.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Dua Ribu

Masih terekam di ingatan gue, suatu ketika gue nemenin temen gue mengisi minyak kendaraannya.

“Berapa Bang ?”

“Dua puluh tiga ribu, Kak.

“Mulai dari nol ya, Bang ?”

Sebagaimana SOP pegawai, si mbak bertanya sambil memberikan senyumannya. Lalu menjalankan tugasnya. Begitu dan terus begitu, gue amatin sejak ngantri tadi.

Si mbak ngitung kembalian 27 ribu, secara kawan gue ngasihnya uang selembar 50 ribu. Jadi, kembaliannya berupa selembar 20 ribu, selembar 5 ribu, dan selembar 2 ribu. Dikasihkanlah kembalian itu kepada kawan gue. Kawan gue ga perlu itung kembali, orang jelas Cuma tiga lembar. Kecuali kalo kembaliannya berupa seribuan semua.

Dari kembalian itu, diambilnya 2 ribu. Lalu dikasihkan ke si mbak.

“Ambil mbak, ada rejeki nih” kawan gue ngasihnya sambil tersenyum

“Terimakasih, Bang” yang dikasih tersenyumnya lebih lebar, sambil menelungkupkan tanganya.

Mungkin kalo ga sedang megang selang & megang uang, si mbak mau cium tangan kawan gue. Ciyus dah, senyumannya beda dengan senyum SOP tadi.

Gue cuma ngamatin adegan itu, sambil mikir. Wuiiiih, ternyata senyuman itu ngebikin bahagia. Senyum yang ikhlas tentunya. Pantes aja kata nabi, senyum itu sedekah.

Lalu kami melanjutkan perjalanan.

“Broh”, kata kawan gue, “menurut lo, si mbak tadi itu seneng kagak?”

“Seneng lah, pake banget malahan. Keliatan banget dari senyumnya dan cara berterimakasihnya tadi”

“Yoyoy, mbak itu merasa bahagia. Dan perlu lo tau, gue lebih merasa bahagia dari mbak itu”

Jangankan mereka yang terlibat langsung, gue yang melihat aja ngerasa ikut bahagia. Lalu sepanjang perjalanan kami ngobrol, berdiskusi tentang kejadian tadi. Bayangkan, hanya dengan uang 2 ribu, bisa bikin 3 orang sekaligus seneng. Trus juga jadi bahan obrolan kami. Obrolan yang berbobot pulak.

Coba bandingkan dengan membayar parkir di pinggir jalan. Kendaraan kita kadang tidak diperhatikan, si abang tukang parkir cuma modal “prit”, dapet 2 ribu. Ga ada cerita terima kasih, apalagi senyum. Kadang malah ga bantu kita gara-gara ada kendaraan lain yang juga mau keluar. Fiuuuh.. Udah dikasih 2 ribu, ga dapet pelayanan. Ngasihnya jadi kurang ikhlas. Udah hilang uang, hilang pahala. Sial.

source : google image

source : google image

“Sudah Mas, 28 ribu. Mau pakai bon?”

Si abang petugas SPBU menyadarkan lamunan gue.

“Ga usah Bang”

“Ini kembaliannya, 22 ribu ya, Mas”

Gue terima, lalu gue ambil yang 2 ribu.

“Ambil Bang, Rejeki abang nih”

Lalu gue mendapatkan sedekah spesial hari ini, senyuman si Abang SPBU. Senyuman bahagia, senyuman tulus. Dan ucapan terimakasih. Kelihatan banget si abang ngerasa bahagia, dan yang pasti gue lebih ngerasa bahagia. Ga cuma tangki minyak kendaraan gue yang full, stok bahagia gue juga full.

 

Medan, 24 Agustus 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 24 Agustus 2016 by in Cerita Fiksi, hikmah, sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: