.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Sandal Pejabat

Saya keluar dari Masjid dan mendapati 2 sekuriti sedang sibuk sambil berkomunikasi dengan handy talky nya. Kesibukan itu ternyata mencari sandal. Mereka mencocokkan ciri-ciri sandal sesuai yang disampaikan oleh sekuriti di seberang sana melalui handy talky lainnya.

Saya tidak sempat menanyakan ke mereka sandal siapa yang sedang dicari. Takut mengganggu, toh dengan bertanyanya saya, hal tersebut juga tidak akan membantu. Malah memakan waktu.

Tetapi saya menebak, pemilik sandal itu adalah pejabat tinggi. Hari ini yang menjadi khatib solat Jumat adalah Wakil Menteri ESDM, yang saya amati jajaran direksi ikut mendampingi seusainya. Karena keburu membersamai, urusan sandal menjadi tidak penting.

Sekuriti itu akhirnya menyelesaikan misinya setelah sopir sang Pejabat memastikan sandal mana yang menjadi tarsangka pencarian. Mungkin salah satu SOP sopir pribadi adalah mengenali barang-barang miliki sang juragan.

Yah, urusan sandal bagi sang pejabat mungkin bukan hal yang urgent. Tetapi bagi sekuriti itu adalah reputasi. Ia digaji untuk memastikan keamanan. Jika sandal saja tidak aman, bagaimana dengan aset bermiliyar di gedung ini?

Terlebih sandal itu adaah milik pejabat tinggi. Bagi mereka yang memiliki kuasa, sebuah pernyataan saja bisa menjadi instruksi, “sandal saya sepertinya tertingga di masjid”. Itu artinya “cari sandal saya sampai ketemu”. Mungkiiiiin.

Dan memang sudah sewajarnya begitu. Kepada atasan saja kita patuh, terlebih kepada atasannya atasan  kita. Apalagi kepada atasannya atasan atasan  kita.  Belum diberi perintah saja, sudah terasa harus melakukan ini itu. Pelayanan terbaik & pengabdian terbaik adalah harga mati, tak bisa ditawar.

Jika kepada atasannya atasan atasan saja begitu , maka sudah seharunya kepada yang Maha Tinggi, maha memberi Rejeki, yang menguasai semesta, Raja dari segala raja, sudah seharusnya sempurna dalam pelayanan & pengabdian.

Bukankah kita hamba Tuhan?

 

Jakarta, 14 Ramadhan 1438 H

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 12 Juli 2017 by in hikmah, PLN, sepotong episode, serial ramadhan.
%d blogger menyukai ini: