.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Prasangka Baik

Kamu punya kawan dekat yang baik hati. Ketika kamu sedang kesusahan, tanpa dimintapun dia membantumu. Lalu menghiburmu. Di matamu, belum pernah sekalipun dia mengecewakanmu.

Lalu suatu ketika, kamu janjian dengannya ketemuan di sebuah kafe. Janjian untuk membahas sebuah urusan yang penting. Jam 8 malam. Setengah jam sebelumnya, kamu  sudah tiba di kafe tersebut. Kamu datang lebih awal, berjaga-jaga agar tidak terlambat. Agar tidak mengecewakannya .

Kamu pesan makananmu, juga makanan untuk dia. Agar ketika dia tiba, tak perlu menunggu lama hidangan datang. Membahagiakannya adalah sebuah kewajiban bagimu. Lima menit sebelum jam 8, belum ada tanda-tanda kedatangannya. Ah, mungkin jalannya macet, pikirmu. Dia tak pernah terlambat, sedetikpun tak pernah.

Jarum panjang jam tanganmu melewati angka 12. Jam 8 sudah lewat. Batang hidungnya belum juga nampak. Kamu masih maklum, mungkin dia ada sedikit masalah. Atau mungkin, dia sedang membeli coklat terlebih dahulu. Dia tahu, kamu suka coklat.

Setengah jam kamu menunggunya, masih belum ada tanda-tanda kedatangannnya. Kamu mencoba menghubungi ponselnya. Tidak aktif. Ah, mungkin dia lupa mengecharge batre, pikirmu. Lalu kamu mengingat-ingat lagi, membuka agenda harianmu, membaca kembali riwayat chating, memastikan kamu tidak salah tempat, tidak salah waktu. Jangan-jangan aku yang salah, katamu dalam hati. Tetapi ternyata tidak ada yang salah.

Jam 9, makanan di meja sudah mulai dingin. Kamu mulai memakannya tanpa menunggunya. Sudah tak tahan melihat godaan yang terhidang. Dia tak akan marah kok, kalau kamu makan duluan. Kamu tahu betul, dia pasti pengertian.

Sementara itu, hatimu masih saja berprasangka baik pada kawanmu. Selalu saja ada alasan yang kamu buat untuk memaklumi ketidakhadirannya. Oi, bukan tidak hadir. Tapi belum hadir. Dia hanya terlambat karena suatu alasan.

Jam 10, makanan yang kamu pesan untuk dia, juga sudah kamu habiskan. Sayang jika tidak dimakan. Lalu kamu putuskan untuk pulang.

Sepanjang jalan, hatimu tetap tenang. Lagi-lagi tak ada sedikitpun prasangka buruk tentangnya. Pasti esok lusa ada penjelasan. Kamu tahu jelas tentang dia, dan baginya hanyalah ada prasangka baik.

sunset

***

Jika pada kawan baikmu itu, kamu selalu bisa mencari alasan untuk berprasangka baik, mengapa kepada Tuhanmu yang Maha Baik, kamu tidak bisa?

Medan, 7 Maret 2016

Iklan

One comment on “Prasangka Baik

  1. Yora Munira
    8 Maret 2016

    :((((((((((( (jleb bgt) makasih sudah diingetin pak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 7 Maret 2016 by in hikmah.
%d blogger menyukai ini: