.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Menjadi Pengepul Uang

Dalam beberapa tahun terakhir, saya sering mendapatkan tugas menjadi pengepul uang. Situ tahu kan, arti pengepul? Tukang ngumpulin sesuatu. Pengepul uang artinya tukang ngumpulin uang. Yeah, saya mendapatkan tugas dari komunitas yang saya miliki. Kalau bahasa yang lebih varokah, saya diberi amanah sebagai pengumpul uang untuk kemaslahatan umat. Wakwaw

Di grup Enjiner Pembangkit 36, kawan-kawan waktu prajabatan dulu, beberapa kali saya jadi pengepul uang Arisan Nikah. Sudah tahu arisan nikah? Klik disini. Di grup Formasi 8, kawan-kawan seangkatan yang seperjuangan jaman kuliah dulu, kalau ada yang nikah, lahiran, atau hajatan lainnya, saya juga sering jadi pengepul uang patungan tersebut. Di kantor, ada kawan kena kemalangan, saya juga jadi pengepul. Dan masih ada lagi lainnya.

Akhirnya, demi menjadi pengepul uang yang profesional, saya sampai membuka rekening berbagai Bank. “Wan, ada BRI ga? BNI ada ga? Kalau BSM ada? “dan seterusnya. Saya ingin memudahkan kawan-kawan untuk menyegerakan kebaikan. Jangan sampai gara-urusan rekening yang “bukan muhrim” jadi alasan menunda. Karena tidak jarang, dari menunda jadi melupa.

Dan yang terbaru dan saat ini sedang saya kerjakan bersama tim adalah program Umroh untuk Mbah Jiman. Oya, saya belum menulis tentang program tersebut di blog ini. Insya Allah akan saya tulis dalam waktu dekat.

Kartu ATM

***

Menjadi pengepul uang mengajari saya banyak hal.

Uang yang masuk ke rekening saya itu uang titipan, untuk kemudian setelah terkumpul bakal disalurkan. Ya, pada hakikatnya semua uang yang saya miliki hanyalah titipan. Cuma numpang lewat saja. Ga perlu terlalu merasa memiliki.

Semakin banyak uang masuk artinya juga semakin besar tanggung jawab yang saya miliki. Saya harus memastikan semua uang tersebut tersalurkan, ga ada uang yang terlewat, apalagi masuk kantong pribadi. Na’udzubillah. Kalau saya mau, sebenarnya bisa saja saya curang, saya curi uang titipan tersebut untuk kepentingan pribadi. Alhamdulillah, Allah masih menanamkan rasa takut kepada saya untuk melakukan hal tersebut.

Biasanya setelah selesai program, saya beri laporan kepada kawan-kawan tentang jumlah uang terkumpul, dan digunakan untuk apa saja. Atau minimal, jika tidak perlu untuk dipublish dan tidak ada yang bertanya, saya siapkan rekapitulasi yang lengkap termasuk bukti-buktinya. Jika ada yang mau mengaudit, saya siap.

Memang agak merepotkan. Sibuk mencocokkan data mutasi bank dengan rekap yang ada di excel. Terkadang saya juga mengingatkan (bahasa halusnya: menagih kewajiban) kawan. Ada waktu & pikiran yang dikorbankan. Tapi disitulah kontribusi yang bisa saya  berikan. Disitulah kebermanfaatan yang bisa saya persembahkan.

Alhamdulillah, kawan-kawan masih percaya kepada saya. Karena ternyata tidak mudah menjadi manusia yang dipercaya oleh banyak orang.

Medan, 5 September 2016

Iklan

5 comments on “Menjadi Pengepul Uang

  1. dk
    5 September 2016

    pertamax diamankan

  2. izzatyzone
    6 September 2016

    Oiyaaa nulis program ituu aku jg blm nulisin

    • kangridwan
      6 September 2016

      Nulis gih, ntar aku link-in dari tulisanku

  3. Ping-balik: Umroh Mbah Jiman (1) | .: Petualang Kehidupan :.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 5 September 2016 by in hikmah, sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: