.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Dua Setengah Tahun

eSKa

Tanggal 1 April 2014 saya mulai tinggal di Medan. Perusahaan tempat saya bekerja menempatkan saya di salah satu kota terbesar di negeri ini. Kemarin, tanggal 30 September 2016 tepat dua setengah tahun saya tinggal di Medan.

Saya belum pernah ke Medan sebelumnya & tidak punya kenalan di kota ini. Hanya diberitahu Bapak saya kalau saya punya kakak sepupu yang pada saat itulah kali saya pertama kali bertemu.

Membuktikan perkataan imam Syafi’i ; merantaulah kau akan menemukan kawan2 baru, Alhamdulillah, saya tidak sekedar menemukan kawan, tetapi juga sahabat, saudara, sedulur. Mereka yang banyak mewarnai hidup saya 2,5 tahun terakhir.

Bermula dari ikut acara komunitas ngaji anak-anak muda Medan, saya mulai berkenalan dengan pemuda-pemuda yang peduli dengan kebaikan. Chemistry nya dapat. Meski saya dan istri tidak menjadi bagian dari kepengurusan, tetapi kami sering berkontribusi, entah ide, pengalaman, sampai turun ke lapangan.

Selain itu juga saya beruntung dengan adanya FIM Sumut. Meski sebagian besar belum kenal, dengan seringnya kami berinteraksi, kami menjadi bagian dari FIM Sumut.

Beberapa kali saya terlibat dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh mereka, anak-anak muda tersebut, di kota Medan. Hari libur saya menjadi lebih produktif. Bahkan tanpa menunggu hari libur, kami sering kopdar untuk sekedar diskusi atau makan-makan.

Lebih-lebih rekan kerja di kantor, kami sering tugas ke luar kota dalam hitungan minggu. Makan bareng, nginep bareng, kerja bareng, bercanda bareng. Saya sampai hafal kisah hidup yang sering mereka ceritakan.

Kemudian Rumah Kami. Saya menyebut rumah kontrakan saya sebagai Rumah Kami, karena letaknya di Gang Kami. Selama 2,5 tahun kami tinggal di rumah kami. Selama itu pula banyak tamu silih berganti, dari yang lokal hingga interlokal. Banyak kawan yang datang dari luar kota numpang nginep di rumah kami. Kadang juga menjadi tempat rapat, ngaji, sampai tempat curhat atau konsultasi.

Rumah Kami sangat berkesan tidak hanya bagi saya dan istri, tetapi juga kawan-kawan kami. Bahkan KTP saya sudah beralamatkan di rumah ini.

***

Ada yg datang, ada yg pergi. Ada hidup ada mati. Ada awal ada akhir. Ada pertemuan ada perpisahan. Dan tepat 2,5 tahun, jatah saya tinggal di Medan berakhir. Saya akan dipindahtugaskan ke Jakarta, SK sudah keluar.

Banyak yang bersedih merasa kehilangan. Begitu juga saya. Terlebih kakak saya sekeluarga, mereka baru pindah ke Medan 3 bulan yang lalu. Baru sebentar dipertemukan, sudah mau dipisahkan.

Tetapi begitulah, kehidupan terus berputar. Keputusan telah ditetapkan. Harus ikhlas untuk mejalaninya, jangan sampai muncul curiga atau prasangka yang tidak baik terhadap ketentuan-Nya. Insya Allah skenario-Nya adalah yang terbaik

Teruntuk kawan-kawan di Medan, kami mohon pamit. Terimakasih atas segala bantuan dan kebaikan yang tercurahkan untu kami. Maaf jika selama berinteraksi sering ada salah kata, salah perbuatan, atau salah sikap lainnya. Hiks, jadi terharu.

***

Jakarta, I’m coming. Bismillah…

Medan, 1 Oktober 2016

One comment on “Dua Setengah Tahun

  1. Legend Wannabe
    2 Oktober 2016

    mantap,
    semoga sukses di tempat baru kang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 2 Oktober 2016 by in About Medan, kisahkami, sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: