.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Ulang Tahun dan Menghitung

19 jun

Sekitar dua bulan yang lalu, saya ulang tahun ke 26, dua hari lagi saya ulang tahun ke 27. Ini serius, tidak bercanda.

Bagaimana bisa?

Saya lahir pada tanggal 19 Juni 1990 masehi, atau 25 Dzulqadah 1410. Jadi, dua bulan yang lalu saya ulang tahun ke 26 untuk perhitungan kalender masehi, dan dua hari lagi saya ulang tahun ke 27 untuk perhitungan kalender hijriyah.

Jika jumlah hari dalam masehi 365, dan dalam hijriyah ada 354 hari, maka selisih hari dalam setahun adalah 11 hari. (Kita abaikan dulu, pada masehi 4 tahun sekali 366 hari & pada hijriyah 11 tahun sekali 355 hari)

Maka dalam usia 26 tahun masehi sudah ada selisih 11×26 = 286. Untuk menggenapkan menjadi 355, butuh 69 hari atau sekitar 2 bulan.

Kira-kira seperti itu penjelasannya.

Ketika satuan berbeda, akan didapati hasil perhitungan yang berbeda, meski pada aktualnya sama. Ini adalah hari ke 9.566 saya hidup di dunia. Tetapi dalam perhitungan tahun, bisa berbeda. 

Saya jadi penasaran untuk menghitung usia nabi Muhammad SAW. Beliau menikah pada usia 25 tahun dan meninggal pada usia 63 tahun. Tentunya, perhitungan tersebut menggunakan penanggalan hijriyah.

Setelah saya konversi ke masehi, ternyata nabi menikah pada usia 24 tahun 3 bulan. Dan meninggal pada usia 61 tahun 1 bulan. 

Jadi, ternyata selama ini kita kurang tepat ketika bilang, “mau nikah di usia 25, biar kayak nabi”, atau, “usia bapak sudah 60 tahun, kalo ngikut nabi, jatahnya tinggal 3 tahun lagi”. Karena yang kita pakai beda satuan.

Maka terlalu lemah lah kita, jika kemudian ingin mengukur secara pasti perhitungan yang cukup  untuk kita imani. Contoh, pahala solat berjamaah 27 kali lipat, bersedekah mendapat balasan 700 kali kebaikan, membaca Al Quran tiap huruf setara dengan 10 kebaikan, dan seterusnya.

Karena 27 kali lipat tidak hanya ditafsirkan dengan perkalian, tetapi ada juga yang menafsirkan dengan perpangkatan. Maka tak perlu diperdebatkan kepastiannya, tapi cukup kita imani. Karena akan tetap percuma, jika sudah tahu 27 kali lipat, tetapi memilih solat sendiri.

Aduh maaf, pembahasan saya menjadi terlalu melebar kesana kemari.

Tetapi yang pasti gara-gara keisengan menulis tulisan ini, saya jadi tahu ternyata hari ini adalah hari ke 9.566 saya. Sudah sekitar 229.580 jam saya hidup di dunia ini. Dengan jumlah jam operasi segitu, untuk PLTU sudah mengalami 7 kali Major Overhaul. Belum jika buatan Cina, entah sudah berapa kali nge-trip. 

Untung saja saya buatan Tuhan. 

Dengan waktu selama itu, tak terhitung berapa sudah berapa kali jantung berdetak, tanpa sekalipun terhenti. Juga tak terbilang jumlah helaan nafas, jumlah oksigen yang keluar masuk.

Itu baru yang teringat, belum yang terlupa tetapi selalu kita rasakan. Ya ampun, ternyata nikmat yang Allah kasih sangat buuuanyak, tak terhitung jumlahnya, tak terukur besarnya. Sayangnya, dosa saya juga tak terhitung dan tak terukur. 

Hiks..

 

 

Medan, 27 Agustus 2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 30 Agustus 2016 by in hikmah, opini.
%d blogger menyukai ini: