.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Pak Yamin Madu Lestari

Sekitar setahun yang lalu, saya ikut menonton taping Kick Andy di Metro TV (jejak digital masih ada di Instagram). Ketiga narasumber pada waktu itu adalah pengusaha binaan PLN (inilah alasan yang sangat masuk akal kenapa saya bisa menjadi penonton). Satu di antaranya adalah Madu Lestari.

Namanya Pak Yamin. Bersama istrinya, beliau memulai usaha jual madu pada tahun 1989. Hingga kemudian berkembang dengan melibatkan warga sekitar untuk berburu madu. Banyak cerita unik dan mengharukan serta penuh pelajaran dari perjalanan Madu Lestari nya Pak Yamin. Kisahnya bisa dengan mudah ditemukan di-google. Untuk melihat tayangan Kick Andy, klik disini

 

Kick Andy, Oktober 2016

***

Hari ini, saya berkesempatan berkunjung ke Madu Lestari, bertemu langsung dengan Pak Yamin. Inilah yang akan saya ceritakan kepada pembaca.

Dari kota Sumbawa menuju Semongkat (lokasi Madu Lestari) membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Jalannya halus, terlihat belum lama dilakukan perbaikan jalan. Berkelok dan naik, kiri jurang, kanan tebing. Khas pegunungan. Baru menemukan pemukiman setelah tiba di Semongkat.

Tiba di lokasi, kami disambut dengan hangat oleh Pak Yamin dan istri. Sambutan hangat tersebut semakin lengkap dengan hidangan madu jahe yang juga hangat. Terlihat beberapa poster produk Madu Lestari dan semuanya ada tulisan besar : “Binaan PT. PLN (Persero)”. Warna cat yang mendominasi di ruangan tersebut adaah biru kuning dan merah : Warna logo PLN !!

Selamat datan di Rumah Madu

Merah, Kuning, Biru

 

Pak Yamin banyak ngobrol dengan Pak Bagus (Asman PAD PLN Area Sumbawa yang mengantar saya). Sebagai binaan PLN, Pak Yamin sering berkomunikasi dengan Manajemen PLN Area Sumbawa. Saya hanya menyimak perbincangan.

Akhirnya, saya mendapatkan penjelasan atas penasaran saya, bagaimana Pak Yamin bisa begitu loyalnya kepada PLN.

“Madu Lestari menjadi binaan PLN sejak tahun 2006. PLN membina kami hingga sampai sebesar sekarang. Kami sampai bingung bagaimana membalas kebaikan PLN. Di antaranya ya ini, kami mengecat dengan warna yang jika orang melihatnya, meski tanpa ada logonya, langsung tahu kalau ini binaan PLN.

“Saya kumpulkan teman-teman, saya katakan Selama ini kita selalu diberi oleh PLN, sekarang apa yang bisa kita beri ke PLN? Hingga kemudian muncull ide untuk membuat turnamen sepak bola anak-anak se Sumbawa dalam rangka Hari Listrik Nasional.

“Alhamdulillah, selama 34 hari turnamen berlangsung dengan penuh antusias dari warga, karena ini baru pertama kali ada di Sumbawa. Madu Lestari menjadi penyelenggara dan sponsor tunggal, semata-mata demi menyemarakkan ulang tahun PLN.

“Saya tidak meminta ke PLN kecuali satu : poster dan baliho. Jadi, di sekeliling lapangan pertandingan, ada tulisan jangan lupa bayar Listrik, hati-hati menggunakan listrik, dan sosialisasi dari PLN. Selain itu , saya juga meminta agar turnamen dibuka dan ditutup oleh Pak Manajer PLN”

Dari cerita ini, saya bertambah  rasa kagum kepada Pak Yamin. Tentang tahu diri, tentang loyalitas, tentang berterimakasih. Bahkan belakangan, setelah Madu Lestari mulai terkenal, banyak BUMN lain yang ingin menyalurkan CSR atau menjadikan Madu Lestari sebagai mitra binaan. Namun, Pak Yamin menolaknya. Madu Lestari hanya binaan PLN, bukan yang lain.

Bersama Pak Yamin

Ada juga cerita menarik lainnya. Di akhir sesi Kick Andy, ketiga narasumber mendapatkan dana masing-masing sebesar 100 juta. Termasuk Pak Yamin. Dan ternyata sempat terjadi pertengkaran antara Pak Yamin dan Istri.

“Saya dan istri dulu pernah berangan-angan kalau seandainya mendapatkan uang kaget akan dihibahkan untuk membangun Semongkat. Eh, waktu selesai kick Andy mendapatkan uang kaget yang jumlahnya besar. Saya sempat bertengkar di hotel, hingga akhirnya kami putuskan untuk tetap menyalurkan kepada masyarakat Semongkat. Akhirnya uang 100 juta tersebut habis digunakan untuk memperbaiki beberapa rumah warga yang rusak, dan membangun fasilitas umum.”

Ketika Pak Yamin menunjuk rumah yang diperbaiki, saya melihat warnanya juga sama : kuning biru merah. Masih warna PLN.

Madu Lestari ini semuanya merupakan madu liar. Pagi-pagi, para pemburu madu sudah berangkat masuk ke hutan (50 meter dari rumah Pak Yamin sudah hutan). Perjalanan membutuhkan hingga 8 jam, sehingga para pemburu madu baru pulang keesokan harinya, kembali dengan membawa berbagai varian madu.

Produk Madu Lestari sudah tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan ada juga yang kemudian menjualnya ke luar negeri.

Perbincangan terus berlanjut dengan berbagai cerita yang mengalir begitu saja. Saya merasakan ketulusan dari Pak Yamin. Dari perbincangan tersebut, yang paling menarik bagi saya adalah bagaimana pak Yamin mengupayakan banyak hal untuk berterimakasih atas pemberian PLN.

Sudahkah kita berterimakasih kepada orang-orang yang berperan besar atas kesuksesan kita? Sudahkah terimakasih itu berwujud aksi nyata? Lebih-lebih, sudahkah kita berterimakasih dengan sebaik-baik terimaksih kepada Tuhan yang tak pernah berhenti memberikan rahmat Nya kepada kita?

Kami pamit, untuk kemudian menuju Bandara, kembali ke Jakarta. Tak lupa saya membeli beberapa produk Madu Lestari, sebagai bentuk terimakasih saya atas cerita penuh inspirasi Pak Yamin.

 

Sumbawa, 1 Nov 2017

2 comments on “Pak Yamin Madu Lestari

  1. teuku zulfadli
    5 November 2017

    Mas Ridwan,
    Saya bertugas di Sumbawa tahun 2006 s/d 2009. Madu sumbawa memang manis, mempunyai rasa khas…
    Ikut bahagia dan bangga bisa melihat salah satu binaan PLN berhasil

    • kangridwan
      26 Juni 2018

      Waaah, tau gitu waktu itu bilang kalo saya anggotanya Pak Teuku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 1 November 2017 by in hikmah, sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: