.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Kehilangan Dompet

 

Pagi buta saya mruput ke bandara bersama rekan kerja, janjian di Pasar Santa untuk kemudian berangkat naik taksi online. Patungan. Kami terlihat kompak, sekaligus hemat.

Sampai di bandara saya sempat tidur di kursi ruang tunggu, rasa kantuk sangat berat karena semalaman hanya terlelap satu jam. Terkaget ketika dibangunkan kawan, sholat subuh kemudian masuk pesawat. Di dalam pesawat, masih melanjutkan hajat. Sebelum tidur, langit masih gelap, ketika terbangun sudah terang.

Tujuan akhir kami adalah Luwuk, salah satu kota di ujung pulau Sulawesi sehingga kami transit di Makassar.

Ketika sudah turun & tiba di loket transit, saya baru tersadar kalau dompet saya tidak ada. Hati saya seperti ditikam. Kepala terasa sangat berat. Di dompet itu berisi semua kartu-kartu penting saya : KTP, SIM, ATM, Kartu Kredit. Uang ada, tapi tak seberapa jumlahnya. Poto Bapak Ibu ada, tapi bisa dicetak lagi.

Terbayang kerepotan yang akan saya hadapi ketika mengurus hilangnya kartu-kartu itu. Lapor polisi, telpon call center, ke bank, antri dan seterusnya. Masing-masing kartu yang hilang akan menguras tenaga, waktu, dan biaya.

Namun yang paling urgen adalah saya bakal kerepotan melanjutkan perjalanan saya. Tak ada ID card yang bisa digunakan. Cenut-cenut. Lemes.

Saya berusaha untuk tetap tenang dan tidak panik. Saya katakan pada kawan saya, kalau dompet saya tertinggal di pesawat. Pesawat yang saya tumpangi itu akan melanjutkan penerbangan ke Kendari 25 menit kemudian. Waktu saya singkat.

Sebenarnya saya sendiri tidak yakin sepenuhnya. Karena bisa saja dompet saya terjatuh saat saya tidur di ruang tunggu bandara. Tapi bismillah, yang penting berusaha. Ketika berpapasan dengan Avsec (petugas keamanan bandara) saya sampaikan kondisi saya & alhamdulillah dia mau membantu.

Saya tidak bisa masuk kembali ke pesawat tersebut. Hanya boarding pass yang saya serahkan ke Pak Avsec, dia yang masuk & mencarinya. Dari dinding yang terbuat dari kaca, saya memandang pintu pesawat & berharap Pak Avsec keluar dengan melambaikan dompet saya. Adegan yang lebih saya tunggu dibanding keluarnya Dominic Toretto dari ledakan yang dahsyat dengan selamat di film Fast Furious.

Komat kamit mulut saya merapalkan berbagai doa dan dzikir hingga akhirnya Toretto keluar dari pintu pesawat. Wajahnya terlihat ceria, pertanda baik. Alhamdulillah dompet saya kembali. Utuh. Saya berterimakasih tidak hanya sekali pada Toretto (saya lupa nama aslinya).

Bye bye pak polisi & call center!

Bandara Luwuk

***

Kehilangan sesuatu yang berharga membuat kita tersadar betapa berharganya sesuatu tersebut. Meskipun kesadaran tersebut sebenarnya bisa kita hadirkan tanpa harus mengalami kehilangan.

Dompet memang berharga. Namun masih banyak perkara yang lebih berharga dari dompet. Bahkan tak ternilai harganya. Kebaikan-kebaikan yang ada dalam diri kita misalkan.

Kita yang mudah memaafkan, bisa menahan marah, ringan tangan, ramah pada orang lain, ketika kemudian sifat-sifat tersebut pada kondisi tertentu hilang, merasa kehilangankah kita?

Ketika kita pernah bisa merasakan nikmatnya beribadah, ringannya bersedekah, lalu kemudian ibadah terasa gersang, bersedekah terasa berat, merasa kehilangankah kita?

Oi, ternyata ada yang lebih berbahaya dari pada kehilangan, yaitu ketika kita tidak menyadari kalau sebenarnya sedang dalam kondisi kehilangan. Karena ketika tidak sadar sedang kehilangan, tidak mungkin ada keinginan untuk mencari.

 

16 April 2017
*sepanjang perjalanan Makassar – Luwuk

Iklan

One comment on “Kehilangan Dompet

  1. kang Rahmat
    18 April 2017

    sadar itu mahal ya kang, . . heum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 16 April 2017 by in hikmah, sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: