.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Sabang

Semua orang Indonesia tidak asing dengan kota ini. Ada lagu “dari Sabang sampai Merauke” yang sering dinyanyikan ketika masih SD dulu. Frase “dari Sabang sampai Merauke” pula yang sering digunakan oleh para politisi ketika berkampanye, atau para cendekiawan ketika membuat artikel, atau siapa saja warga Indonesia yang membicarakan negaranya. Maka nama Sabang tidak asing lagi di telinga kita.

Nah, saya akan bercerita tentang kota yang terletak di ujung barat negara kita. Alhamdulillah, beberapa hari yang lalu (7/3/15) saya dan istri menyempatkan untuk travelling ke kota Sabang.

Perjalanan ke Sabang

Sabtu pagi (7/3) saya dan istri janjian ketemuan di Banda Aceh. Istri saya datang dari Medan menggunakan Bus Sempai Star, Saya datang dari Meulaboh, kebetulan saya sedang ada tugas di Nagan Raya. Setelah sarapan pagi, kami mengunjungi Masjid Baiturrahaman, baru berangkat ke Pelabuhan Ulee Lheue.

Sebenarnya ada kapal cepat yang hanya membutuhkan waktu tidak sampai 1 jam untuk sampai ke Pelabuhan Balohan, Sabang. Tetapi kami memilih menggunakan kapal lambat bareng motor & mobil yang ikut menyebrang. Kapal Cepat berangkat jam 9 pagi, kapal lambat jam 11 siang.

Tiba di Balohan jam 13.00, banyak alternatif kendaraan yang bisa kita pilih untuk keliling pulau Weh. Bisa menggunakan becak, sewa mobil, atau sewa motor. Namun saya sarankan, sebelum meninggalkan pelabuhan, minta dulu tourism gudie di petugas pelabuhan. Setidaknya kita jadi tahu gambaran mengenai obyek2 wisata dan bisa lebih merencanakan perjalanan dengan baik.

Masjid Raya - Pelabuhan Ulee Lheue - tourism gudie - kapal Feri

Masjid Raya – Pelabuhan Ulee Lheue – Tourism Gudie – kapal Feri – Welcome to Sabang

 

Becak Bang John

Kami memilih naik becak untuk menikmati pulau Weh. Karena hanya berdua, menggunakan becak lebih irit dibanding sewa mobil. Menggunakan becak juga lebih enak berhenti ketika melihat pemandangan bagus untuk difoto kapan saja kiita mau.

Abang becak ini nama aslinya bang Hanif, tetapi lebih tenar dengan nama Bang John. Dia juga sekaligus menjadi pemandu wisata kami. Menjelaskan ini dan itu, memberi saran begini dan begitu. Selain itu juga dengan senang hati dia siap menjadi juru foto kami.

Bang John dengan Becaknya

Bang John dengan Becaknya

 

  

Kilometer Nol Indonesia

Kami memulai dari obyek yang terjauh, yaitu Kilometer Nol Indonesia. Sekitar 33 km dari Pelabuhan. Jalannya naik turun bukit, kadang berkelok, tetapi terawat. Kiri kanan nampak hutan rimbun tak dijamah orang. Sesekali lihat monyet yang sedang berkeliaran.

Dua hari kedepan, Presiden Jokowi akan menuju tempat ini untuk meresmikan peletakan batu pertama. Yang sudah cantik untuk dipoto ya tulisan Kilometer Nol Indonesia. Sementara Tugunya belum selesai  proses pembangunannya.

Kabarnya, Tugu km 0 Indonesia ini akan dibangun dengan tiang yang materialnya berasal dari 4 pulau terluar Indonesia dari 4 penjuru.  Dan jika sudah jadi, bakal nampak dari Kota Sabang sekalipun.

Kilometer Nol Indonesia

Kilometer Nol Indonesia

 

 

Pantai Iboih

Hampir kebanyakan Wisatawan yang datang ke Sabang memiliki tujuan utama untuk ke Pantai Iboh. Di sini bisa snorkling maupun diving. Penginapanpun banyak terdapat di sini, meski kabarnya lebih mahal daripada di kota. Bule-bule juga lumayan banyak terlihat.

Peralatan snorkling disewakan, ada juga jasa pemandu jika perlu. Untuk yang tidak punya kamera bawah air, bisa juga sewa di sini. Semua serba sewa, lengkap. Pemandu pun siap memoto sampai kita puas. Untuk spot yang bagus, bisa nyebrang ke pulau Rubiah dengan kapal boat sewa.

Jika ditotal, per orangnya habis 190 ribu, include : pelampung, snorkle, sepatu katak, pemandu, kamera, kapal boat.

Ikannya indah, dengan berbagai warna. Karangnya masih bagus. Ada juga di dalamnya bangkai sepeda & bangkai mobil yang sudah ditumbuhi karang, bisa menjadi spot foto yang bagus. Agar menarik ikan, pengunjung membawa umpan berupa mie instan yang diremuk. Jika kita membawa itu, ikan akan berkerumun mendekati kita.

Snorkling di Pantai Iboih

Snorkling di Pantai Iboih

 

Kota Sabang

Kami memilih menginap di Kota, banyak pilihan di sini. Pagi harinya kami jalan-jalan ke TPI, melihat nelayan yang baru mendarat membawa ikan hasil tangkapannya.

Dulu, Sabang pernah menjadi pusat bongkar muat kapal-kapal besar karena letaknya yang strategis, berada di pintu gerbang masuk menuju Nusantara. Banyak gedung-gedung peninggalan Belanda di sini.

Di tengah kota sabang, lebih tepatnya di depan kantor walikota Sabang, terdapat tugu yang disebut tugu kembar sabang merauke. Ada juga Sabang Hill, bukit yang dari situ nampak kota Sabang beserta seluruh pesonanya. Sebagaimana kota-kota di Aceh, Sabang juga memiliki Masjid Agung yang besar dan indah.

20150310(7)

Masjid Agung Babussalam – Taman Kota – Nelayan Pulang Melaut – Sabang Hill – Tugu Kembar Sabang Merauke

 

 

Orang Sabang , Motor Sabang, Mobil Sabang

Sebelum berangkat, saya dikasih tahu oleh kawan, katanya orang Sabang itu ramah-ramah. Benar saja, Bang John orangnya ramah. Memperlakukan kami sebagaimana seorang tuan rumah memperlakukan tamu. Melayani dengan tulus.

Dia bercerita kalau di sabang, tingkat kriminal sangat rendah. Yang dikhawatirkan paling-paling narkoba. Selebihnya tidak perlu khawatir. Masih kata Bang John, Sabang ini termasuk kota teraman di Indonesia.

“Itu sepeda motor ditinggal di pinggir jalan, kuncinya ga dicabut, aman Mas. Ga ada yang ngambil” katanya.

Saya awalnya tidak percaya, tapi setelah saya perhatikan ternyata betul juga yang dikatakan. Saya  melihatnya langsung. Motor-motor di pinggir jalan kuncinya masih nyantol di tempatnya.

“Di sini, kalau berhenti trus ngunci stang, diketawain sama orang”

Bang John juga bercerita tentang mobil di Sabang.

“Itu Mas, mobil yang plat nya belakangnya pakai X, itu dari Singapura. Harganya murah banget. Honda Jazz itu paling mahal 25 juta lah”

Ooo, Mak. Saya tidak percaya awalnya, tapi setelah diyakinkan Bang John, saya jadi percaya. Sayangnya mobil itu tidak boleh keluar dari Sabang. Sepertinya itu mobil Singapura yang sudah habis izin beroperasinya. Daripada dihancurkan, mending dibeli.

20150310(11)

Kunci Motor ditinggal di Motor – Mobil Murah dari Singapura

 Penutup : Jaga Niat

Mengunjungi Kota Sabang sangat menyenangkan. Sabang ternyata tidak hanya indah untuk dinyanyikan, tetapi juga indah untuk dikunjungi. Dan beruntungnya, Indonesia memiliki begitu banyak tempat-tempat eksotis dengan pesonanya masing-masing.

Banyak hal yang bisa didapat dari Travelling : Refreshing, cari teman, cari pengalaman, membuka wawasan, dan lain-lain.

Namun, alangkah baiknya jika kita niatkan sebagai ibadah. Sebagai salah satu bentuk Iqra’, membaca ayat-ayat kauniah, membaca tanda-tanda kebesaran Allah yang terhampar di muka Bumi. Boleh orang lain menganggap negatif apa yang kita lakukan, dibilang sok pamer, dibilang sombong, tapi yang tahu niat kita dan bisa menjaganya adalah kita sendiri.

Semakin kagum dengan keindahan alam, semakin kagum pada Dia yang menciptakan Alam Raya.

Selamat Travelling

Pantai Sumur Tiga

Pantai Sumur Tiga

 

Banda Aceh, 11 Maret 2015

6 comments on “Sabang

  1. pramudyaarif
    14 Maret 2015

    muter i pulau weh mbecak terus wan?becak yang sama?tahun depan tak mrono.tapi ora dewean :v

    • kangridwan
      15 Maret 2015

      rencana kami taon depan pengin mrono neh, karo kowe + nyonya Pram. :v

  2. Siti Purwanti Shie
    20 Maret 2015

    Maaf mas, kebetulan sy sedang ad tugas d banda aceh dr Jakarta. Sepintas baca blognya mas..kira2 kalo transportasi yg d sabang atas nama bang john itu ada nomor kontaknya gak y? Sy rencana sendiri kesana. Mksih

    • kangridwan
      24 Maret 2015

      ada mbak, saya kirim nomor kontak bang John itu ke email mbak Siti yaaa. Cek email silakan

  3. sant
    16 April 2015

    bang boleh minta cp bang jhon juga gak rencana awal juni saya kesana sendiri juga. makasih bang sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 11 Maret 2015 by in kisahkami, travelling.
%d blogger menyukai ini: