.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Ramadhan #5 : Timbangan

timbanganTimbangan adalah alat ukur yang fungsinya mengukur beban. Inputnya adalah yang akan ditimbang, prosesnya ada yg sudah digital, ada juga yang masih menggunakan beban pembanding. Outputnya adalah besarnya beban dalam sebuah satuan. Itu bukan definisi dari KBBI, wikipedia, atau bukunya Bob Foster. Melainkan spontan dari apa yang di pikiran saya.

Di rumah saya, ada timbangan, sengaja saya taruh di ruang tamu. Kalau ada kawan berkunjung, kebanyakan pada menimbang. Ekspresinya bermacam-macam.

Dalam momen puasa ini, ada kawan yang menimbang berat badan dengan tujuan menentukan stand awal. Lalu di akhir ramadhan kelak bakal ditimbang lagi sebagai stand akhir. Dari selisih tersebut bisa diambil kesimpulan seberapa pengaruh puasa terhadap perubahan berat badan. Semacam eksperimen gitu.

Itu yang dilakukan kawan saya. Eh, saya juga ding.

Semoga keikhlasan puasa kita terjaga. Terhindar dari rusaknya niat karena pengin diet. Na’udzubillahi min dzalik

**

Kok jadi ngomongin timbangan? Yah, karena sebenarnya lagi ga nemu ide buat nulis. Kebetulan sedang di ruang tamu dan lihat timbangan. Gitu ajah. Wkwkwk.

Ngomong-ngomong tentang timbangan, ternyata kecurangan dalam menimbang menjadi perhatian khusus, sampai-sampai turun surat Al Muthofifin. Disebutkan, celakalah orang yang curang, dia yang kalau buat diri sendiri dipas-pasin timbangannya, kalo buat orang lain dikuranginya.

Kok rasa-rasanya saya tersindir ya.

Seakan-akan dibilang kalau urusan hak maunya dipenuhi, lebih-lebih kalau perlu. Tapi urusan kewajiban, kurang-kurang dikit tak apa laaah. Jadi pegawai, gaji maunya full, syukur dapet bonus. Tapi giliran kerja, kadang malas-malasan, datang telat, pulang awal.

Ya ampuuuun, ini urusan timbangan kok sampai kesini yaa. Hiks.

Namun yang paling mendebarkan dari semua timbangan adalah timbangan amal di hari kiamat kelak. Mana yang lebih berat : amal baik atau amal buruk. Timbangan yang akurasinya terjamin meski tidak dikalibrasi oleh pihak metrologi.

Yang mana hanya saat itu kita bakal tahu lebih berat yang mana. Saat ini kita tidak tahu. Bahkan sekalipun kita catat secara manual amal kebaikan kita setiap hari. Kita kan tidak bisa melakukan rekon dengan catatannya malaikat Roqib & Atid. Belum lagi ketika ngomongin diterima atau ditolaknya amal. Bakal banyak variabelnya.

Kalo gitu, yuk kita lakukan amal baik agar tidak menyesal ketika ditimbang di hari kiamat kelak. Oi, itu lebih perlu dipikirkan dibanding turunnya berat badan di akhir ramadhan kelak.

**

05 Ramadhan
07.13
di ruang tamu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 11 Juni 2016 by in hikmah, sepotong episode, serial ramadhan.
%d blogger menyukai ini: