.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Kenyang

kenyangKetika mendengar kata kenyang, saya langsung teringat penceramah yang mengatakan bahwa nabi menyuruh agar makan setelah lapar, berhenti sebelum kenyang. Kabarnya, pola makan yang seperti itu baik untuk kesehatan, mengingat kebanyakan penyakit diinisiasi dari perut.

Zaman kuliah dulu, saya pernah mencoba pola makan tersebut. Makan hanya ketika lapar dan berhenti makan sebelum kenyang. Hanya saja waktu itu saya melakukan tidak murni biar nyunah, tetapi ada sedikit motif ekonomi, ngirit. Maklum anak kos. Dan alhamdulillah, saya bisa menikmatinya. Satu bulan bisa bertahan, tanpa merasa kenyang.

Satu bulan adalah rekor terpanjang saya tidak merasa kenyang. Kali ini berat bagi saya untuk melakukannya lagi. Godaan lebih berat.

Apa yang membuat kita merasa kenyang? Berdasarkan pengamatan saya, ada dua faktor. Pertama adalah jumlah yang dimakan, kedua adalah kapasitas lambung atau kemampuan penyerapan makanan di sistem pencernaan.

Saya punya kawan yang makannya kenceng. Saya satu piring sudah kenyang, dia dua piring pun masih nambah. Mungkin kapasitas lambungnya lebih besar dari pada saya punya. Maklum, badannya memang besar.

Ada juga kawan yang konsisten dengan badan yang kurus. Padahal makannya porsi wajar, malah kadang di atas standar. Prediksi saya, penyerapan lambungnya bagus. Atau mungkin ada cacing yang membantu.

Lalu bagaimana dengan kenyang yang lain ?

Kenyang nasehat misalkan. Seorang kawan ketika dikasih nasehat, dijawabnya “aku udah kenyang nasehat”.

Begitu juga ketika diingatkan untuk bersabar, ada juga kawan yang menjawab :
“Sabar, sabar, aku udah kenyang dengan sabar. Ga usah kau nasehati aku untuk bersabar”

Atas kenyangnya kawan saya dengan nasehat dan sabar, maka analisa saya kemungkinannya ada 2, dia terlalu sering dikasih nasehat, atau hatinya terlalu sempit untuk menerima nasehat.

Bukankah menasihati pada kebenaran dan kesabaran adalah 2 diantara 4 kriteria orang yang beruntung, setelah beriman dan beramal saleh?

Kenyang makanan memang tidak baik, tapi kenyang nasehat dan kenyang sabar sepertinya lebih buruk. Maka lapangkan hati, dan lancarkan “pencernaan” atas nasehat-nasehat kebaikan dan kesabaran. Semoga hidupmu tenang.

Aduuuuh, kok pembahasannya jadi nyambung kesitu ya? Jadi agak kurang nyambung. Maaf, maaf, sepertinya saya terlalu lama merasa lapar. Maklum, jelang waktu berbuka.

©ridwan kharis

**

12 Ramadhan 1437
18.20
Perjalanan Belawan – Medan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 18 Juni 2016 by in opini, serial ramadhan.
%d blogger menyukai ini: