunasi hutang tersebut di dunia”. Aku yakin, akan diberi kemudahan untuk melunasi hutangku padamu, sebelum jatuh tempo.

Pinjam meminjam uang merupakan suatu ujian persaudaraan kita. Ujian itu tentang : komitmen, kepedulian, dan trust. Ujian itu berlaku bagiku sebagai peminjam, juga engkau sebagai pemberi pinjaman. Jika kita lulus ujian ini, semoga ikatan persaudaraan kita semakin kuat dan semakin berkah.

Seminggu yang lalu, ada kawan yang sepertinya butuh uang karena dia pernah cerita kalau bulan depan mau menikah. Kebetulan aku waktu itu sedang ada uang lebih. Aku tawarkan dia. Ternyata dia pas sedang bingung butuh uang. Dia sangat berterimakasih atas tawaran pinjaman dariku. Dia terlihat begitu bahagia, karena belum sempat meminjam sudah ada yang meminjami. Dan kau tahu? Aku lebih merasa bahagia.

Begitu bahagianya, bisa membantu kawan dekat yang sedang membutuhkan. Aku ingin kau juga bisa merasakan bahagia itu. Makanya, aku menawarimu untuk meminjami aku uang, karena aku memang sedang butuh uang.

Anggap saja ini semacam menabung, atau deposito. Jika menyimpan di bank ada bunga atau bagi hasil, maka menabung dengan meminjamkan uang kepada saudara yang membutuhkan (tanpa bunga tentunya) pasti bakal diberi balasan lebih dari Allah.

Aku yakin, ketika kita gemar membantu memudahkan urusan orang lain, Allah akan memudahkan urusan kita. Tak selamanya kita dibutuhkan orang lain, ada kalanya kita yang akan membutuhkan bantuan orang lain. Begitu hukumnya.

Sekali lagi ini tawaran. Tawaran yang menggiurkan bahkan. Tapi tetap saja tawaran, kau bisa menerima atau menolaknya. Kalaupun kau mau meminjamiku uang, jangan karena merasa tidak enak denganku gara-gara aku kawan dekatmu. Niatnya musti ikhlas dan dengan bahagia.  

Semoga keuanganmu sedang sehat, sehingga tidak sulit bagimu untuk menerima tawaran dariku ini.

 

*NB : Tulisan ini intinya tentang hutang kawan lebih baik daripada riba. Itu saja. Bukan berarti ane sedang butuh duit atau nyari pinjaman.

Medan, 5 September 2014

Iklan

One comment on “Kutawarkan Peluang Pahala : Pinjami Aku Uang

  1. aerodest
    6 September 2014

    super like this post. Hutang itu halal, adapun riba itu haram…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 5 September 2014 by in opini, sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: