.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Quote of the Book : Pukat

“Kau tahu kenapa kebanyakan orang menganggap kecantikan seorang perempuan lebih penting dibandingkan perangai yang baik? Karena di dunia ini, lelaki bodoh jumlahnya lebih banyak dibandingkan lelaki buta.”

***

“Kiba, tidak ada yang paling menyedihkan didunia ini selain kehilangan kejujuran, harga diri, dan martabat. Kita sudah kehilangan semuanya. Bapak kau pergi selamanya. Harta benda, Kebun ladang, Pendidikan, semuanya. Berjanjilah Kiba, berjanjilah walau hidup kita susah, sebutir beras pun tidak punya, kau tidak akan pernah mencuri, tidak akan merendahkan harga dirimu demi sesuap makanan”.

***

“Jangan pernah membenci Mamak kau, jangan sekali-kali Karena jika kau tahu sedikit saja apa yang telah ia lakukan demi kau, Amelia, Burlian dan Ayuk Eli, maka yang kau tahu itu sejatinya bahkan belum sepersepuluh dari pengorbanan, rasa cinta, serta rasa sayangnya kepada kalian…”.

***

“Jika kau terbiasa memiliki keluarga, teman dan lingkungan sekitar yang baik, saling mendukung, maka kau akan tumbuh dengan sifat yang baik dan elok pula. Tidak jahat, tidak merusak. Siapa yang paling tahu kau memiliki sifat apa? Tentu saja kau sendiri.” 

***

“Orang-orang yang jujur, menjaga kehormatannya, dan selalu berbuat baik kepada orang lain, maka meski hidupnya tetap sederhana dan terlihat biasa-biasa saja, maka sejatinya dia telah menggenggam dunia.”

***

“Sepanjang kita terbuka dengan pendapat orang lain mau mendengarkan masukan dan punya sedikit selera humor, menertawakan diri sendiri. Dengan itu semua kita bisa terus perbaiki perangai diri.”

***

“Berpikirlah sedikit, rangkaikan sendiri kejadian-kejadia yang ada, lantas dengan cerdas mengambil kesempulan. Jangan macam Burlian yang hanya sibuk bertanya, bertanya dan bertanya”

PUKAT

***

“Lubang pembuangan terkotor di dunia adalah mulut kita. Nek Kiba menghela nafas pelan, Mulut kitalah yang setiap hari mengeluarkan bau paling memualkan, mulut kitalah yang tega mengunyah bangkai, mulut kitalah yang menelan lantas memuntahkan kotoran busuk. Oi, andaikata kalian bisa menjaganya, tetap kebanyakan dari kalian tidak bisa menghindari mulut mengeluarkan sampah-sampah tidak berguna, meski tidak bau dan tidak mengganggu. Kalian tetap sering mengeluarkan ucapan mubazir, perkataan sia-sia. Apalagi yang sama sekali tidak bisa menjaganya. Sungguh itulah lubang pembuangan terkotor di dunia”

***

“Dalam banyak hal, sebuah pertanyaan yang tepat jauh lebih penting dibandingkan sebuah jawaban yang sempurna. pertanyaan akan memicu penemuan hebat, pemikiran masyhur bahkan sebuah permulaan yang agung. Tetapi  jawaban, sebaliknya, terkadang dengan sebuah jawaban yang baik, secara tidak sengaja kita menutup pintu untuk berkembang lebih jauh, menemukan lebih lanjut. jawaban terkadang malah mengakhiri sebuah petualangan yang seru. “

***

“Apa yang sering dikatakan Bapak?” Aku menyeka ujung mata yang basah, pedih karena asap, juga pedih karena rasa takut, “Kita anak laki-laki. di atas dunia ini kita hanya takut atas dua hal. takut pada Allah dan merendahkan harga diri dengan berbuat tidak jujur. Kau dengar, Burlian…kita tidak akan takut dengan yang lainnya. Kita tidak akan takut dengan api ini!”

***

“Di keluarga kita, anak laki-laki tidak akan pernah membuat masalah jika dia tidak tahu bagaimana menyelesaikan masalahnya itu dengan baik.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 11 Maret 2016 by in Quote of the Book.
%d blogger menyukai ini: